Tangani Jenazah Corona, Curhat Penggali Kubur Indonesia Disorot Media Asing

Rendy Adrikni Sadikin, Hikmawan Muhamad Firdaus

Kamis, 23 April 2020 | 09:05 WIB
Tangani Jenazah Corona, Curhat Penggali Kubur Indonesia Disorot Media Asing
Ilustrasi pemakaman jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni membungkusnya menggunakan plastik. (FOTO ANTARA/Dok)

Suara.com - Tukang gali kubur merupakan salah satu pekerjaan yang sangat disibukan saat pandemi virus corona seperti sekarang ini. Mereka seakan tidak berhenti menggali liang lahat untuk jenazah yang meninggal akibat virus ini.

Bahkan, tukang gali kubur di Indonesia sampai menjadi sorotan media asing. Salah satunya adalah media Singapura Channel News Asia (CNA) yang menyoroti kisah para penggali kubur di Indonesia.

"Di bawah terik matahari ibukota Indonesia Jakarta, penggali kubur bernama Minar memegang sekop dan menggali tanah. Pria 54 tahun ini tidak pernah sesibuk ini sejak 33 tahun sebagai penggali kubur di pemakaman Pondok Rangon di Jakarta Timur." tulis Channel News Asia yang dikutip Kamis (23/04).

"Pekerjaan saya sekarang sangat berbeda ... Saya hampir tidak bisa istirahat," kata Minar pada CNA.

"Sekarang sangat melelahkan karena ada begitu banyak mayat tiba setiap hari, jadi aku merasa lelah karena menggali tanpa henti." tambahnya.

CNA juga mengulas tingkat kematian Indonesia akibat virus corona tertinggi di Asia Tenggara, sekitar 9 persen. Setengah dari total kasus ada di Jakarta, dengan sekitar 300 kematian.

Media Singapura tersebut juga mengutip komentar pemerintah provinsi telah memerintahkan untuk mereka yang terinfeksi virus corona, serta mereka yang dicurigai terinfeksi hanya dikuburkan di dua pemakaman umum, satu di Jakarta Timur tempat Minar bekerja dan yang lainnya di Jakarta Barat.

Salah satu aspek yang menjadi sorotan CNA tentang penggali kubur adalah cara bekerja tukang gali kubur di Indonesia. CNA meengulasnya sebagai berikut:

"Tapi sejak COVID-19 pecah, Minar telah menggali kuburan setiap hari, bahkan jika timnya seharusnya ditugaskan untuk tugas-tugas lain," tulis CNA.

"Satu kuburan membutuhkan dua jam penggalian, dan saat ini Minar menggali hingga lima kuburan sehari,"

"Aku berpacu dengan waktu. Kadang-kadang ketika mayat tiba, kuburan belum siap, " ungkap Minar pada CNA.

Sebelum pandemi COVID-19, ada hari-hari ketika Minar tidak harus menggali kuburan sama sekali hanya karena tidak ada kematian.

Tim beranggotakan empat orang biasanya bekerja di satu kuburan, tetapi tetap saja itu bukan pekerjaan yang mudah.

Karena diyakini bahwa coronavirus dapat bertahan di tubuh setelah seseorang meninggal, protokolnya adalah melakukan penguburan sesegera mungkin untuk meminimalkan risiko penyebaran virus.

"Aku berpacu dengan waktu. Kadang-kadang ketika mayat tiba, kuburan belum siap, "kata Minar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Penggali Kubur Urus Jenazah Corona: Sampai Tak Bisa Istirahat

Kisah Penggali Kubur Urus Jenazah Corona: Sampai Tak Bisa Istirahat

News | Rabu, 22 April 2020 | 17:08 WIB

Cerita Perias Membuat Jenazah Seperti Orang Hidup yang Tidur

Cerita Perias Membuat Jenazah Seperti Orang Hidup yang Tidur

News | Kamis, 23 April 2020 | 08:26 WIB

Kubur Mayat Pasien Corona, Petugas TPU Padurenan Bisa 9 Kali Mandi

Kubur Mayat Pasien Corona, Petugas TPU Padurenan Bisa 9 Kali Mandi

Jabar | Senin, 20 April 2020 | 18:53 WIB

Terkini

Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI

Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 00:04 WIB

Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami

Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 22:48 WIB

Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih

Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:43 WIB

Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?

Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:41 WIB

Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan

Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:36 WIB

Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita

Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:28 WIB

Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui

Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:53 WIB

Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah

Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:52 WIB

Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar

Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:51 WIB

Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG

Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:49 WIB