Toko Kita, Jual Baju Bekas Harga Seikhlasnya Buat Korban Corona di Surabaya

Pebriansyah Ariefana

Sabtu, 02 Mei 2020 | 08:05 WIB
Toko Kita, Jual Baju Bekas Harga Seikhlasnya Buat Korban Corona di Surabaya
ILUSTRASI penjualan pakaian bekas. (Antara/Agung Rajasa)

Suara.com - Di Surabaya, seorang mahasiswa menggagas Toko Kita. Di sana menjual baju bekas khusus warga yang terdampak virus corona.

Uniknya, baju bekas itu tidak dibandrol dengan harga pasti. Pembeli bisa bayar dengan uang seiklasnya. Pakaian bekas layak pakai masih dibutuhkan oleh masyarakat miskin, terutama di masa pandemi corona saat ini. 

Umi Biba, mahasiswa berusia 18 tahun di salah satu kampus di Surabaya, sesekali membeli pakaian bekas agar dapat menyesuaikan dengan uang yang dimilikinya.

“Sebenarnya saya ini orang yang suka beli baju, tapi karena saya belum bekerja dan masih kuliah, jadi saya lebih prefer untuk membeli baju yang bisa saya pilih tapi sesuai kantong (uang) saya," ujar Umi Biba.

Baginya tak masalah membeli baju bekas yang masih bagus dan layak pakai. Apalagi baju-baju itu tentunya dicuci bersih dahulu sebelum dipakai.

Umi Biba tidak sendiri. Ada begitu banyak warga yang membutuhkan pakaian bekas layak pakai, dengan berbagai alasan. Terlebih pada masa pandemi corona sekarang ini di mana membeli pakaian menjadi prioritas kesekian.

Melihat hal ini sejumlah anak muda yang tergabung dalam lembaga sosial Damar menggagas berdirinya gerakan Toko Kita, yang menjual baju bekas berkualitas dengan sistem pembayaran “seikhlasnya”. Kelompok yang bermarkas di Desa Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto ini, mengajak masyarakat untuk menyumbangkan pakaian yang masih layak pakai ke Toko Kita.

Gerakan mengajak masyarakat untuk gemar berbagi dan peduli sesama yang membutuhkan pakaian layak pakai di tengah pandemi corona. Hasil penjualan dengan sistem pembayaran seikhlasnya ini, juga akan digunakan untuk aksi sosial yang lain.

Eva Putriya Hasanah, salah satu anggota tim proyek Toko Kita, memastikan pakaian yang dijual meski dicap sebagai pakaian bekas, telah dipilah dan diperiksa kelayakannya. Seperti warna, kondisi fisik pakaian, kebersihan, hingga kerapian pakaian saat dijual.

baca juga

“Kami tidak mematok harga untuk semua jenis baju. Entah itu kebaya, broklat, baju cewek, baju cowok, anak-anak dan sebagainya. Kami tidak pernah mematok harga karena memang kami sediakan itu untuk masyarakat,” kata Eva Putriya Hasanah.

Pakaian yang dijualnya melalui Toko Kita, maupun yang beredar menggunakan mobil, adalah baju-baju dalam kondisi bagus dari pemilik pertama. Baju-baju itu yang tidak dipakai lagi karena bosan, salah memilih, atau sudah tidak bisa dipakai.

"Karena memang masih ada bandrolnya, masih baru sekali. Atau ada juga yang akhirnya mereka itu ketika ke pasar, ke mall, karena mereka melihat banyak sekali baju, salah memilih atau satu dua kali dipakai, sudah tidak mau lagi. Atau sudah tidak muat,” ungkapnya.

Hampir semua orang, kata Eva, dipastikan menumpuk pakaiannya yang tidak terpakai di lemari. Baju-baju itu akan lebih berharga bila dapat disumbangkan untuk orang yang membutuhkan.

Secara umum, industri mode menyumbang sekitar 10 persen dari total emisi karbon dunia dan 20 persen dari limbah air dunia. Industri pakaian dan tekstil juga merupakan pencemar terbesar kedua di dunia setelah minyak bumi. Menurut The Sustainable Fashion Forum, konsumsi pakaian diperkirakan meningkat sebesar 63 persen dari 62 juta menjadi 102 juta ton pada 2030.

Melalui gerakan ini, Eva juga mengajak masyarakat memikirkan keberadaan pakaian bekas yang tidak terpakai dan berpotensi menjadi sampah. Selama ini, masyarakat tidak memikirkan sampah tekstil yang dihasilkan dari pakaian bekas yang dibuang sembarangan.

“Juga untuk merespons adanya isu-isu lingkungan terkait sampah-sampah tekstil, agar pelan-pelan masyarakat juga teredukasi bagaimana sebenarnya dengan adanya sampah tekstil ini juga bisa berakibat buruk bagi lingkungan,” tutur Eva.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadwal Sholat Hari Ini dan Jadwal Imsak Surabaya 2 Mei 2020

Jadwal Sholat Hari Ini dan Jadwal Imsak Surabaya 2 Mei 2020

Jatim | Sabtu, 02 Mei 2020 | 00:40 WIB

PSBB Surabaya Raya: Begini Suasana Masjid Ampel di Malam ke-9 Ramadan

PSBB Surabaya Raya: Begini Suasana Masjid Ampel di Malam ke-9 Ramadan

Jatim | Jum'at, 01 Mei 2020 | 21:52 WIB

Kisah Abdullah Faqih, Jadi Korban Wabah Virus Corona di Makam Wakil Allah

Kisah Abdullah Faqih, Jadi Korban Wabah Virus Corona di Makam Wakil Allah

Jatim | Jum'at, 01 Mei 2020 | 21:03 WIB

Jadwal Buka Puasa Surabaya 1 Mei 2020, Doa Buka Puasa Rasulullah

Jadwal Buka Puasa Surabaya 1 Mei 2020, Doa Buka Puasa Rasulullah

Jatim | Jum'at, 01 Mei 2020 | 15:20 WIB

Terkini

Kritik Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Pakar UGM: Sudahlah, Jangan Tambah Masalah!

Kritik Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Pakar UGM: Sudahlah, Jangan Tambah Masalah!

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:58 WIB

Makanan Tak Boleh Terbuang! BGN Atur Distribusi MBG di Tengah PJJ Akibat Karhutla

Makanan Tak Boleh Terbuang! BGN Atur Distribusi MBG di Tengah PJJ Akibat Karhutla

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Soroti Asap Lintas Negara, Hasto Sebut Karhutla Tamparan Bagi Wajah Politik Pemerintah

Soroti Asap Lintas Negara, Hasto Sebut Karhutla Tamparan Bagi Wajah Politik Pemerintah

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Panglima TNI Pimpin Sertijab: Maruli Simanjuntak dan Tandyo Budi Resmi Bertukar Jabatan

Panglima TNI Pimpin Sertijab: Maruli Simanjuntak dan Tandyo Budi Resmi Bertukar Jabatan

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Daftar dan Peran 5 Tersangka Kasus Korupsi Dana Siap Pakai BNPB

Daftar dan Peran 5 Tersangka Kasus Korupsi Dana Siap Pakai BNPB

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Jadi Bos Dony Oskaria

Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Jadi Bos Dony Oskaria

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Street Food Tetap Menjadi Salah Satu Segmen Kuliner yang Menjanjikan?

Mengapa Street Food Tetap Menjadi Salah Satu Segmen Kuliner yang Menjanjikan?

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:26 WIB

Balita Kena ISPA, Petani Terjebak Asap: Karhutla Berdampak ke Semua Lini!

Balita Kena ISPA, Petani Terjebak Asap: Karhutla Berdampak ke Semua Lini!

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:25 WIB

Udara Jakarta Memburuk, Kasus ISPA Berpotensi Menanjak

Udara Jakarta Memburuk, Kasus ISPA Berpotensi Menanjak

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:24 WIB

Penangguhan Penahanan Richard Lee Dikabulkan, eks Hakim Agung Jadi Penjamin

Penangguhan Penahanan Richard Lee Dikabulkan, eks Hakim Agung Jadi Penjamin

Entertainment | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:24 WIB

×