CEK FAKTA: Benarkah Alat Ini Didesain Komunis Cina untuk Bunuh Ulama?

Reza Gunadha | Ruhaeni Intan | Suara.com

Sabtu, 18 April 2020 | 20:42 WIB
CEK FAKTA: Benarkah Alat Ini Didesain Komunis Cina untuk Bunuh Ulama?
Thermometer Gun Palsu (Turnbackhoax.id).

Suara.com - Baru-baru ini beredar kabar adanya thermometer gun palsu buatan negara China yang sengaja didesain untuk membunuh ulama. 

Seorang pengguna Facebook bernama Sayuti Ibrahim menyebarkan kabar tersebut lewat media sosial.

Ia mengatakan jika alat tersebut adalah bagian dari konspirasi yang diciptakan oleh negara komunis China. 

"Waspadalah! Hati-hati alat ini sudah di setting suhu 36-37 derajat celcius oleh komunis Cina untuk membunuh para ulama-ulama kita," demikian judul video yang ia bagikan lewat Facebook.

Namun, apakah hal tersebut benar? Apakah alat pemindai suhu tubuh itu memang sengaja didesain oleh produsen dari China untuk membunuh ulama?

PENJELASAN

Berdasarkan penelusuran Turnbackhox.id -- jaringan Suara.com klaim di atas adalah klaim yang keliru.

Pasalnya, setelah ditelusuri, video thermoter gun palsu itu pertama kali diunggah oleh situs asal Thailand bernama Phuketandamannews pada tanggal 04 April 2020.

Thermometer Gun Palsu (Turnbackhoax.id).
Thermometer Gun Palsu (Turnbackhoax.id).

Dalam unggahan tersebut tertulis bahwa termometer tembak itu memang palsu dan tidak dapat mengecek suhu di atas 37 derajat celcius.

"Selama pandemi COVID-19, produk yang banyak diminati adalah pengukur demam. Tapi jarang yang mengetahui bahwa ada barang palsu yang dijual. Hati-hati," demikian tulis laman situs tersebut dalam bahasa Thailand.

Selain itu, dilihat dari kemasannya, alat itu diproduksi oleh Heaco, sebuah perusahaan pembuat termometer tembak dari Ukraina. Nama perusahaannya Heaco Medical Technology.

Namun, saat dicek lagi ternyata nomor seri alat yang ada di video tidak berhasil ditemukan sehingga dapat dipastikan produk tersebut bukan barang resmi dari Heaco, meskipun kemasannya mencatut nama perusahaan itu.

KESIMPULAN

Dari penelusuran di atas maka jelas bahwa tidak benar jika alat tersebut sengaja didesain untuk membunuh ulama. Benar bahwa alat itu merupakan barang palsu namun tidak benar jika alat tersebut sengaja dibuat untuk menyakiti ataupun membunuh ulama di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemotor Girang Disemprot Disinfektan Gratis, Publik Heran dengan Suhunya

Pemotor Girang Disemprot Disinfektan Gratis, Publik Heran dengan Suhunya

News | Jum'at, 17 April 2020 | 15:04 WIB

Termometer Inframerah Ternyata Rentan Salah Ukur Suhu Tubuh

Termometer Inframerah Ternyata Rentan Salah Ukur Suhu Tubuh

Health | Kamis, 19 Maret 2020 | 10:11 WIB

Viral Cerita Dokter Bersuhu Tubuh Sangat Rendah, "Bisa Jadi Bukan Manusia"

Viral Cerita Dokter Bersuhu Tubuh Sangat Rendah, "Bisa Jadi Bukan Manusia"

Health | Rabu, 18 Maret 2020 | 14:58 WIB

Bahayanya Suhu Tubuh di Bawah 35 Derajat Celcius, Ini Kata Dokter

Bahayanya Suhu Tubuh di Bawah 35 Derajat Celcius, Ini Kata Dokter

News | Selasa, 17 Maret 2020 | 12:18 WIB

Antre Panjang, Penumpang Stasiun Bogor Membludak karena Cek Suhu Tubuh

Antre Panjang, Penumpang Stasiun Bogor Membludak karena Cek Suhu Tubuh

Jabar | Senin, 16 Maret 2020 | 09:59 WIB

Stasiun Wates Sediakan Masker dan Hand Sanitizer Gratis untuk Cegah Corona

Stasiun Wates Sediakan Masker dan Hand Sanitizer Gratis untuk Cegah Corona

Jogja | Minggu, 15 Maret 2020 | 14:19 WIB

Pengunjung Ini Malah Nantangin Balik Petugas Saat Pemeriksaan Suhu

Pengunjung Ini Malah Nantangin Balik Petugas Saat Pemeriksaan Suhu

Tekno | Jum'at, 13 Maret 2020 | 11:26 WIB

Video Lucu Pemuda Balas Periksa Suhu Tubuh Petugas, Bikin Warganet Ngakak

Video Lucu Pemuda Balas Periksa Suhu Tubuh Petugas, Bikin Warganet Ngakak

News | Kamis, 12 Maret 2020 | 20:48 WIB

Terkini

Nekat! Meski Ada Aparat, Pria Tak Dikenal Tetap Hajar Waketum PSI Bro Ron, Ini Kronologinya

Nekat! Meski Ada Aparat, Pria Tak Dikenal Tetap Hajar Waketum PSI Bro Ron, Ini Kronologinya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:04 WIB

KPK Bongkar Aliran Dana CSR BI ke Yayasan Milik Heri Gunawan dan Satori, Dua Eks Pejabat Diperiksa

KPK Bongkar Aliran Dana CSR BI ke Yayasan Milik Heri Gunawan dan Satori, Dua Eks Pejabat Diperiksa

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:01 WIB

Apakah Hukum Kurban Online Sah? Ini Panduan Berkurban via Digital Sesuai Syariat

Apakah Hukum Kurban Online Sah? Ini Panduan Berkurban via Digital Sesuai Syariat

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:01 WIB

Neraka di Sinaloa: 3.180 Orang Tewas, Ribuan Diculik dalam Perang Kartel

Neraka di Sinaloa: 3.180 Orang Tewas, Ribuan Diculik dalam Perang Kartel

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:00 WIB

UEA Diserang Rudal dan Drone, Negara Arab dan Eropa Ramai-ramai Hakimi Iran

UEA Diserang Rudal dan Drone, Negara Arab dan Eropa Ramai-ramai Hakimi Iran

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:39 WIB

Harga Sapi Kurban 2026 Mulai Rp5 Jutaan, Cek Perbandingan Jenis dan Estimasi Biayanya

Harga Sapi Kurban 2026 Mulai Rp5 Jutaan, Cek Perbandingan Jenis dan Estimasi Biayanya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:28 WIB

Bersihkan Jejak Digital Negatif, Pemerintah Masukkan 'Right to be Forgotten' ke Revisi UU HAM

Bersihkan Jejak Digital Negatif, Pemerintah Masukkan 'Right to be Forgotten' ke Revisi UU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22 WIB

Piala Dunia 2026 Belum Mulai, Kunjungan Turis Asing ke AS Anjlok Akibat Masalah Visa

Piala Dunia 2026 Belum Mulai, Kunjungan Turis Asing ke AS Anjlok Akibat Masalah Visa

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:16 WIB

Banjir Ciliwung Terjang Kebon Pala, Warga Desak Normalisasi Dipercepat

Banjir Ciliwung Terjang Kebon Pala, Warga Desak Normalisasi Dipercepat

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 11:01 WIB

Indonesia Rawan Jadi 'Sarang Sunyi' Penyakit Hantavirus, Epidemiolog Soroti Lemahnya Surveilans

Indonesia Rawan Jadi 'Sarang Sunyi' Penyakit Hantavirus, Epidemiolog Soroti Lemahnya Surveilans

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:51 WIB