Jalin Kerja Sama dengan RS, Pemkot Surabaya Kerja Keras Tangani Covid-19

Fabiola Febrinastri

Kamis, 14 Mei 2020 | 17:57 WIB
Jalin Kerja Sama dengan RS, Pemkot Surabaya Kerja Keras Tangani Covid-19
Gedung Asrama. (Dok : Pemkot Surabaya)

Suara.com - Kerja keras Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam upaya menekan persebaran pandemi Covid-19 seperti tak ada habisnya. Selain getol melaksanakan rapid test massal di sejumlah wilayah, pemkot juga menjalin kerja sama dengan rumah sakit (RS) swasta untuk penambahan kapasitas bed di ruang isolasi.

Penambahan kapasitas bed di ruang isolasi ini dilakukan sebagai upaya untuk memutus mata rantai persebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas. Langkah konkret yang dilakukan Pemkot Surabaya itu rupanya juga diimbangi dengan dukungan dari dua rumah sakit swasta di Kota Pahlawan.

Dua rumah sakit rujukan itu adalah RS Husada Utama dan RS Siloam Hospitals Surabaya.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan, pemkot telah menjalin kerja sama dengan RS Husada Utama dalam menyiapkan tambahan untuk kapasitas bed di ruang isolasi perawatan pasien Covid-19. Menariknya, ruang pertemuan di rumah sakit itu dirombak menjadi tempat untuk perawatan pasien.

"Kita maksimalkan RS Husada Utama dulu dengan 200 bed, terus ada sisa 40 bed yang belum dimanfaatkan. Kita juga dibantu RS Siloam Hospitals 40 bed," katanya, Surabaya, Rabu (13/5/2020).

Namun demikian, rupanya Risma juga memikirkan alternatif lain, jika nantinya kapasitas bed di ruang isolasi rumah sakit itu tidak mampu menampung. Pemkot kemudian menjalin kerja sama dengan Asrama Haji Sukolilo dalam menyiapkan gedung untuk ruang observasi.

Gedung Asrama. (Dok : Pemkot Surabaya)
Gedung Asrama. (Dok : Pemkot Surabaya)

"Tapi kita upayakan di rumah sakit dulu, karena kita harus ekstra terutama tenaga medis," ujarnya.

Menurutnya, pemkot akan memaksimalkan ruang isolasi di rumah sakit sebelum menggunakan asrama haji, karena berkaitan dengan kebutuhan tenaga medis. Bagaimanapun jika di asrama haji, maka pemkot membutuhkan tenaga medis, bukan hanya perawat tapi juga dokter yang tetap stay di sana.

“Sementara di RSUD Soewandhie dan RSUD Bhakti Dharma Husada, untuk tenaga medis kewalahan. Memang ada dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia) kemarin siap membantu untuk itu (perawatan),” terangnya.

baca juga

Koordinator Bidang Pencegahan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan, asrama haji menjadi salah satu asrama observasi yang dipilih pemkot untuk alternatif perawatan. Nantinya, asrama itu bakal ditempati oleh orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).

"Totalnya berjumlah 198, yang menempati nanti ODP. Jadi aman digunakan untuk asrama observasi," kata Feny, sapaan lekatnya.

Tak hanya siap dalam menyediakan gedung untuk asrama observasi. Rupanya pemkot juga memikirkan sisi lain terkait perawatan warga yang akan tinggal sementara di sana.

Profil depan kamar. (Dok : Pemkot Surabaya)
Profil depan kamar. (Dok : Pemkot Surabaya)

Karenanya, pemkot juga menyiapkan petugas khusus untuk merawat dan menjaga warga yang melakukan observasi di asrama haji. Petugas khusus itu terdiri dari anggota Linmas, Satpol PP, perawat hingga dokter.

"Selama observasi nanti mereka diawasi oleh tim dokter. Ada penjagaan khusus," ujar Feny.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Sugianto pun menyambut baik gagasan yang diinisiasi Pemkot Surabaya itu. Bahkan, pihaknya mendukung penuh langkah konkret pemkot dalam upaya menekan persebaran Covid-19.

"Ini sebagai bentuk dukungan kami kepada pemerintah terhadap upaya penanganan Covid-19 dan ini semua gratis," kata Sugianto.

Maka dari itu, pihaknya telah menyiapkan dua gedung di asrama haji untuk ruang observasi warga Kota Surabaya yang berstatus ODP.

"Kami sudah menyiapkan dua gedung yang bersebelahan, tapi ada jarak pembatasnya. Masing-masing berkapasitas 24 kamar dua lantai, jadi total dua gedung itu ada 48 kamar,” katanya.

Akan tetapi, jika nantinya kebutuhan kamar observasi di asrama haji dinilai kurang, pihaknya memastikan telah menyiapkan opsi gedung lain yang berjauhan namun masih di area asrama.

“Kami sudah mengantisipasi, ada opsi (gedung) yang berjauhan tapi masih di asrama haji. Kami juga dibantu ibu wali kota terkait operasionalnya di dalam gedung ini, termasuk petugas kebersihan dan keamanan,” katanya.

Menurutnya, pengawasan terhadap ODP yang menjalani observasi, nantinya cukup ketat. Mereka yang tinggal sementara di asrama observasi tidak boleh meninggalkan jauh area gedung dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Mereka tidak boleh meninggalkan jauh dari area gedung, karena akses ke gedung ini ada pagarnya. Selain itu, mereka juga akan mendapat supply makan 3 kali sehari," terangnya.

