Array

Sistem Kesehatan Kolaps, Petugas Medis Yaman Kesulitan Perangi COVID-19

Syaiful Rachman Suara.Com
Senin, 04 Mei 2020 | 22:10 WIB
Sistem Kesehatan Kolaps, Petugas Medis Yaman Kesulitan Perangi COVID-19
Petugas di Yaman menyemprotkan disinfektan di jalan. [BBC]

Ini masih jauh dari ribuan ventilator yang dimiliki atau diproduksi oleh negara-negara maju.

Tamuna Sabadze, dari Komite Penyelamatan Internasional, mengatakan bahwa dari semua skenario, yang paling mungkin terjadi adalah Yaman membutuhkan setidaknya 18.000 tempat tidur perawatan intensif.

"Dan bahkan jika Anda mendapatkan ventilator, Anda tidak dapat menjalankannya jika Anda tidak memiliki pasokan listrik - sering kali tidak ada generator atau, jika ada, tidak ada bahan bakar untuk menjalankannya."

Tempat-tempat padat

Sejauh ini, Yaman beruntung - tercatat hanya ada sejumlah kasus di negara itu.

Kasus pertama tercatat di provinsi Hadramaut. Lima kasus lainnya terjadi di Aden, menurut komisi darurat yang bertugas memantau pandemi.

WHO mengatakan semua pelacakan kontak yang diperlukan dilakukan.

Sebanyak 177 orang diawasi - termasuk 36 yang dianggap berisiko tinggi. Tetapi tidak ada ahli yang berharap itu berakhir di sana.

Selain kurangnya peralatan, ada kekhawatiran tentang kesadaran kesehatan masyarakat - atau lebih tepatnya kurangnya kesadaran kesehatan masyarakat.

Dengan melemahnya pemerintah karena perang, tidak ada pesan pencegahan yang kuat yang dikeluarkan oleh pihak berwenang seperti di negara lain.

Baca Juga: Lockdown Dilonggarkan, 85 Juta Warga China Berwisata

Sebagian besar bersifat budaya, kata Dr. Hasel.

"Orang-orang Yaman berkumpul di kerumunan dan paar kami - khususnya pasar khat (stimulan herbal yang populer di Yaman) - penuh dan jalanan sangat sempit. Bahkan fasilitas kesehatan dipadati orang-orang.

"Semua ini membuat penerapan jaga jarak terkendala."

Lalu ada masalah perbatasan yang keropos, tambahnya.

"Yaman memiliki banyak imigran Afrika yang masuk secara ilegal dan mereka berisiko terhadap kesehatan masyarakat jika mereka tidak diperiksa atau diawasi. Ada juga ekspatriat Yaman di negara-negara tetangga yang diselundupkan bolak-balik melintasi perbatasan. Mereka membawa risiko juga.

"Mungkin salah satu dari mereka memiliki virus corona dan kemudian bercampur dengan masyarakat umum dan tidak ada yang tahu tentang itu."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI