Angka Kematian Corona di AS Tembus 45.000 Orang, Trump: Negara Sudah Aman

Syaiful Rachman Suara.Com
Rabu, 22 April 2020 | 22:21 WIB
Angka Kematian Corona di AS Tembus 45.000 Orang, Trump: Negara Sudah Aman
Presiden AS Donald Trump memberikan update pandemi virus corona, 15 April 2020. [AFP]

Suara.com - Presiden Donald Trump mengatakan jika sudah aman bagi Amerika Serikat untuk memutar kembali roda perekonomian. Hal itu diungkapkan Trump, Rabu (22/4/2020), meski sejumlah pejabat memperingatkan jika mengakhiri lockdown terlalu cepat akan memicu melonjaknya jumlah penderita virus corona.

"Negara-negara bagian sudah aman untuk kembali. Usaha-usaha di negara ini kembali dibuka," tulis Trump di akun Twitternya.

Cuitannya tersebut merupakan bentuk dukungan sang presiden kepada para gubernur negara bagian di wilayah selatan yang sudah melonggarkan aturan lockdown dengan membolehkan warganya untuk kembali berdagang dan berkegiatan.

Salah satu negara bagian yang melonggarkan lockdown adalah Georgia. Di Georgia, bukan hanya toko yang diperbolehkan kembali beraktivitas. Tapi juga gym, salon, gerai tatto, tempat pijat dan bowling. Rencananya, pemerintah Georgia akan mengizinkan bioskop dan retoran kembali dibuka pekan depan.

Jalanan sepi kota New York,AS. (Anadolu Agency)
Jalanan sepi kota New York,AS. (Anadolu Agency)

Keputusan Trump mengizinkan sejumlah negara bagian untuk melonggarkan social distancing mendapat perhatian cukup serius dari sebagian rakyat Amerika. Mereka berpendapat pelonggaran itu terlalu cepat dan khawatir penyebaran virus corona akan semakin luas.

Dilansir Reuters, Dr. Boris Lushniak, rektor Universitas Maryland bahkan mengecam Trump dengan menyebut keputusan yang diambil orang nomor satu di Amerikta itu tanpa didasari parameter ilmu pengetahuan.

"Ide membuka kembali ekonomi (memutar kembali roda perekonomian) sangat mengkhawatirkan. Ini tidak didasari parameter ilmu pengetahuan," kata Lushniak.

Sebagaimana diketahui, sejak beberapa pekan lalu terjadi aksi protes yang menginginkan usaha-usaha kembali dibuka dan aturan lockdown diakhiri.

Korban virus corona dikubur secara massal di New York. (Foto: Reuters / via BBC)
Korban virus corona dikubur secara massal di New York. (Foto: Reuters / via BBC)

Amerika Serikat hingga kini tercatat sebagai negara dengan penderita virus corona tertinggi. Dilansir Worldometers.info, Rabu (22/4/2020), sebanyak 819.175 warga AS terjangkit corona.

Baca Juga: Donald Trump Perintahkan Militer AS Hancurkan Kapal Perang Iran

Angka kematian pun terus melonjak dan sudah mencapai 45.430 orang.

Penyebaran virus corona masih meningkat drastis di New Jersey, Pennsylvania dan Michigan. Hari ini, Rabu (22/4/2020), lebih dari 800 kasus baru ditemukan di tiga negara bagian tersebut.

Sementara di New York yang merupakan episenter penyebaran virus tersebut, dilaporkan terjadi penambahan angka kematian sebanyak 481 orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI