Banyak PNS Dapat Bansos, Kantor Wali Nagari di Pessel Ditutup Paksa Warga

Chandra Iswinarno | Suara.com

Sabtu, 09 Mei 2020 | 16:50 WIB
Banyak PNS Dapat Bansos, Kantor Wali Nagari di Pessel Ditutup Paksa Warga
Kondisi Kantor Wali Nagari Kambang Utara-Pessel dipalang warga setempat. [Klikpositif.com]

Suara.com - Pendistribusian bantuan langsung tunai (BLT) Covid-19 yang menjadi polemik akhir-akhir ini terus menjadi kontroversi. Puncaknya terjadi di wilayah Kenagarian Kambang Utara, Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat (Sumbar) pada Sabtu (10/5/2020).

Kantor Wali Nagari Kambang Utara ditutup paksa oleh warga. Aksi tersebut dilakukan karena warga menilai ada pembagian yang tidak adil.

"Ya dipalang, karena warga menilai pembagian bantuan tidak adil. Dan banyak PNS yang dapat," ungkap seorang warga di sekitar kantor wali nagari yang enggan menyebutkan namanya saat ditemui Klikpositif.com-jaringan Suara.com usai warga bubarkan diri.

Aksi penutupan paksa kantor tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Banyak warga yang datang melakukan aksi tersebut, karena menilai penyaluran bantuan di nagari tersebut tidak tepat sasaran, setelah penyaluran BLT provinsi melalui Pos.

"Ya, warga menolak karena di nagari ini. PNS dapat juga. Padahal, petani yang hidupnya susah tidak dapat. Maka, warga tidak menerima," katanya.

Sementara itu, warga lainnya juga mengungkapkan hal serupa. Warga tersebut juga mengemukakan, pada Senin (11/5//2020) akan ada aksi demo besar-besaran.

"Senin besok, warga telah sepakat untuk demo. Dan kami meminta, bantuan ini harus merata dan harus adil. Jangan PNS dapat juga."

Sementara itu, Camat Lengayang Zoni Eldo mengaku sudah mendapat laporan aksi penyegelan kantor nagari tersebut. Namun, sejauh ini, pihaknya belum mengetahui titik persoalannya.

"Ya, kita baru dapat kabar. Dan ini, akan segera kita tinjau,"ungkanya.

Ia mengaku, dapat laporan langsung dari Ketua Badan Musyawarah (Bamus) dan Wali Nagari setempat. Dan pihaknya, akan segera meninjau.

"Mungkin, hari ini akan kita tinjau. Dan wali nagari sudah melapor ke Polsek," tutupnya.

Sementara dari pantauan Klikpositif.com, hingga pukul 13.00 WIB kondisi kantor tersebut masih terpalang. Warga memalang pada bagian pintu masuk dan membuat tulisan sebagai pesan "Jangan Di Bukak".

Penelusuran Klikpositif.com, pihak nagari tidak menempel data penerima JPS Pemprov Sumbar, walaupun sudah ada intruksi dari Gubernur Sumbar Irwan Prayitno untuk menempel data agar transparan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wali Kota Bima Arya Bongkar Cara Praktik Korupsi Pembagian Bansos Warganya

Wali Kota Bima Arya Bongkar Cara Praktik Korupsi Pembagian Bansos Warganya

Jabar | Sabtu, 09 Mei 2020 | 15:00 WIB

Tanpa Pengawasan DInkes, Pembagian BLT di Wates Abaikan Protokol Kesehatan

Tanpa Pengawasan DInkes, Pembagian BLT di Wates Abaikan Protokol Kesehatan

Jogja | Sabtu, 09 Mei 2020 | 13:10 WIB

Viral Pembagian BLT di Wates Warga Berkerumun, Netizen Dibuat Geram

Viral Pembagian BLT di Wates Warga Berkerumun, Netizen Dibuat Geram

Jogja | Sabtu, 09 Mei 2020 | 12:28 WIB

Pernah Terdata dalam Keluarga Tak Mampu, Guru SD Ini Kembalikan Bansos

Pernah Terdata dalam Keluarga Tak Mampu, Guru SD Ini Kembalikan Bansos

News | Sabtu, 09 Mei 2020 | 00:08 WIB

Empat Warga Telah Meninggal Masuk Daftar Penerima Bansos, Hebohkan Pasaman

Empat Warga Telah Meninggal Masuk Daftar Penerima Bansos, Hebohkan Pasaman

News | Jum'at, 08 Mei 2020 | 23:40 WIB

Terkini

Ribuan Pil Berbahaya Disita dari Tiga Lokasi di Tanah Abang, Tiga Pengedar Diringkus

Ribuan Pil Berbahaya Disita dari Tiga Lokasi di Tanah Abang, Tiga Pengedar Diringkus

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 10:18 WIB

Jokowi Akan Keliling Indonesia, Pengamat Nilai Ada Target Politik 2029

Jokowi Akan Keliling Indonesia, Pengamat Nilai Ada Target Politik 2029

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:21 WIB

Kebakaran di Warakas Hanguskan Dua Rumah, 9 Penghuni Selamat

Kebakaran di Warakas Hanguskan Dua Rumah, 9 Penghuni Selamat

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 08:52 WIB

Indonesia Ingin Belajar Strategi China soal Pengentasan Kemiskinan

Indonesia Ingin Belajar Strategi China soal Pengentasan Kemiskinan

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 08:15 WIB

Polda DIY Selidiki Dugaan Pembubaran Ibadah Jemaat GMS di Bantul

Polda DIY Selidiki Dugaan Pembubaran Ibadah Jemaat GMS di Bantul

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 07:35 WIB

Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri

Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 22:54 WIB

Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia

Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:56 WIB

Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan

Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:43 WIB

Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump

Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:29 WIB

Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online

Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:00 WIB