Soal Kritik Jamu Anti Covid-19, Presiden Madagaskar Buka Suara

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Kamis, 14 Mei 2020 | 16:40 WIB
Soal Kritik Jamu Anti Covid-19, Presiden Madagaskar Buka Suara
Presiden Madagaskar Andry Rajoelina (kiri) dan dan Dr Charles Andrianjara, Direktur Institut Malagasy des Recherches Appliquees (IMRA), berbicara kepada pers dalam acara peluncuran "Jamu Covid" di Antanarivo, Senin (20/4/2020). [AFP/Rijasolo]

Suara.com - Presiden Madagaskar Andry Rajoelina akhirnya buka suara soal kritikan yang dilayangkan untuk jamu penangkal Covid-19 dari negaranya.

Menyadur France24, Rajoelina menilai kritikan tersebut sebagai sikap merendahkan pengobatan tradisional Afrika.

Pun dirinya membandingkan jika penemu ramuan tersebut merupakan negara barat, respon yang ada pasti akan berbeda.

"Jika bukan dari Madagaskar, jika yang menemukan ramuan ini merupakan negara-negara Eropa, apakah akan muncul banyak keraguan? Saya rasa tidak," ujar Rajoelina.

Rajoelina juga menyebut, publik seharunya tidak meremehkan para ilmuwan Afrika.

"Saya pikir penyebabnya adalah (minuman) ini berasal dari Afrika dan mereka tidak bisa mengakui bahwa negara seperti Madagaskar, telah menemukan formula ini untuk menyelamatkan dunia," tambah Rajoelina.

Menanggapi keprihatinan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Rajoelina mengatakan, "tidak ada negara atau organisasi yang akan menghalangi kita untuk maju."

Obat herbal untuk Covid-19 (Twitter/Andry Rajoelina)
Obat herbal untuk Covid-19 (Twitter/Andry Rajoelina)

Alih-alih uji klinis, Rajoelina mengatakan ramuan penangkal Covid-19 merupakan 'obat tradisional yang telah ditingkatkan' dan mendapatkan 'pengamatan klinis' sesuai pedoman WHO.

Selepas dikenalkan ke publik dengan klaim dapat mencegah dan menyembuhkan infeksi virus corona, ramuan penangkal Covid-19 dari Madagaskar ini mendapat kritikan dari WHO lantaran dinilai khasiatnya belum terbukti secara klinis.

baca juga

Kepala WHO Afrika, Matshidiso Moeti, mengatakan pihaknya khawatir jika obat yang belum terbukti secara klinis ini malah akan menimbulkan orang-orang tersugesti kesadaran palsu, bahwa mereka kebal akan virus corona.

"Kami khawatir bahwa dengan menggembar-gemborkan produk ini sebagai langkah pencegahan malah membuat orang merasa aman-aman saja," kata Moeti, mengutip dari Reuters.

Menurut data dari Worldometers per Kamis (14/5), Madagaskar mencatat total infeksi Covid-19 sebanyak 212 kasus dengan nihil kematian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meski Dikritik WHO, Jamu Anti Covid-19 dari Madagaskar Tetap Diminati

Meski Dikritik WHO, Jamu Anti Covid-19 dari Madagaskar Tetap Diminati

News | Sabtu, 09 Mei 2020 | 15:09 WIB

Obat Herbal Covid-19 Bikinan Madagaskar Bikin Malaria Jadi Kebal, Bahaya!

Obat Herbal Covid-19 Bikinan Madagaskar Bikin Malaria Jadi Kebal, Bahaya!

Health | Kamis, 07 Mei 2020 | 19:10 WIB

Aksi Presiden Madagaskar Promosikan 'Jamu' Penangkal Corona Menuai Kritik

Aksi Presiden Madagaskar Promosikan 'Jamu' Penangkal Corona Menuai Kritik

News | Rabu, 06 Mei 2020 | 10:45 WIB

Terkini

3 Rekomendasi Sabun Mandi Non-SLS yang Ampuh Jaga Kelembapan Kulit, Bebas Iritasi!

3 Rekomendasi Sabun Mandi Non-SLS yang Ampuh Jaga Kelembapan Kulit, Bebas Iritasi!

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

Belajar dari Bungo: Saat Hutan Adat Jadi Benteng Pertahanan Alam

Belajar dari Bungo: Saat Hutan Adat Jadi Benteng Pertahanan Alam

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

Apakah Mustika Ratu Punya Sunscreen? Segini Harga dan Ulasan Penggunanya

Apakah Mustika Ratu Punya Sunscreen? Segini Harga dan Ulasan Penggunanya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

Ikhtiar Pramono Anung Putus Rantai Narkoba di Kampung Bahari

Ikhtiar Pramono Anung Putus Rantai Narkoba di Kampung Bahari

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:14 WIB

Saham TMPO Terbang 26 Persen, Influencer Timothy Ronald Kempit 1,26 Persen

Saham TMPO Terbang 26 Persen, Influencer Timothy Ronald Kempit 1,26 Persen

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 13:09 WIB

Cara Memilih Powerbank yang Bagus dan Baik 2026, Jangan Asal Lihat Kapasitas!

Cara Memilih Powerbank yang Bagus dan Baik 2026, Jangan Asal Lihat Kapasitas!

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 13:02 WIB

Jay Idzes Dapat Rapor Merah saat Comeback di Sassuolo, Jadi Pemain dengan Rating Terendah

Jay Idzes Dapat Rapor Merah saat Comeback di Sassuolo, Jadi Pemain dengan Rating Terendah

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 13:02 WIB

Bahas RUU Perampasan Aset, Jamdatun Ingatkan Risiko Kesewenang-Wenangan Negara

Bahas RUU Perampasan Aset, Jamdatun Ingatkan Risiko Kesewenang-Wenangan Negara

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:00 WIB

Menabung Tanpa Kehilangan Masa Muda: Bisakah Gen Z Temukan Keseimbangan?

Menabung Tanpa Kehilangan Masa Muda: Bisakah Gen Z Temukan Keseimbangan?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 13:00 WIB

Jelang IGA 2026, Kemendagri Dorong Pemda Jadikan Inovasi Sebagai Budaya Kerja

Jelang IGA 2026, Kemendagri Dorong Pemda Jadikan Inovasi Sebagai Budaya Kerja

News | Selasa, 03 November 2026 | 12:59 WIB

×