Kematian Akibat Covid-19 Melonjak, Brasil Krisis Peti Mati

Rendy Adrikni Sadikin, Arief Apriadi

Sabtu, 02 Mei 2020 | 11:56 WIB
Kematian Akibat Covid-19 Melonjak, Brasil Krisis Peti Mati
Mobil alat berat menggali kubur bagi korban meninggal akibat virus corona di kota Manaus, Brasil, yang mencapai 100 kematian per hari. [AFP]

Suara.com - Banyaknya korban meninggal akibat Covid-19 di Manaus, Brasil membuat kota tersebut kini dihadapkan dengan krisis pengadaan peti mati.

Dilansir Aljazeera, Sabtu (2/5/2020), Asosiasi rumah duka nasional bahkan dikabarkan telah meminta penambahan jumlah peti mati dari Sao Paulo.

Namun, jarak yang terbentang jauh antar kedua kota, sekitar 2.700 kilometer, membuat pengiriman logistik ke Manaus tersendat.

Manaus yang merupakan ibu kota negara bagian Amazonas menjadi salah satu wilayah paling terdampak virus Corona di Brasil.

Pada Kamis (30/4/2020), Kementerian Kesehatan Brazil mengkonfirmasi bahwa terdapat lebih dari 5.200 kasus positif Covid-19 di Amazonas dengan Manaus disebut mencatatkan rata-rata 130 kematian perhari.

Mobil alat berat menggali kubur bagi korban meninggal akibat virus corona di kota Manaus, Brasil, yang mencapai 100 kematian per hari. [AFP]
Mobil alat berat menggali kubur bagi korban meninggal akibat virus corona di kota Manaus, Brasil, yang mencapai 100 kematian per hari. [AFP]

"Itu (permintaan peti mati) tak akan berhasil. kami membutuhkannya sekarang," kata Panhozzi, asosiasi rumah duka di Brasil, dilansir dari Aljazeera, Sabtu (2/5/2020).

Selain kekurangan peti mati, lonjakan kematian yang melanda Manaus juga menimbulkan krisis lahan pemakaman. Kondisi itu membuat beberapa peti mati harus dikuburkan dalam satu liang lahat.

Beberapa warga Manaus yang putus asa bahkan memilih untuk mengkremasi mayat sanak saudaranya yang terpapar Covid-19 dari pada menguburkannya di pemakaman umum.

Krisis pemakaman di Brasil tak hanya terjadi di kota Manaus. Rio de Janeiro juga mencatatkan pristiwa serupa lantaran melonjaknya jumlah kematian akibat Covid-19.

baca juga

Clovis de Castro, salah seorang warga mengungkapkan bahwa dia harus membantu petugas kamar mayat dalam prosedur meletakan jenazah kerabatnya karena kurangnya personil rumah sakit.

"Saya harus membantu seseorang untuk meletakkan mayat di peti mati," kata de Castro.

"Saya menyadari saat ini orang-orang membutuhkan bantuan, rumah sakit membutuhkan bantuan, negara membutuhkan bantuan," tandasnya.

Merujuk data Worldometers, kasus infeksi virus Corona di Brasil telah menembus angka 92.202 dengan jumlah kematian mencapai 6.412 jiwa, per Sabtu (2/5/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuan Korsel Klaim Orang Tak Bisa Terinfeksi Virus Corona Dua Kali

Ilmuan Korsel Klaim Orang Tak Bisa Terinfeksi Virus Corona Dua Kali

News | Sabtu, 02 Mei 2020 | 10:59 WIB

Terkini

Penyadapan Presiden Maksudnya Gimana? Ini Penjelasan dan Ancaman Hukumannya

Penyadapan Presiden Maksudnya Gimana? Ini Penjelasan dan Ancaman Hukumannya

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 16:40 WIB

Kampung Boncos Berulang Kali Digerebek, Polisi Kini Turun Cek Masalah Warga

Kampung Boncos Berulang Kali Digerebek, Polisi Kini Turun Cek Masalah Warga

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:35 WIB

Piala Asia 2027 Mundur Hampir Setahun, China dan Timnas Indonesia Dapat Berkah

Piala Asia 2027 Mundur Hampir Setahun, China dan Timnas Indonesia Dapat Berkah

Bola | Rabu, 04 November 2026 | 16:35 WIB

Bersepeda Jadi Pilihan Gaya Hidup Sehat, Promo 11.11 Bisa Jadi Momentum Lengkapi Kebutuhan

Bersepeda Jadi Pilihan Gaya Hidup Sehat, Promo 11.11 Bisa Jadi Momentum Lengkapi Kebutuhan

Lifestyle | Rabu, 04 November 2026 | 16:34 WIB

Ulasan Novel Bumi: Petualangan Tiga Sahabat Menjelajahi Dunia Paralel

Ulasan Novel Bumi: Petualangan Tiga Sahabat Menjelajahi Dunia Paralel

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 16:30 WIB

69 Kampus Eropa Hadir di Yogyakarta, Buka Informasi Studi dan Beasiswa

69 Kampus Eropa Hadir di Yogyakarta, Buka Informasi Studi dan Beasiswa

Jogja | Rabu, 04 November 2026 | 16:28 WIB

TVS Motor Edukasi Pelajar Sekolah Dasar Mengenai Pentingnya Pakai Helm SNI

TVS Motor Edukasi Pelajar Sekolah Dasar Mengenai Pentingnya Pakai Helm SNI

Otomotif | Rabu, 04 November 2026 | 16:26 WIB

Madura United vs Arema FC Boleh Dihadiri Suporter Tuan Rumah, Aremania Dilarang Masuk Stadion

Madura United vs Arema FC Boleh Dihadiri Suporter Tuan Rumah, Aremania Dilarang Masuk Stadion

Bola | Rabu, 04 November 2026 | 16:22 WIB

Ekspor Aluminium dan Nikel Meroket, Pertanian Justru Merosot

Ekspor Aluminium dan Nikel Meroket, Pertanian Justru Merosot

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 16:21 WIB

Polisi Siapkan Sistem Satu Pintu di Kampung Boncos: Pendatang Asing Bakal Dites Urine

Polisi Siapkan Sistem Satu Pintu di Kampung Boncos: Pendatang Asing Bakal Dites Urine

News | Rabu, 04 November 2026 | 16:18 WIB

×