Satpol PP Seret Pedagang di Pasar, Publik: Orang Kecil Selalu Tertindas

Reza Gunadha | Husna Rahmayunita | Suara.com

Selasa, 12 Mei 2020 | 16:02 WIB
Satpol PP Seret Pedagang di Pasar, Publik: Orang Kecil Selalu Tertindas
Video penertiban PKL di Pasar Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan. (Twitter)

Suara.com - Beredar video yang menampilkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terlibat baku hantam dengan pedagang. Insiden tersebut dilaporkan terjadi di Pasar Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan.

Dari rekaman yang dibagikan oleh pemilik akun Twitter @edimaha233 terlihat petugas satpol PP melakukan penertiban di lokasi

Namun, penertiban tersebut berlangsung ricuh seusai para pedagang menunjukkan penolakan.

Sejumlah petugas yang memakai seragam coklat dan kaus oranye tampak menyeret paksa pedagang keluar dari pasar.

Sedangkan, para pedagang melakukan perlawanan hingga terjadi baku hantam di area parkir.

Insiden tersebut kian menuai perhatian warga selepas diiringi suara teriakan dari beberapa pedagang perempuan.

Video penertiban PKL di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan. (Twitter)
Video penertiban PKL di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan. (Twitter)

Tak pelak, kejadian itu menjadi perbincangan di kalangan warganet. Banyak dari mereka yang menyesalkan tindakan petugas dan membandingkannya dengan penertiban kerumunan saat penutupan gerai McDonald's Sarinah.

Salah satunya pemilik akun @FalN*** yang kemudian memention Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Pak @aniesbaswedan atau rekan-rekan di @DKIJakarta.Mengapa ada perbadaan perlakuan antara rakyat kecil dan orang-orang berduit. McD Sarinah tidak sampai seperti ini. Apakah Pak @SatpolPP_DKI sudah tidur atau sedang i'tikaf ya. Hukum tumpul ke atas tapi tajam di bawah," tulisnya.

Sementara warganet lainnya memberikan sindiran kepada petugas Satpol PP yang dinilai kontra dengan rakyat kecil.

"He satpol PP kau jangan tebang pilih, mall besar kau biarkan karena mereka kasih kau upeti, cam kan itu..kau makan dari duit rakyat," kata @jaya***..

Adapun @eko_n9u***** mengatakan, "Orang kecil selalu tertindas..Dilindas".

Kasatpol PP Jaksel Buka Suara Kericuhan Penertiban Pasar Pondok Labu

Kepala Satpol PP Jakarta Selatan, Ujang Hermawan membantah adanya kericuhan saat penertiban pedagang kaki lima di Pasar Pondok Labu, Minggu (10/5).

Ujang mengatakan, penertiban tersebut dilakukan dalam rangka penegakan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sekaligus ketertiban umum. Ia membantah tudingan yang menyebut satpol PP telah bertinda arogan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ditegur Tak Pakai Masker, DPRD Pasaman Memaki-maki Petugas di Perbatasan

Ditegur Tak Pakai Masker, DPRD Pasaman Memaki-maki Petugas di Perbatasan

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 15:20 WIB

Penutupan McDonald's Sarinah Buat Kerumunan, Pemprov DKI Hanya Beri Teguran

Penutupan McDonald's Sarinah Buat Kerumunan, Pemprov DKI Hanya Beri Teguran

News | Senin, 11 Mei 2020 | 13:24 WIB

Klaim Tak Ada Kericuhan Saat Penertiban Pasar, Ini Kata Kasatpol PP Jaksel

Klaim Tak Ada Kericuhan Saat Penertiban Pasar, Ini Kata Kasatpol PP Jaksel

News | Senin, 11 Mei 2020 | 02:05 WIB

Diminta Pakai Masker, Pemotor Ini Malah Marah ke Petugas, Videonya Viral

Diminta Pakai Masker, Pemotor Ini Malah Marah ke Petugas, Videonya Viral

News | Minggu, 10 Mei 2020 | 17:26 WIB

Dipergok Warga Kunjungi Rumah Janda Larut Malam, Duda Ini Ngumpet di Loteng

Dipergok Warga Kunjungi Rumah Janda Larut Malam, Duda Ini Ngumpet di Loteng

News | Jum'at, 08 Mei 2020 | 23:17 WIB

Terkini

KAI Tutup 7 Titik Maut Perlintasan Liar di Jakarta, Ini Daftar Lokasinya

KAI Tutup 7 Titik Maut Perlintasan Liar di Jakarta, Ini Daftar Lokasinya

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:39 WIB

Segera Naik Sidang, KPK Limpahkan Perkara Bupati Pati Sudewo ke Tahap Penuntutan

Segera Naik Sidang, KPK Limpahkan Perkara Bupati Pati Sudewo ke Tahap Penuntutan

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:38 WIB

'Jangan Kaget Bunda, HP Sudah Dibuang ke Laut', Pesan Terakhir Andi Angga Sebelum Ditangkap Israel

'Jangan Kaget Bunda, HP Sudah Dibuang ke Laut', Pesan Terakhir Andi Angga Sebelum Ditangkap Israel

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:37 WIB

Menhan Sjafrie Sebut Manfaat Batalyon Teritorial Pembangunan: Tumpas Begal Hingga Jadi Imam Masjid

Menhan Sjafrie Sebut Manfaat Batalyon Teritorial Pembangunan: Tumpas Begal Hingga Jadi Imam Masjid

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:34 WIB

Mengapa Rupiah Melemah Bikin Warga Desa Ikut Susah? Menepis Logika 'Orang Desa Tak Pakai Dolar'

Mengapa Rupiah Melemah Bikin Warga Desa Ikut Susah? Menepis Logika 'Orang Desa Tak Pakai Dolar'

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:31 WIB

Siap Tempuh Jalur Hukum, Anak Ahmad Bahar Beberkan Detik-detik Dibawa Paksa ke Markas GRIB

Siap Tempuh Jalur Hukum, Anak Ahmad Bahar Beberkan Detik-detik Dibawa Paksa ke Markas GRIB

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:29 WIB

Bareskrim Periksa Bertahap 321 Tersangka Judi Online Jaringan Internasional di Hayam Wuruk

Bareskrim Periksa Bertahap 321 Tersangka Judi Online Jaringan Internasional di Hayam Wuruk

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:21 WIB

Dijual Ahli Waris, Begini Upaya UGM Selamatkan Rumah Bersejarah Prof Sardjito

Dijual Ahli Waris, Begini Upaya UGM Selamatkan Rumah Bersejarah Prof Sardjito

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:19 WIB

Polisi 'Nyicil' Periksa 321 Tersangka Judol Hayam Wuruk, Sehari Jatah 40 Orang

Polisi 'Nyicil' Periksa 321 Tersangka Judol Hayam Wuruk, Sehari Jatah 40 Orang

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:07 WIB

Poin Revisi UU HAM, Wamen HAM: Pembela HAM Tidak Bisa Dikriminalisasi

Poin Revisi UU HAM, Wamen HAM: Pembela HAM Tidak Bisa Dikriminalisasi

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:58 WIB