Terungkap! Pasien Pertama Corona di Prancis Terpapar Sejak Desember 2019

Bangun Santoso

Kamis, 07 Mei 2020 | 08:14 WIB
Terungkap! Pasien Pertama Corona di Prancis Terpapar Sejak Desember 2019
Pasien pertama virus corona di Prancis terdeteksi telah ada sejak Desember 2019, di mana dunia fokus terhadap Wuhan

Suara.com - Seorang pasien yang dirawat di sebuah rumah sakit dekat Paris pada tanggal 27 Desember karena diduga pneumonia, ternyata terkena virus corona, menurut dokter yang merawat.

Ini berarti virus corona kemungkinan ada di Eropa hampir sebulan lebih awal dari perkiraan sebelumnya.

Dr Yves Cohen mengatakan tes yang diambil saat itu dan baru-baru ini dites kembali. Hasilnya positif Covid-19.

Pasien yang telah sembuh tersebut mengatakan dirinya tidak menyadari di mana dia terkena virus itu karena tidak melakukan perjalanan ke luar negeri.

Mengetahui kasus pertama adalah kunci dalam memahami penyebaran virus.

Organisasi Kesehaan Dunia (WHO) menyatakan kemungkinan akan semakin banyak kasus-kasus yang kemudian diketahui terjadi sebelumnya.

Juru bicara WHO, Christian Lindmeier mendorong berbagai negara untuk memeriksa catatan kasus sejenis agar mendapatkan gambaran yang lebih jelas terkait wabah ini.

Kementerian kesehatan Perancis mengatakan kepada BBC bahwa pemerintah mendapatkan konfirmasi kasus itu dan akan mempertimbangkan untuk melakukan penyelidikan lanjutan jika memang diperlukan.

Perancis bukanlah satu-satunya negara yang menemukan tes yang dilakukan dan kemudian menunjukkan kasus Covid-19 telah terjadi sebelumnya.

baca juga

Dua minggu lalu, otopsi di California mengungkapkan kematian terkait corona di Amerika Serikat terjadi satu bulan lebih awal dari pada perkiraan sebelumnya.

Siapa orang pertama yang memicu wabah virus corona? Mengerahkan 'detektif', cara Singapura melacak kasus virus corona Mudik dan perjalanan antarwilayah tetap dilarang, kecuali untuk tiga kelompok masyarakat

Tertular dari istri yang bekerja di bandara

Dr Cohen, ketua unit gawat darurat di rumah sakit Avicenne dan Jean-Verdier di dekat Paris mengatakan pasien kasus pertama yang dimaksud adalah pria berumur 43 tahun dari Bobigny, timur laut Paris.

Dia mengatakan kepada BBC bahwa pasien tersebut terinfeksi sekitar tanggal 14 -22 Desember, karena gejala virus corona baru muncul lima sampai 14 hari kemudian.

Amirouche Hammar masuk rumah sakit pada tanggal 27 Desember karena mengalami batuk kering, demam dan sulit bernafas – gejala yang kemudian diketahui sebagai indikasi utama virus corona.

Ini berarti empat hari sebelum kantor WHO China mengumumkan kasus pneumonia yang tidak diketahui penyebabnya diketahui terjadi di kota Wuhan, China.

Hammar mengatakan kepada media Perancis, BFMTV bahwa dirinya tidak pernah meninggalkan Perancis sebelum sakit.

Dr Cohen mengatakan dua dari anak pasiennya juga sakit, sementara istrinya tidak memperlihatkan gejala apapun.

Tetapi Dr Cohen menekankan istri pasien bekerja di toko serba ada di dekat bandara Charles de Gaulle dan kemungkinan dia kontak dengan orang-orang yang baru kembali dari China.

Istri pasien itu mengatakan “seringkali pelanggan datang langsung dari bandara, masih membawa koper mereka”.

“Kami berpikir kemungkinan dia seseorang yang tidak menunjukkan gejala,” kata Dr Cohen.

Perhatian ke Wuhan, penyebaran penyakit tidak terawasi di Eropa - Analisa wartawan kesehatan BBC Michelle Roberts

Apakah virus corona memang sudah ada di Eropa sejak akhir tahun 2019, beberapa minggu sebelum diketahui secara resmi dan dinyatakan sebagai ancaman disana?

Ini adalah pemikiran yang muncul setelah dokter Perancis merawat pasien di Paris dengan seluruh gejala corona beberapa waktu sebelum Natal.

Apakah ini mengubah pengetahuan kita? Memang terdapat kemungkinan hasil tes sebuah kesalahan, sehingga tidak mengubah apapun.

