Kronologi Satu Keluarga di Bantaeng Sekap dan Bunuh Kerabat Sendiri

Bangun Santoso | Suara.com

Senin, 11 Mei 2020 | 08:11 WIB
Kronologi Satu Keluarga di Bantaeng Sekap dan Bunuh Kerabat Sendiri
Suasana proses penangkapan di rumah terduga pelaku pembunuhan di Desa Pattaneteang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. FOTO/Humas Polres Bantaeng.

Suara.com - Aksi penangkapan satu keluarga yang terdiri dari 14 orang di Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan berjalan dramatis. Sempat terjadi negosiasi hingga polisi akhirnya merangsek menangkap para pelaku hingga mendapati satu orang korban meninggal usai dibunuh.

Diketahui, satu orang korban tewas bernama Rosmini, perempuan 18 tahun. Aksi pembunuhan oleh satu keluarga itu diduga dilatarbelakangi 'siri' atau malu atas hubungan gelap sesama keluarga.

"Hasil sementara dari pemeriksaan bahwa korban dibunuh karena kasus siri. Korban diduga berhubungan badan dengan lelaki berinsial U yang merupakan sepupunya," kata Kapolres Bantaeng AKBP Wawan Sumantri sebagaimana dilansir Antara, Minggu (10/5/2020).

Dari keterangan diperoleh, insiden berdarah itu terjadi pada Sabtu (9/5/2020). Di mana dalam rumah korban ada 14 orang, terdiri dari ayah, ibu, saudara dan ipar serta korban. Sedangkan tiga lainnya masing-masing kerabatnya berinisal U, E, I.

Sembilan lainnya adalah keluarga korban masing-masing berinisial DG (50) ayah korban, A (50) ibu korban, RD (30), HD (28), ND (21), AD (20), SD (14) adalah saudara, AJ (40) dan RA ipar korban. Sedangkan tiga lainnya adalah korban penyekapan oleh terduga pelaku saat berada di rumah korban.

Dari hasil olah TKP, korban meninggal dengan cara dipukuli kayu dan dibacok dengan golok, hingga korban berlumuran darah dan akhirnya tewas kehabisan darah.

Dua orang diduga menjadi eksekutor pembunuhan yakni kakak korban R (30) dan S (20).

Penangkapan Berjalan Dramatis

Suasana proses penangkapan di rumah terduga pelaku pembunuhan di Desa Pattaneteang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. FOTO/Humas Polres Bantaeng.
Suasana proses penangkapan di rumah terduga pelaku pembunuhan di Desa Pattaneteang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. FOTO/Humas Polres Bantaeng.

Pada Sabtu (9/5/2020), sekitar pukul 13.00 WITA laporan masuk di polsek setempat, ada warga di Desa Pattaneteang, Kecamatan Tompobulu, Bantaeng, sedang mengamuk kesurupan di dalam rumah. Selanjutnya, Kapolsek Tompobulu bersama tim ke lokasi meminta orang di dalam rumah keluar, namun tidak ditanggapi.

Karena tidak merespon bahkan terkesan melawan, polisi akhirnya menembakkan gas air mata ke jendela kaca rumah kayu panggung tersebut, peristiwa itu pun menjadi perhatian warga sekitar untuk melihat proses evakuasi. Penghuni rumah pun tidak bergeming dan tetap bertahan di dalam rumah.

Karena dianggap genting, Kapolsek Tompobulu akhirnya berkoordinasi dengan melaporkan kasus itu ke Kapolres Bantaeng, ada orang kesurupan dan menyekap warga setempat. Tiba di lokasi, Kapolres mencoba melakukan tindakan presuasif agar tidak ada kekerasan bahkan memanggil ustasd dan tokoh agama untuk membantu tapi tidak diberi ruang.

Hingga akhirnya mengerahkan kekuatan Polres dan Dandim termasuk menyediakan tenaga medis dan ambulans sebagai salah satu protokol kesehatan ditengah pandemi COVID-19. Beruntung, saat proses negosiasi, salah satu korban penyekapan berinisal I, berhasil meloloskan diri. Hingga akhirnya menceritakan ada pembunuhan di dalam rumah tersebut.

Para terduga pelaku di dalam mulai terdesak dan meminta agar seluruh warga bubar. Warga pun mulai beranjak jauh dari lokasi, tapi mereka tetap tidak mau keluar, hingga akhirnya dilakukan langkah preventif, mengerahkan pasukan untuk masuk ke dalam rumah mendesak mereka dikeluarkan paksa.

Seluruh terduga pelaku berhasil diamankan lalu dipaksa naik ke mobil polisi. Sedangkan sandera U, Dan E yang mengalami luka serius pada bagian kepala ditangani tim medis. Tim kemudian masuk ke dalam rumah dan menemukan jasad Rosmini sudah berlumuran darah, selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk ditindaklanjuti penanganannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Drama Hubungan Gelap Berujung Pembunuhan di Bantaeng, 1 Keluarga Ditangkap

Drama Hubungan Gelap Berujung Pembunuhan di Bantaeng, 1 Keluarga Ditangkap

News | Senin, 11 Mei 2020 | 08:00 WIB

Detik-detik Penangkapan Satu Keluarga Pembunuh Anak, Diduga Pesugihan

Detik-detik Penangkapan Satu Keluarga Pembunuh Anak, Diduga Pesugihan

News | Minggu, 10 Mei 2020 | 15:43 WIB

Pembunuhan Peneliti Covid-19, Muncul Teori Konspirasi hingga Cinta Segitiga

Pembunuhan Peneliti Covid-19, Muncul Teori Konspirasi hingga Cinta Segitiga

News | Minggu, 10 Mei 2020 | 10:34 WIB

Diperkosa saat Pingsan lalu Dibunuh, Mayat Elvina Baru Dimasukkan ke Kardus

Diperkosa saat Pingsan lalu Dibunuh, Mayat Elvina Baru Dimasukkan ke Kardus

News | Sabtu, 09 Mei 2020 | 03:20 WIB

Mayat Wanita dalam Kardus, Elvina Dibunuh 2 Napi Cabul Program Asimilasi

Mayat Wanita dalam Kardus, Elvina Dibunuh 2 Napi Cabul Program Asimilasi

News | Jum'at, 08 Mei 2020 | 23:13 WIB

Mayat dalam Kardus, Eks Pacar Dibantu Ibunya saat Eksekusi Nyawa Elvina

Mayat dalam Kardus, Eks Pacar Dibantu Ibunya saat Eksekusi Nyawa Elvina

News | Jum'at, 08 Mei 2020 | 17:22 WIB

8 Fakta Baru Pembunuhan Elvina yang Mayatnya Ditemukan dalam Kardus

8 Fakta Baru Pembunuhan Elvina yang Mayatnya Ditemukan dalam Kardus

News | Jum'at, 08 Mei 2020 | 14:03 WIB

Terkini

KSPI Boikot May Day di Monas, Tagih Janji Presiden soal RUU PPRT

KSPI Boikot May Day di Monas, Tagih Janji Presiden soal RUU PPRT

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:05 WIB

Gubernur Pramono Lantik Serentak 11 Pejabat DKI: Syafrin Liputo Resmi Jadi Wali Kota Jaksel

Gubernur Pramono Lantik Serentak 11 Pejabat DKI: Syafrin Liputo Resmi Jadi Wali Kota Jaksel

News | Rabu, 15 April 2026 | 19:03 WIB

Drama 13 Hari Siswi SMK Bekasi Hilang Usai Diusir Ibu, Berhasil Dilacak Lewat Sinyal HP

Drama 13 Hari Siswi SMK Bekasi Hilang Usai Diusir Ibu, Berhasil Dilacak Lewat Sinyal HP

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:58 WIB

Bukan Cuma Fisik, Chat Mesum Termasuk Kekerasan Seksual: Pakar Soroti Kasus Mahasiswa UI

Bukan Cuma Fisik, Chat Mesum Termasuk Kekerasan Seksual: Pakar Soroti Kasus Mahasiswa UI

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:44 WIB

Tuduh Jubir KPK Sebar Fitnah Soal Sitaan Barang, Faizal Assegaf Lapor ke Dewas

Tuduh Jubir KPK Sebar Fitnah Soal Sitaan Barang, Faizal Assegaf Lapor ke Dewas

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:39 WIB

Aktivis Sambut Seruan Dasco: Persatuan Nasional Lebih Krusial daripada Opini Disharmoni

Aktivis Sambut Seruan Dasco: Persatuan Nasional Lebih Krusial daripada Opini Disharmoni

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:35 WIB

Solusi Macet Jakarta? DKI Bangun Flyover Latumenten dan Bintaro Puspita Hingga 2030

Solusi Macet Jakarta? DKI Bangun Flyover Latumenten dan Bintaro Puspita Hingga 2030

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:30 WIB

Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah

Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:30 WIB

Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan

Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:20 WIB

Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!

Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:20 WIB