Tak Sempat Ikut Rapid Test, Satu PDP Corona di Medan Meninggal Dunia

Bangun Santoso
Tak Sempat Ikut Rapid Test, Satu PDP Corona di Medan Meninggal Dunia
Sebagai ilustrasi proses penguburan pasien PDP corona: PDP COVID-19 di Sleman yang meninggal dikubur, Rabu (1/4/2020). - (ist)

PDP COVID-19 itu berinisial FG berusia 46 tahun, asal Kecamatan Medan Labuhan

Suara.com - Kabar duka kembali datang dari Kota Medan, Sumatera Utara. Dimana seorang pasien dalam pengawasan (PDP) yang tengah menjalani perawatan isolasi di Rumah Sakit Martha Friska Multatuli meninggal dunia, Rabu (8/4) malam.

Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Utara yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut dr Aris Yudhariansyah yang dikonfirmasi, Kamis, membenarkan adanya seorang PDP COVID-19 yang tewas di RS tersebut.

PDP COVID-19 itu berinisial FG berusia 46 tahun, asal Kecamatan Medan Labuhan. "Ada PDP yang meninggal di Martha Friska baru saja," katanya.

Aris menyebutkan, pasien tersebut belum diketahui apakah positif terpapar COVID-19. Sebab terhadap PDP tersebut belum sempat dilakukan rapid test atau pemeriksaan cepat.

PDP tersebut kata Aris, rencananya akan langsung dikebumikan di Tempat Pemakaman Khusus (TPK) korban COVID-19 di Simalingkar. "Pasien akan akan dikebumikan," katanya.

Untuk data kasus COVID-19 di Sumatera Utara, hingga Rabu jumlah orang yang positif terinfeksi COVID-19 berjumlah 84 orang, dimana 55 orang positif berdasarkan PCR, dan 29 orang berdasarkan rapid test.

Sementara untuk jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 140 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 3.323 orang. Kemudian, pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia berjumlah tujuh orang, sedangkan yang berhasil sembuh berjumlah delapan orang.

Sumber: Antara

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS