facebook
Cek Fakta

Cek Fakta adalah bagian dari produk jurnalistik yang dikerjakan khusus oleh tim redaksi Suara.com dengan metode tersendiri. Selangkapnya di sini

CEK FAKTA: Benarkah Umat Islam di Arab Banyak yang Murtad Gegara Covid-19?

Rendy Adrikni Sadikin | Husna Rahmayunita
CEK FAKTA: Benarkah Umat Islam di Arab Banyak yang Murtad Gegara Covid-19?
Unggahan soal umat islam di Arab banyak yang murtad karena covid-19. (turnbackhoax.id)

Beredar klaim menyebutkan banyak umat islam di Arab Saudi yang murtad akibat wabah corona.

Suara.com - Beredar klaim yang menyebutkan bahwa banyak umat islam di Arab Saudi yang murtad akibat wabah virus corona baru atau covid-19.

Klaim tersebut muncul dalam sebuah unggahan video YouTube berjudul "Massyaallah pembukaan gereja di Makkah".

Video itu kemudian dibagikan ulang oleh pemilik akun Facebook Rustam Bolaang belum lama ini.

Dalam unggahannya, akun tersebut  menyertakan narasi berbunyi:

Baca Juga: Masih Dibayangi Pandemi, Ford Bakal Buka Gembok Pabrik 10 Hari Lagi

"Puji Tuhan, setelah adanya virus Covid-19, Umat Islam Arab banyak yang murtad".

Unggahan soal umat islam di Arab banyak yang murtad karena covid-19. (turnbackhoax.id)
Unggahan soal umat islam di Arab banyak yang murtad karena covid-19. (turnbackhoax.id)

Lantas benarkah umat islam di Arab banyak yang murtad karena covid-19?

Penjelasan

Hasil penelusuran turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, klaim tersebut dipastikan tidak benar.

Sebabnya, sumber menuliskan narasi dengan menyertakan video yang salah dan tidak ada kaitannya dengan wabah virus corona.

Baca Juga: Merasa Lebih Lelah saat WFH? Ini 4 Sebabnya!

Video berjudul "Massyaallah pembukaan gereja di Makkah" ternyata bukan menampilkan kejadian di Makkah melainkan di Abu Dhabi.

Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Komentar