Problema Lockdown, Angka KDRT Terhadap Perempuan di Malaysia Meningkat

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Selasa, 21 April 2020 | 22:52 WIB
Problema Lockdown, Angka KDRT Terhadap Perempuan di Malaysia Meningkat
ilustrasi kekerasan terhadap perempuan [shutterstock]

Suara.com - Bagi sebagian pihak, lockdown mungkin membawa kebahagian tersendiri karena bisa lebih dekat dengan anggota keluarga. Namun hal ini tak berlaku bagi para perempuan  yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Para perempuan korban KDRT di Malaysia kini tengah menghadapi situasi sulit. 

Sebagai informasi, periode lockdown Malaysia kini telah memasuki satu bulan pertama sejak pertama diberlakukan mulai 18 Maret lalu. Selama lockdown ini, jumlah kasus kekerasan yang dialami perempuan ternyata mengalami peningkatan.

Melansir laman World of Buzz, Rabu (21/4/2020), lockdown Malaysia malah membuat para perempuan yang terjebak dalam hubungan tidak sehat, lebih mudah mengalami kekerasan yang dilakukan oleh pasangan seiring mereka lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

Berdasarkan data dari Organisasi Bantuan Perempuan Malaysia (WAO), jumlah perempuan yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga dalam rentang Februari hingga Maret 2020 telah mengalami peningkatan sebanyak 44,4 persen.

Pihak WAO membeberkan telah menerima setidaknya 226 pelaporan pada Januari, 250 laporan di Februari, dan 361 pada Maret. Adapun laporan ini diterima melalui layanan hotline kekerasan dalam rumah tangga.

Bagian Advokasi dan Komunikasi WAO, Tan Heang-Lee, mengatakan para korban yang tengah menjalani isolasi mandiri di rumah memiliki risiko yang lebih besar lantaran berada di lokasi yang sama dengan pelaku, dalam periode yang lama.

Selain itu, keadaan ini juga membuat para perempuan ini kesulitan untuk mencari bantuan mengingat pelaku mungkin memantau setiap gerakan mereka.

"Kekerasan dalam rumah tangga terjadi akibat usaha untuk mempertahankan kekuasaan dan kontrol," Kata Tan.

Tan juga menambahkan, periode lockdown ini dapat memicu perilaku pelaku semakin buruk mengingat tekanan situasi sulit saat isolasi bisa berngaruh pada kondisi kesehatan dan keuangan.

baca juga

Berkaca pada kurangnya tempat berlindung bagi para perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga selama lockdown, pihak WAO telah berusaha mendesak pemerintah untuk menyediakan fasilitas berlindung yang aman seperti hotel, hostel, atau bekerjsama dengan pihak swasta.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terhalang Lockdown, Para Ibu di Singapura Kirim 3.000 Kg ASI ke Malaysia

Terhalang Lockdown, Para Ibu di Singapura Kirim 3.000 Kg ASI ke Malaysia

News | Selasa, 21 April 2020 | 19:54 WIB

TKI Banten di Tengah Corona: Makan 3 Kali Seminggu Pakai Nasi Busuk

TKI Banten di Tengah Corona: Makan 3 Kali Seminggu Pakai Nasi Busuk

Banten | Senin, 20 April 2020 | 18:13 WIB

Gaji Tak Dibayar Selama Corona, Buruh Makan Daun-daunan karena Kelaparan

Gaji Tak Dibayar Selama Corona, Buruh Makan Daun-daunan karena Kelaparan

News | Kamis, 16 April 2020 | 14:59 WIB

Terkini

Terjebak Clickbait dan Misinformasi: Ketika Kecepatan Membunuh Ketelitian Membaca

Terjebak Clickbait dan Misinformasi: Ketika Kecepatan Membunuh Ketelitian Membaca

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 18:14 WIB

Andre Taulany Nikahi Amanda Rigby, Ungkap Pernikahan Direstui Orang Tua dan Anak

Andre Taulany Nikahi Amanda Rigby, Ungkap Pernikahan Direstui Orang Tua dan Anak

News | Minggu, 20 September 2026 | 18:14 WIB

5 Sunscreen Mengandung TXA untuk Memudarkan Flek Hitam Wanita

5 Sunscreen Mengandung TXA untuk Memudarkan Flek Hitam Wanita

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 18:08 WIB

Andre Taulany Akhirnya Buka Suara soal Pernikahan dengan Amanda Rigby

Andre Taulany Akhirnya Buka Suara soal Pernikahan dengan Amanda Rigby

Entertainment | Minggu, 20 September 2026 | 18:00 WIB

Dilema Perempuan Modern: Tuntutan Harus Mandiri dan Beban untuk Selalu Terlihat 'Proper'

Dilema Perempuan Modern: Tuntutan Harus Mandiri dan Beban untuk Selalu Terlihat 'Proper'

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 17:52 WIB

4 Calming Sunscreen Korea Lawan Kemerahan dan Dehidrasi pada Kulit Sensitif

4 Calming Sunscreen Korea Lawan Kemerahan dan Dehidrasi pada Kulit Sensitif

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 17:50 WIB

Dilema Atlet Pelajar: Saat Generasi Emas Dipaksa Memilih Antara Lapangan atau Kelas

Dilema Atlet Pelajar: Saat Generasi Emas Dipaksa Memilih Antara Lapangan atau Kelas

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 17:39 WIB

Boni Hargens Soroti Polri di Era Digital: Citizen Journalism Bisa Jadi Early Warning System

Boni Hargens Soroti Polri di Era Digital: Citizen Journalism Bisa Jadi Early Warning System

News | Minggu, 20 September 2026 | 17:33 WIB

Presiden Prabowo Perintahkan Kapolri Usut 95 Korporasi Terindikasi Karhutla: Jangan Ragu

Presiden Prabowo Perintahkan Kapolri Usut 95 Korporasi Terindikasi Karhutla: Jangan Ragu

News | Minggu, 20 September 2026 | 17:32 WIB

Mengapa Nasi di Rice Cooker Cepat Lembek dan Menguning Padahal Baru Dimasak Beberapa Jam?

Mengapa Nasi di Rice Cooker Cepat Lembek dan Menguning Padahal Baru Dimasak Beberapa Jam?

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 17:25 WIB

×