Array

PGI: Rayakan Paskah di Rumah Tak Mengurangi Makna 'Iman Paskah'

Minggu, 12 April 2020 | 12:07 WIB
PGI: Rayakan Paskah di Rumah Tak Mengurangi Makna 'Iman Paskah'
Sebagai ilustrasi: Sejumlah umat kristiani melakukan Kirab Paskah Nasional di kawasan Monumen Nasional Jakarta, Minggu (1/4/2018).

Suara.com - Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) mengimbau dan menyerukan kepada seluruh umat Kristiani untuk melaksanakan ibadah dan perayaan Paskah di rumah masing-masing. Gereja-gereja ditutup untuk menghindari kerumunan demi memutus mata rantai penyebaran wabah virus corona atau Covid-19.

Sekretaris Umum PGI, Pendeta Jacky Manuputty dalam konfrensi pers di kantor BNPB melalui live streaming menyampaikan, bahwa beribadah di rumah bersama keluarga masing-masing tidak mengurangi makna keceriaan dalam perayaan Paskah tahun ini.

"Perayaan Paskah adalah tentang kebangkitan kristus. Bila perayaan Paskah dengan kerumunan umat kehidupan menjadi terancam, maka tindakan itu berlawanan dengan berita penting dari Paskah itu sendiri, yaitu berita tentang kehidupan," kata Pendeta Jacky melalui live streaming akun Youtube BNPB, Minggu (12/4/2020).

Dia memaparkan, tema Paskah yang dirumuskan PGI tahun ini adalah 'Kebangkitan Kristus Membawa Harapan Baru'. Tema Kristus tersebut dirumuskan dari Injil Lukas pasal 24 ayat 5 dan 6.

Pada saat ini seluruh umat Kristen di seluruh dunia sedang merayakan Paskah, peristiwa kebangkitan kristus di dalam suasana duka yang penuh pergumulan. Bagaimana umat Kristiani dapat merayakan kehidupan, bahkan dalam segala kelimpahan, sementara begitu banyak orang berjuang diambang batas kematian akibat pandemi Covid-19.

"Kematian ternyata begitu dekat dengan kita, bahkan telah merenggut orang-orang yang kita kasihi. Dalam kesedihan yang mudah membuat kita berputus asa ini, sekali lagi kita di sapa oleh berita Paskah yang menjadi pusat iman kita," imbuhnya.

"Dalam kesedihan membuat kita gampang putus asa, kita di sapa oleh berita yang menjadi pusat iman kita, bahwa kristus telah bangkit, mengalahkan kematian," terangnya.

Patuhi Anjuran Pemerintah

Dia menambahkan, sikap iman penuh harapan itu diwujudkan dalam cinta kasih, salah satunya adalah mematuhi anjuran pemerintah untuk tetap berdiam diri di rumah demi memutus rantai penyebaran virus corona.

Baca Juga: Pesan Malam Paskah Paus Fransiskus: Jangan Menyerah Pada Rasa Takut

"Sebagai gereja kita juga perlu mengubah cara ibadah kita. Dari ibadah secara ragawi berkumpul di gedung gereja ke beribadah di rumah dengan keluarga masing-masing yang disebut juga sebagai gereja kecil," katanya.

Mematuhi anjuran pemerintah untuk tidak keluar rumah dan menjaga jarak merupakan bagian dari keimanan Paskah dalam merawat dan memberikan kehidupan.

"Sebaliknya sikap abai pada usaha-usaha itu justru menjadikan kekristenan dan gereja sebagai ancaman atas kehidupan, dengan demikian berlawanan dengan iman Paskah," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI