Peneliti Curiga Penurunan Jumlah Kasus Corona di Indonesia adalah Semu

Reza Gunadha

Selasa, 12 Mei 2020 | 17:10 WIB
Peneliti Curiga Penurunan Jumlah Kasus Corona di Indonesia adalah Semu
Ilustrasi (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)

Suara.com - Pemerintah mengklaim akan melakukan berbagai upaya untuk memenuhi pengadaan alat dan cairan reagen guna meraih sasaran 10.000 tes Covid-19 per hari.

Saat ini capaian tes pemerintah berkisar dari 3.000 sampai yang tertinggi 9.000, data tak konsisten yang disebut pakar epidemiologi membuat peneliti sulit memprediksi kapan puncak pandemi terjadi.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo menyatakan pemerintah sempat memeriksa lebih dari 9.000 spesimen per hari, yang mendekati target 10.000 tes per hari (08/05).

Penambahan kasus baru Covid-19 keesokan harinya (09/05) pun tercatat menjadi yang tertinggi di Indonesia, yakni 533 kasus.

Namun, Doni mengatakan, setelahnya itu, angka pengetesan turun, hingga ke rata-rata 4.000- 5.000 per hari.

Sejak hari Minggu (10/05) hingga Senin (11/05), pemerintah bahkan tercatat hanya mengetes sekitar 3,000 tes spesimen, baik melalui PCR maupun Tes Cepat Molekuler (TCM).

Padahal, menurut data gugus tugas, ada sekitar 280.000 PDP dan ODP yang perlu segera diperiksa.

Pakar epidemiologi Laura Navika mengatakan jumlah tes yang berkurang akan menyebabkan penambahan jumlah kasus terlihat menurun.

Namun, itu tak mencerminkan keadaan yang sebenarnya.

baca juga

"Jangan-jangan kasus menurun bukan karena memang riil menurun... Jangan-jangan per hari itu (di mana angka turun itu) memang tidak dilakukan pemeriksaan," kata Laura.

"Bisa jadi penurunan palsu. Akibatnya, orang awam bisa berpikir kasusnya mereda, dan bisa muncul keinginan untuk beraktivitas di luar."

Data pengetesan per hari yang tak konsisten ini, disebut laura akan berpengaruh pada prediksi puncak pandemi Covid-19 di Indonesia yang sempat diperkirakan akan terjadi bulan Mei hingga Juni.

"Ya jadi sulit diprediksi... Memang prediksi puncak pandemi itu berbasis data yang sudah dikumpulkan hari per hari. Jika ada kekacauan spesimen dan kualitas datanya tidak baik, itu akan memengaruhi kualitas prediksi," kata Laura.

"Prediksinya akan berubah, bergeser."

'Reagen langka'

Salah satu alasan jumlah tes belum konsisten per harinya adalah karena kelangkaan reagen, atau cairan yang digunakan untuk pengetesan Covid-19, di sejumlah daerah.

Di provinsi Kalimantan Tengah, yang jumlah angka positifnya sudah menembus angka 200, laboratorium Covid-19 bahkan belum berfungsi karena keterbatasan reagen.

Spesimen di provinsi itu pun terpaksa dikirim ke daerah lain, seperti Surabaya dan Jakarta yang mengakibatkan hasil tes baru diterima dalam waktu yang lama, yakni sekitar 10 hari ujar Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah, Suyuti.

"Masalah besar di kami, reagen primer yang terbatas. Kami alat PCR baru ada, tapi baru dalam tahap uji coba, jadi belum ada hasil resmi," katanya.

Sementara, di Papua, yang angka positifnya mencapai lebih dari 300 orang, laboratoriumnya hanya bisa memeriksa maksimal 150 spesimen per hari, ujar juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Papua Silwanus Sumule.

"Kami punya satu alat PCR, sekali jalan bisa dapat (memeriksa) 96 sampel. Tapi kami paksa alatnya karena banyaknya jumlah yang harus diperiksa, sehingga kami bisa dapat hasil tes 140-150 sampel per hari," katanya.

Ia mengatakan berharap pemerintah kembali mengirimkan alat PCR untuk Papua juga kelengkapan untuk menjalankan Tes Cepat Molekuler (TCM).

'Keterbatasan SDM'

Di sisi lain, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, menyampaikan hingga kini jumlah petugas laboratorium yang bertugas mengecek hasil tes PCR masih terbatas.

Ia mengatakan pihaknya berencana merekrut anggota TNI dan Polri untuk melakukan pengujian di rumah sakit tentara maupun Polri.

Doni mengatakan berharap petugas laboratorium bisa bekerja selama 24 jam setiap hari.

Saat ini, tambahnya, petugas di sejumlah laboratorium hanya bekerja pada hari kerja.

"Artinya dibagi menjadi paling tidak tiga shift, sehingga kemampuan pemeriksaan spesimen setiap hari di seluruh laboratorium mengalami peningkatan," katanya.

Selain itu, pentingnya petugas laboratorium yang cakap ditekankan oleh Ratih Asmana Ningrum, Manager Biosafety Level tiga di Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Ia mengatakan bekerja di laboratorium butuh keahlian dan pengetahuan yang spesifik termasuk penguasaan metode deteksi berbasis biologi molekuler.

Butuh juga pengetahuan terkait keamanan agar tidak terjadi infeksi di laboratorium.