Tetapi jika benar, ini berarti penyebaran penyakit tidak terawasi di Eropa sementara seluruh perhatian dipusatkan ke Wuhan China.

Tentu saja laboratorium di Eropa yang memiliki sampel dari pasien dengan gejala serupa sekitar periode itu berkeinginan untuk melakukan tes virus corona untuk lebih meneliti apa yang dapat dipelajari lebih lanjut terkait penyakit baru ini. mengungkapkan penyakit baru ini.

Transmisi di Eropa

Sampai sekarang yang kita anggap sebagai tiga kasus pertama Perancis terkonfirmasi pada tanggal 24 Januari.

Dua orang dari mereka pernah mengunjungi Wuhan – tempat wabah pertama kali diketahui muncul – orang ketiga adalah anggota keluarga mereka.

Tes positif Hammar mengisyaratkan virus sudah ada di Perancis jauh sebelumnya.

Transmisi pertama dari manusia ke manusia di dalam Eropa sampai sekarang diketahui terjadi antara seorang pria Jerman yang terinfeksi rekannya warga China yang mengunjungi Jerman dari tanggal 19 – 22 Januari.

Rowland Kao, profesor epidemiologi hewan dan ilmu data di University of Edinburgh, mengatakan jika terkonfirmasi, maka kasus Hammar menggarisbawahi kecepatan infeksi dari tempat yang seperti jauh, ke tempat lain dunia.

"Ini berarti waktu bagi kita untuk melakukan pengkajian dan pengambilan keputusan menjadi sangat pendek,” kata Prof. Kao.

Bagaimana kasus baru diketahui?

Dr Cohen mengatakan kepada BBC bahwa dirinya berpikir untuk memeriksa semua pasien di UGD yang diduga terkena pneumonia antara tanggal 2 Desember sampai 16 Januari.

Dia menemukan 14 pasien dengan hasil tes negatif radang paru-paru. Dia mencairkan sampel beku dan mengetes untuk mengetahui apakah terdapat Covid-19.

Dia mengatakan dari 14 sampel, satu buah positif Covid-19. Tes kedua pada sampel yang sama juga memberikan hasil positif. Dia menambahkan pemindaian dada pasien juga sejalan dengan gejala Covid-19.

Laporan lengkapnya akan dikeluarkan minggu ini dan akan diterbitkan International Journal of Antimicrobial Agents, kata Dr Cohen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Obat Pengencer Darah Bisa Obati Pasien Corona Covid-19, Ini Temuan Peneliti

Obat Pengencer Darah Bisa Obati Pasien Corona Covid-19, Ini Temuan Peneliti

Health | Kamis, 07 Mei 2020 | 07:34 WIB

Kabar Baik, Peneliti Italia Klaim Temukan Vaksin Covid-19 Pertama di Dunia

Kabar Baik, Peneliti Italia Klaim Temukan Vaksin Covid-19 Pertama di Dunia

Tekno | Kamis, 07 Mei 2020 | 07:30 WIB

Paulo Dybala Telah Sembuh dari Virus Corona

Paulo Dybala Telah Sembuh dari Virus Corona

Bola | Kamis, 07 Mei 2020 | 05:42 WIB

Korban Tewas Covid-19 di AS Lampaui 70.000 Orang

Korban Tewas Covid-19 di AS Lampaui 70.000 Orang

News | Kamis, 07 Mei 2020 | 05:27 WIB

Cerita Sopir Ambulans DKI: Tiap Hari Masih Antar Puluhan Jenazah Covid-19

Cerita Sopir Ambulans DKI: Tiap Hari Masih Antar Puluhan Jenazah Covid-19

News | Kamis, 07 Mei 2020 | 04:05 WIB

Pengidap Penyakit Jantung Rentan Tertular Corona Covid-19? Ini Kata Dokter

Pengidap Penyakit Jantung Rentan Tertular Corona Covid-19? Ini Kata Dokter

Health | Kamis, 07 Mei 2020 | 04:30 WIB

Menyedihkan, Kisah Tenaga Medis Kesulitan Memperoleh Tes Covid-19

Menyedihkan, Kisah Tenaga Medis Kesulitan Memperoleh Tes Covid-19

Health | Kamis, 07 Mei 2020 | 05:00 WIB

Terkini

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 23:52 WIB

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 23:46 WIB

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 23:41 WIB

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:35 WIB

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:21 WIB

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 23:05 WIB

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:47 WIB

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 22:44 WIB

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:26 WIB

×