Marak Tawuran Saat PSBB, Kriminolog: Corona Cuma Angka, Tradisi Jalan Terus

Chandra Iswinarno | Yosea Arga Pramudita | Suara.com

Sabtu, 02 Mei 2020 | 12:49 WIB
Marak Tawuran Saat PSBB, Kriminolog: Corona Cuma Angka, Tradisi Jalan Terus
Lokasi tawuran antarkelompok remaja di Jagakarsa, Jaksel yang menewaskan satu orang. (Suara.com/Arga)

Suara.com - Dua pelajar berinsial AA (15) dan MRP (19) resmi menyandang status tersangka buntut insiden tawuran di dekat pertigaan Asem, Jalan M Kahfi II, Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Kamis (30/4/2020) dini hari.

Akibatnya, satu orang berinsial ST tewas seusai terkena sabetan senjata tajam di beberapa bagian tubuhnya.

Tawuran tersebut melibatkan dua kelompok, yakni Setu Orang Santai dan Blimbing Official. Sebelum tawuran, kedua kelompok janjian terlebih dahulu di media sosial sebelum bertemu pada pukul 03.00 WIB.

Rupanya, momen pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tak menyurutkan kedua kelompok untuk keluar rumah, terlebih hingga bentrok dengan senjata tajam. Sebab, anggapan sebagian besar remaja, PSBB tidak ada artinya.

"Bagi banyak orang, apalagi remaja yang ingin bebas, PSBB tidak terlalu ada artinya. Ada yang tidak paham, ada yang tidak perduli tentang perlunya PSBB," kata Kriminolog Universitas Indonesia Ferdinand Andi Lolo kepada Suara com, Sabtu (2/5/2020).

Ferdinand menjelaskan, anggapan sebagian besar remaja, Covid-19 hanyalah sebatas angka. Jumlah penderita Covid-19 hanya bermunculan sebatas pemberitaan di televisi.

Sedangkan, kata Ferdinand, tawuran telah menjadi tradisi yang panjang. Dalam hal ini, dua kelompok yang saling bentrok sama-sama saling unjuk gigi mempertontonkan superioritasnya masing-masing.

"Tawuran seolah-olah telah menjadi tradisi untuk menunjukkan superioritas suatu kelompok terhadap kelompok yang lain. Mereka menganggap Virus Corona itu hanya angka, dan penderita hanya ada di televisi, hidup mereka harus tetap bebas, dan tradisi mereka harus tetap berjalan," jelasnya.

Ferdinand menambahkan, emosi kalangan remaja yang masih mendidih menjadi salah satu penyebab terjadinya tawuran. Meski pada kenyataanya, tawuran bermula dari hal yang remeh temeh seperti saling ejek antarkelompok.

"Hanya perlu sedikit pemicu untuk meledak jadi kekerasan skala besar seperti tawuran yang mengakibatkan korban jiwa. hal yang kecil menurut kita tapi tidak bagi remaja yang masih labil emosinya," tutup Ferdinand.

Sebelumnya, tawuran yang melibatkan kelompok Setu Orang Santai dan Blimbing Official pecah pada Kamis (30/4/2020) dini hari. Kedua kelompok tersebut pun saling serang dengan senjata tajam sehingga mengakibatkan korban terluka.

Tak lama setelah kejadian, pihak kepolisian berhasil mengamankan dua orang pelaku yakni AA (15) dan MRP (19). Keduanya pun kekinian dilakukan penahanan dan dikenakan Pasal 170 Ayat 2 ke 3 KUHP Tentang Pengeroyokan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Diketahui, sebuah video yang memperlihatkan tawuran antar remaja yang terjadi pada Kamis (30/4/2020) dini hari viral di media sosial. Terlihat para remaja tersebut tawuran dengan masing-masing membawa senjata tajam berupa celurit.

Dalam keterangan video tersebut disebutkan bahwa satu orang meninggal akibat adanya tawuran antar remaja di Jakarta Selatan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tawuran Berdarah Geng di Jagakarsa, Satu Pelaku Ternyata Masih SMP

Tawuran Berdarah Geng di Jagakarsa, Satu Pelaku Ternyata Masih SMP

News | Jum'at, 01 Mei 2020 | 17:54 WIB

Telan 1 Nyawa, Tawuran Gengster Jagakarsa Disebut Curi Momen PSBB dan Puasa

Telan 1 Nyawa, Tawuran Gengster Jagakarsa Disebut Curi Momen PSBB dan Puasa

News | Jum'at, 01 Mei 2020 | 15:05 WIB

Tawuran Gengster Jagakarsa, 1 Orang Tewas, 2 Pemuda Ditangkap Polisi

Tawuran Gengster Jagakarsa, 1 Orang Tewas, 2 Pemuda Ditangkap Polisi

News | Kamis, 30 April 2020 | 21:41 WIB

APD Diduga Bekas Pakai Dibuang di Got Jagakarsa, Polisi Turun Tangan

APD Diduga Bekas Pakai Dibuang di Got Jagakarsa, Polisi Turun Tangan

News | Rabu, 08 April 2020 | 13:58 WIB

Emak-emak di Jagakarsa Meninggal Diduga Corona, Tinggal Dekat Stasiun

Emak-emak di Jagakarsa Meninggal Diduga Corona, Tinggal Dekat Stasiun

News | Selasa, 17 Maret 2020 | 11:28 WIB

Terkini

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:42 WIB

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:41 WIB

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:35 WIB

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:29 WIB

Gagah! Sapi Kurban 'Kelas Berat' 1 Ton Milik Prabowo Tiba di Masjid Istiqlal

Gagah! Sapi Kurban 'Kelas Berat' 1 Ton Milik Prabowo Tiba di Masjid Istiqlal

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:22 WIB

Siapa Prihatini Cs? Peneliti yang Diduga Tipu Pakar Dunia di Denmark Ternyata Bukan Dosen Lokal

Siapa Prihatini Cs? Peneliti yang Diduga Tipu Pakar Dunia di Denmark Ternyata Bukan Dosen Lokal

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:10 WIB

Skandal Riset Palsu Demi Travel Grant, UNY Benarkan Rivaldy dan Prihantini Adalah Alumni

Skandal Riset Palsu Demi Travel Grant, UNY Benarkan Rivaldy dan Prihantini Adalah Alumni

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 20:59 WIB

Pemkab Mojokerto Kucurkan Dana Rp7,5 Miliar untuk Insentif 6 Ribu Guru TPQ

Pemkab Mojokerto Kucurkan Dana Rp7,5 Miliar untuk Insentif 6 Ribu Guru TPQ

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 20:52 WIB

Jalur KRL Tangerang Kembali Normal Setelah Tiga Jam Gangguan

Jalur KRL Tangerang Kembali Normal Setelah Tiga Jam Gangguan

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 20:47 WIB

DPR Setujui RUU Aceh: Zakat Kurangi Pajak, Bandara Dikelola Daerah

DPR Setujui RUU Aceh: Zakat Kurangi Pajak, Bandara Dikelola Daerah

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 20:38 WIB