"Kita menghadapi virus jenis baru, sehingga untuk biosafety dan biosecurity kita perlu menegakkan pemahaman yang sama dalam menghadapi virus ini," kata Ratih.

Test kit PCR buatan dalam negeri

Untuk memenuhi target sebanyak 10.000 tes, Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengatakan akan segera mendistribusikan PCR buatan dalam negeri.

"Untuk PCR, tes kit masih uji validasi dan registrasi. Setelah selesai akan dimulai produksi. Akhir bulan ini kita targetkan produksi 50.000. Katakanlah awal Juni bisa dipakai tes kit tersebut, ujarnya.

Meski begitu, Bambang mengatakan, reagen untuk alat itu masih harus diimpor.

Terkait kecukupan reagen, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan pemerintah telah mendatangkan satu juta lebih reagen untuk PCR dan sejumlah kelengkapan alat tes lainnya.

Selanjutnya, tambah Doni, kementerian kesehatan juga akan mengimpor lagi reagen dari Korea Selatan dan China.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pengurus Masjid Hilang Pemasukan saat PSBB: Biar Allah Cukupi di Akhirat

Pengurus Masjid Hilang Pemasukan saat PSBB: Biar Allah Cukupi di Akhirat

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 17:05 WIB

Begini Kondisi Sepatu dan Tas di Toko-toko Mal karena Tutup akibat Corona

Begini Kondisi Sepatu dan Tas di Toko-toko Mal karena Tutup akibat Corona

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 15:16 WIB

Balas Kritik Obama ke Trump soal Corona, Senat AS: Baiknya Dia Tutup Mulut

Balas Kritik Obama ke Trump soal Corona, Senat AS: Baiknya Dia Tutup Mulut

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 14:28 WIB

Apes! Tunjangan Hidup PNS Arab Saudi Dicabut Akibat Wabah Corona

Apes! Tunjangan Hidup PNS Arab Saudi Dicabut Akibat Wabah Corona

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 14:10 WIB

Sasar Orang Miskin, Corona Bukan Lagi 'Virus Orang Kaya'

Sasar Orang Miskin, Corona Bukan Lagi 'Virus Orang Kaya'

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 12:25 WIB

Wajibkan Pemakaian Masker, Prancis Tetap Larang Penggunaan Cadar

Wajibkan Pemakaian Masker, Prancis Tetap Larang Penggunaan Cadar

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 10:19 WIB

TKI saat Corona: Tak Digaji, PHK, hingga Tidur di Lemari

TKI saat Corona: Tak Digaji, PHK, hingga Tidur di Lemari

News | Senin, 11 Mei 2020 | 23:08 WIB

11 Ribu Warga Tewas Akibat Covid-19, Presiden Brasil Malah Main Jetski

11 Ribu Warga Tewas Akibat Covid-19, Presiden Brasil Malah Main Jetski

News | Senin, 11 Mei 2020 | 19:23 WIB

Terkini

Ulasan Cerpen Lotre dalam Buku Lotre dan Cerita-Cerita Lainnya

Ulasan Cerpen Lotre dalam Buku Lotre dan Cerita-Cerita Lainnya

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 14:30 WIB

4 Rekomendasi HP Rp2 Jutaan RAM 8 GB, Dilengkapi Kamera 108 MP dan Layar 120 Hz

4 Rekomendasi HP Rp2 Jutaan RAM 8 GB, Dilengkapi Kamera 108 MP dan Layar 120 Hz

Tekno | Minggu, 01 November 2026 | 14:23 WIB

Perbedaan Nasib Shio Naga Kayu dan Naga Air, Siapa yang Lebih Beruntung?

Perbedaan Nasib Shio Naga Kayu dan Naga Air, Siapa yang Lebih Beruntung?

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:20 WIB

5 Rekomendasi Serum Murah untuk Mengatasi Flek Hitam, Mulai Rp22 Ribuan

5 Rekomendasi Serum Murah untuk Mengatasi Flek Hitam, Mulai Rp22 Ribuan

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:17 WIB

Rayakan 20 Tahun The Black Parade, MCR Rilis Film Pendek Prelude to The End

Rayakan 20 Tahun The Black Parade, MCR Rilis Film Pendek Prelude to The End

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 14:15 WIB

Cara Memakai Sunscreen Powder agar Tidak Dempul dengan Bedak, Ini Tipsnya

Cara Memakai Sunscreen Powder agar Tidak Dempul dengan Bedak, Ini Tipsnya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:13 WIB

Banjir Rendam 15 Desa di Nagan Raya Aceh

Banjir Rendam 15 Desa di Nagan Raya Aceh

News | Minggu, 01 November 2026 | 14:05 WIB

Review Laut Bercerita: Ketika Luka Sejarah Menolak Tenggelam dalam Ingatan

Review Laut Bercerita: Ketika Luka Sejarah Menolak Tenggelam dalam Ingatan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 14:00 WIB

Ketua Ormas PP Siak Jadi Tersangka Kecelakaan Maut, Polisi Terbitkan Surat Penahanan

Ketua Ormas PP Siak Jadi Tersangka Kecelakaan Maut, Polisi Terbitkan Surat Penahanan

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 13:59 WIB

Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri

Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri

Jawa Tengah | Minggu, 01 November 2026 | 13:58 WIB

×