Sugianto menekankan, penggunaan Asrama Haji Sukolilo sebagai ruang oservasi tidak mengganggu pelayanan ibadah haji, sebab penggunaan asrama haji untuk ruang isolasi sampai 10 Juni 2020.

Misalnya, kalau sewaktu-waktu perjalanan haji dibuka kembali, maka asrama bisa digunakan sebagaimana mestinya.

“Ada batas waktu maksimal penggunaan asrama haji untuk karantina ini sampai tanggal 10 Juni. Tapi saya, yakin mudah-mudahan tidak sampai tanggal itu,” ujarnya.

Akan tetapi, Sugianto menegaskan, bahwa orang yang menjalani observasi di asrama haji bukanlah pasien positif Covid-19 atau sakit. Mereka adalah keluarga yang terdampak.

Misalnya dalam satu keluarga ada yang positif Covid-19. Nah, keluarga lainnya yang dinyatakan ODP akan menjalani observasi di selama 14 hari di asrama haji. Sugianto, memastikan kepada masyarakat maupun pegawai di Asrama haji agar tidak perlu khawatir.

Ruang tidur. (Dok : Pemkot Surabaya)
Ruang tidur. (Dok : Pemkot Surabaya)

“Jadi yang dikirim di sini (asrama haji) bukan orang positif Covid-19 atau sakit, tapi orang yang diisolasi di sini adalah orang yang terdampak,” pungkasnya. (Adv)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Pakai Masker, Jokowi Terima Laporan BPK Semester II di Istana Merdeka

Tak Pakai Masker, Jokowi Terima Laporan BPK Semester II di Istana Merdeka

News | Kamis, 14 Mei 2020 | 17:21 WIB

Ilmuan: Sungai Amazon Bisa Jadi 'Zona Merah' Covid-19 Berikutnya

Ilmuan: Sungai Amazon Bisa Jadi 'Zona Merah' Covid-19 Berikutnya

News | Kamis, 14 Mei 2020 | 17:28 WIB

Badan POM Rilis Daftar Herbal Lokal yang Diharapkan Ampuh Lawan Covid-19

Badan POM Rilis Daftar Herbal Lokal yang Diharapkan Ampuh Lawan Covid-19

Health | Kamis, 14 Mei 2020 | 17:10 WIB

Mahasiswa Kedokteran Rusia Ogah Praktik di RS Rujukan Covid-19

Mahasiswa Kedokteran Rusia Ogah Praktik di RS Rujukan Covid-19

Health | Kamis, 14 Mei 2020 | 16:45 WIB

Ada Perkembangan Positif pada Tes Antibodi Virus Corona di Inggris

Ada Perkembangan Positif pada Tes Antibodi Virus Corona di Inggris

News | Kamis, 14 Mei 2020 | 16:40 WIB

Soal Kritik Jamu Anti Covid-19, Presiden Madagaskar Buka Suara

Soal Kritik Jamu Anti Covid-19, Presiden Madagaskar Buka Suara

News | Kamis, 14 Mei 2020 | 16:40 WIB

Terkini

Dukung Ratusan Ribu UMKM, Penyaluran KUR BRI Tembus Rp103,81 Triliun Pada 2026

Dukung Ratusan Ribu UMKM, Penyaluran KUR BRI Tembus Rp103,81 Triliun Pada 2026

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:27 WIB

Silent Skill Gap: Bahaya Lupa Cara Mikir Akibat AI

Silent Skill Gap: Bahaya Lupa Cara Mikir Akibat AI

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Dituding Tak Serius Bahas RUU Ketenagakerjaan, DPR Membantah

Dituding Tak Serius Bahas RUU Ketenagakerjaan, DPR Membantah

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:22 WIB

Infinix GT 50 Pro Resmi Jadi Perangkat Gaming di Kapolri Cup 2026, Speknya Sudah Pasti Juara!

Infinix GT 50 Pro Resmi Jadi Perangkat Gaming di Kapolri Cup 2026, Speknya Sudah Pasti Juara!

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:19 WIB

Investasi Hilirisasi Minerba Tembus Rp206,5 Triliun, ESDM: Ekonomi Mulai Bergeser dari Jawa

Investasi Hilirisasi Minerba Tembus Rp206,5 Triliun, ESDM: Ekonomi Mulai Bergeser dari Jawa

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:14 WIB

BRI Pacu Ketahanan Pangan hingga Kucurkan Kredit Rp10,7 Triliun

BRI Pacu Ketahanan Pangan hingga Kucurkan Kredit Rp10,7 Triliun

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:12 WIB

Diskon Biaya Layanan E-Commerce hingga 50 Persen untuk UMKM, Mendag Tekankan Transparansi

Diskon Biaya Layanan E-Commerce hingga 50 Persen untuk UMKM, Mendag Tekankan Transparansi

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:11 WIB

The End of Oak Street: Perjalanan Melintasi Waktu Dibalut Sensasi Teror Dinosaurus

The End of Oak Street: Perjalanan Melintasi Waktu Dibalut Sensasi Teror Dinosaurus

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:09 WIB

Jetour Hadirkan Empat Karakter SUV Berbeda untuk Ragam Kebutuhan Mobilitas

Jetour Hadirkan Empat Karakter SUV Berbeda untuk Ragam Kebutuhan Mobilitas

Otomotif | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:05 WIB

3 Rekomendasi Bedak Marcks untuk Perawatan Kulit Sensitif dan Jerawat

3 Rekomendasi Bedak Marcks untuk Perawatan Kulit Sensitif dan Jerawat

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:05 WIB

×