Anies Baswedan Laporkan Kasus Corona, Ferdinand: Prestasi Atau Kegagalan?

Selasa, 12 Mei 2020 | 13:42 WIB
Anies Baswedan Laporkan Kasus Corona, Ferdinand: Prestasi Atau Kegagalan?
Politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean di Puri Cikeas, Bogor. (Suara.com/Rambiga)

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melaporkan kasus corona di wilayah DKI Jakarta yang diduga tidak sesuai dengan jumlah di lapangan. Ia memperkirakan jumlahnya mencapai 40 hingga 80 ribu kasus, tidak seperti yang diumumkan pemerintah pusat.

Namun, hal tersebut memantik komentar dari sejumlah politikus tanah air. Salah satunya adalah Ferdinand Hutahaean, politikus yang aktif di jagat Twitter.

Lewat akun Twitter-nya @FerdinandHaean2, ia mempertanyakan langkah Anies Baswedan yang menurutnya berada di antara dua kemungkinan.

"Anies perkirakan kasus corona di DKI sebenarnya capai 40-80 ribu. Pertanyaan saya adalah, ini prestasi atau kegagalan?" tulisnya via Twitter.

Menurut Anies, yang selama ini diumumkan oleh pemerintah pusat kepada publik adalah hasil tes COVID-19. Sementara, jumlah keseluruhan kasus corona tidak disebutkan.

"Ada dua hal yang berbeda di sini, yakni kasus COVID-19 dan hasil tes. Apa yang ditampilkan ke publik adalah hasil tes," katanya saat diwawancarai wartawan The Sydney Morning Herald, James Massola, dalam tayangan di akun YouTube Pemprov DKI, Senin (11/5/2020).

Padahal, hasil tes sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dalam melakukannya. Apabila tes yang dilakukan pemerintah sedikit maka hasilnya juga sedikit, namun hal itu bukan berarti kasus corona di wilayah tersebut sedikit.

Menurutnya, bisa jadi angka kasus corona yang sebenarnya untuk wilayah DKI Jakarta adalah 40-80 ribu. Hal ini sesuai dengan Case Fatality Rate (CFR) atau tingkat kematian yang berkisar antara 5-10%.

Cuitan Ferdinand Hutahaean (Twitter).
Cuitan Ferdinand Hutahaean (Twitter).

"Bila CFR (case fatality rate/tingkat kematian) antara 5% sampai 10%, maka kasus yang sebenarnya mencapai 8 ribu atau 9 ribu. Oh, maaf, mungkin 40 ribu hingga 80 ribu," ujarnya.

Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Tak Pangkas Tunjangan Tenaga Medis Corona

Sementara itu, cuitan Ferdinand Hutahaean terkait hal tersebut langsung mengundang komentar dari warganet lainnya.

"Waduh, kalau ini benar, yang berbohong itu kan tim gugus tugas. Kalau ini salah, bisa termasuk hoaks dong. Negara kok dipimpin gerombolan anak-anak," kata akun @sigitmarjaya.

"Nah, ini yang jadi pertanyaan kita masyarakat DKI???" tulis @WMalohing. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI