Jepang Perpanjang Status Darurat, Fujitani: Tenaga Medis Sudah Stres Berat

Syaiful Rachman Suara.Com
Senin, 04 Mei 2020 | 19:28 WIB
Jepang Perpanjang Status Darurat, Fujitani: Tenaga Medis Sudah Stres Berat
Virus Corona Covid-19 masih menjadi momok di China, dengan jumlah korban terus mengalami peningkatan. (Shutterstock)

Suara.com - Tantangan baru kembali dihadapi para dokter dan tenaga medis di Jepang, menyusul rencana pemerintah negara itu memperpanjang status darurat nasional dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona COVID-19. Hal itu diungkapkan Profesor Shigeki Fujitani, Senin (4/5/2020).

St Marianna University Hospital di Kawasaki, selatan Tokyo, adalah salah satu rumah sakit pertama di Jepang yang mengubah bagian Unit Perawatan Intensif (ICU) menjadi tempat tidur untuk merawat pasien yang terinfeksi virus tersebut.

Rumah sakit itu telah merawat puluhan pasien virus corona sejak wabah pertama kali menjangkau Jepang pada Februari.

Kini, Fujitani, profesor yang sekaligus sekaligus direktur pengobatan darurat dan perawatan kritis di rumah sakit tersebut, mengatakan stafnya bersiap-siap untuk melanjutkan 'perang' menghadapi COVID-19.

Jalan yang hampir kosong terlihat setelah pemerintah mengumumkan darurat negara menyusul penyebaran penyakit virus corona (COVID-19) di distrik hiburan dan perbelanjaan Kabukicho, di Tokyo, Jepang, Senin (13/4/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Issei Kato
Jalan yang hampir kosong terlihat setelah pemerintah mengumumkan darurat negara menyusul penyebaran penyakit virus corona (COVID-19) di distrik hiburan dan perbelanjaan Kabukicho, di Tokyo, Jepang, Senin (13/4/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Issei Kato

"Kami telah mempertahankan pertempuran selama lebih dari tiga bulan," kata Fujitani di sela-sela harinya yang sibuk di rumah sakit.

"Saya pikir ada pekerja medis yang sudah merasa stres berat. Mulai sekarang, itu juga menjadi tantangan bagi kami, meringankan stres mereka dan tetap berjuang," sambungnya seperti dikutip Reuters.

Perdana Menteri Shinzo Abe diperkirakan akan memperpanjang keadaan darurat Jepang hingga akhir Mei, di mana restoran dan toko telah diminta untuk tutup dan orang-orang akan tinggal di rumah sebagai upaya untuk menghentikan mata rantai penyebaran virus corona.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. [AFP/Kazuhiro Nogi]
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. [AFP/Kazuhiro Nogi]

Kasus virus corona yang dilaporkan di Jepang mencapai 15.000 dan lebih dari 500 orang meninggal dunia. Secara global, lebih dari 246.000 orang telah meninggal akibat virus ini.

Fujitani berharap perpanjangan status darurat akan membantu menghentikan laju penularan virus, dan pemerintah menjaga persediaan perlengkapan dan APD yang memadai bagi tenaga medis, seperti masker N95 dan gaun plastik.

Baca Juga: Penyebaran Corona Belum Reda, Jepang Perpanjang Status Darurat Nasional

"Kami sedang menghadapi situasi di mana kami tidak tahu kapan N95 mungkin menjadi langka. Jika fasilitas lain terjangkit wabah atau prefektur lainnya mulai menggunakan lebih banyak masker tersebut, sarana kami untuk mendapatkannya akan menjadi terbatas," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI