Kisah Firooza Omar, Perempuan Berhijab Menyusui Bayi-bayi Korban Perang

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 15 Mei 2020 | 19:17 WIB
Kisah Firooza Omar, Perempuan Berhijab Menyusui Bayi-bayi Korban Perang
Firooza Omar. (BBC)

Dia kemudian menyusui empat bayi, satu demi satu.

Sebelum Firooza tiba, para perawat berusaha memberi makan bayi-bayi itu dengan makanan yang terbuat dari susu bubuk.

"Beberapa bayi menolak untuk minum susu itu," kenang Firooza.

Efek menenangkan

Dia menyediakan dirinya demi bayi-bayi tersebut.

"Ketika saya menyusui mereka, itu efeknya menenangkan saya. Saya senang bisa membantu mereka."

Setelah kembali ke rumah, giliran dia menyusui putranya.

"Setelah sekitar dua jam, saya menyusui bayi laki-laki saya," ujar Firooza.

Dia menuliskan pengalamannya di media sosial dan mendesak ibu-ibu lain untuk pergi ke rumah sakit untuk menyusui bayi-bayi yang sering menangis.

baca juga

Dia mengatakan sejumlah perempuan tergerak dan menyusui bayi-bayi malang itu.

Sehari setelah serangan, Firooza sudah mengunjungi rumah sakit sebanyak dua hari, yaitu hari Rabu (13/05) dan Kamis (14/05).

Dia mengatakan mungkin hal ini bisa terjadi lantaran suaminya sepenuhnya memberikan dorongan dan dukungan.

'Kejahatan perang'

Tidak ada yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan hari Selasa (12/05), yang telah digambarkan oleh Human Rights Watch sebagai 'kejahatan perang'.

Pemerintah Kabul telah memerintahkan militer untuk mencari pelaku serangan.

Kabul menjadi saksi melimpahnya kekerasan selama empat dekade terakhir akibat perang dan konflik.

Namun pembunuhan pada pekan ini terhadap sejumlah bu dan bayi mereka yang baru lahir akan diingat sebagai salah satu insiden terburuk.

Firooza mengatakan dia merasa tertekan dengan siklus kekerasan yang tampaknya tidak pernah berakhir di kota asalnya.

"Alih-alih dipeluk oleh ibu mereka, bayi-bayi ini berada di rumah sakit, diberi makan oleh orang asing," dia berkata.

Sebagai seorang psikiater yang terlatih, Firooza ingin memainkan peran proaktif dalam masyarakat untuk menyembuhkan luka dan rasa sakit yang diderita banyak keluarga Afghanistan.

'Senang membesarkan anak'

Dia telah menghubungi sejumlah temannya untuk mengumpulkan uang guna membeli popok dan susu bubuk, ketika bayi-bayi itu tidak bisa disusui.

Dia mengatakan, bayi-bayi yang tidak terluka saat ini sudah dikeluarkan dari Rumah Sakit Anak Ataturk. Adapun yang terluka masih dirawat.

Namun demikian dia mengkhawatirkan bayi-bayi yang tidak memiliki keluarga.

"Prioritas saya adalah bayi-bayi yatim." kata Firooza.

"Saya akan senang untuk bertanggung jawab atas seorang bayi dan membesarkannya bersama putra saya."

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teroris di RSIA, Zainab Kehilangan Bayi yang Ia Nanti Selama 7 Tahun

Teroris di RSIA, Zainab Kehilangan Bayi yang Ia Nanti Selama 7 Tahun

News | Jum'at, 15 Mei 2020 | 15:38 WIB

Taliban Klaim Serangan di Afghanistan, 5 Orang Tewas

Taliban Klaim Serangan di Afghanistan, 5 Orang Tewas

News | Jum'at, 15 Mei 2020 | 09:00 WIB

Orang Tua Mati Tertembak, 20 Bayi Terlantar, Disusui Volunteer

Orang Tua Mati Tertembak, 20 Bayi Terlantar, Disusui Volunteer

News | Kamis, 14 Mei 2020 | 12:17 WIB

Terkini

Industri Menara Dorong Pasar Terbuka, Ada Dampaknya ke UMKM dan Pariwisata

Industri Menara Dorong Pasar Terbuka, Ada Dampaknya ke UMKM dan Pariwisata

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 19:31 WIB

Siapkan Dana Pensiun Dengan BRI DPLK, Ada Bonus Saldo Rp81.000

Siapkan Dana Pensiun Dengan BRI DPLK, Ada Bonus Saldo Rp81.000

Jakarta | Selasa, 15 September 2026 | 19:25 WIB

BRI DPLK di BRImo, Solusi Siapkan Dana Pensiun Lebih Awal

BRI DPLK di BRImo, Solusi Siapkan Dana Pensiun Lebih Awal

Lampung | Selasa, 15 September 2026 | 19:20 WIB

Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!

Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 19:20 WIB

Kisah Pilu Nurul Riyan, ABK Korban Tewas KM Virgo Transport 8 Tinggalkan Istri Hamil 7 Bulan

Kisah Pilu Nurul Riyan, ABK Korban Tewas KM Virgo Transport 8 Tinggalkan Istri Hamil 7 Bulan

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 19:17 WIB

Tragedi Kapal Virgo, IABI Ingatkan Pentingnya Waspadai Arus dan Cuaca Laut

Tragedi Kapal Virgo, IABI Ingatkan Pentingnya Waspadai Arus dan Cuaca Laut

Video | Selasa, 15 September 2026 | 19:15 WIB

BRI DPLK: Cara Siapkan Dana Pensiun Sejak Usia Produktif

BRI DPLK: Cara Siapkan Dana Pensiun Sejak Usia Produktif

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 19:14 WIB

5 Zodiak Paling Gampang Move On setelah Putus, Gak Mau Larut dalam Kesedihan

5 Zodiak Paling Gampang Move On setelah Putus, Gak Mau Larut dalam Kesedihan

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 19:10 WIB

Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia

Menolak Lupa September Hitam: Membedah Rentetan Pelanggaran HAM Indonesia

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 19:08 WIB

Karnaval Maulid Berbau Mistis di Pekalongan Berujung Polemik, Mendagri: Bisa Dibubarkan

Karnaval Maulid Berbau Mistis di Pekalongan Berujung Polemik, Mendagri: Bisa Dibubarkan

News | Selasa, 15 September 2026 | 19:06 WIB

×