Kisah Firooza Omar, Perempuan Berhijab Menyusui Bayi-bayi Korban Perang

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 15 Mei 2020 | 19:17 WIB
Kisah Firooza Omar, Perempuan Berhijab Menyusui Bayi-bayi Korban Perang
Firooza Omar. (BBC)

Suara.com - Firooza Omar menyusui bayi-bayi korban perang di Afghanistan. Selasa (12/5/2020) pekan ini, setidaknya 24 orang, termasuk beberapa bayi yang baru lahir, sejumlah ibu, dan perawat, dibunuh secara brutal oleh kelompok militan bersenjata yang menyerang sebuah rumah sakit bersalin di ibu kota Afghanistan, Kabul.

Firooza, 27 tahun, mendengar tentang serangan itu di televisi. Dia memahami gawatnya situasi setelah mengobrol dengan teman-temannya dan melihat foto-foto mengerikan di media sosial.

"Saya menyusui anak saya sendiri dan saya menjadi emosional. Saya bisa melihat penderitaan bayi-bayi ini," kata Firooza Omar.

Dia sendiri adalah ibu dari bayi laki-laki berusia empat bulan.

Serangan bersenjata di rumah sakit Kabul 'kejahatan luar biasa' - korban tewas 24 orang 'Mereka menembak mati anjing peliharaan saya, karena saya perempuan' - kisah perempuan Afghanistan dan anjing kesayangannya Para perempuan yang bertaruh nyawa bersihkan Afghanistan dari ranjau darat.

Tatkala dia menyusui anaknya, pikiran tentang bayi-bayi yang menjadi yatim setelah dilahirkan, memenuhi pikirannya.

Welas asih dan keberanian

Dia lantas memutuskan pergi ke rumah sakit tersebut dan menolong bayi-bayi yang ditinggal mati ibunya.

Yang terjadi selanjutnya adalah tindakan welas asih, dan keberanian.

"Ketika menjelang buka puasa [serangan terjadi saat Ramadhan, bulan suci umat Islam], saya memberi tahu suami saya tentang niat saya membantu bayi-bayi yatim."

Suaminya langsung setuju dan meyakinkannya bahwa dia akan mengawasi putra mereka.

Ketika itu, Pasukan Khusus Afghanistan telah menyelamatkan 100 perempuan dan anak-anak dari Rumah Sakit Dasht-e-Barchi dan memindahkannya ke Rumah Sakit Anak Ataturk, sekitar dua kilometer dari tempat tinggal Firooza.

Bayi-bayi menangis

Jarak yang dia tempuh dengan mobil barangkali pendek, tetapi berisiko, di kota yang dihantui trauma dan ketakutan setelah serangan brutal tersebut.

"Ketika saya pergi ke rumah sakit, saya melihat sekitar 20 bayi. Beberapa dari mereka terluka. Saya berbicara dengan perawat dan mereka mengatakan kepada saya untuk menyusui bayi yang kerap menangis."

Dia kemudian menyusui empat bayi, satu demi satu.

Sebelum Firooza tiba, para perawat berusaha memberi makan bayi-bayi itu dengan makanan yang terbuat dari susu bubuk.

"Beberapa bayi menolak untuk minum susu itu," kenang Firooza.

Efek menenangkan

Dia menyediakan dirinya demi bayi-bayi tersebut.

"Ketika saya menyusui mereka, itu efeknya menenangkan saya. Saya senang bisa membantu mereka."

Setelah kembali ke rumah, giliran dia menyusui putranya.

"Setelah sekitar dua jam, saya menyusui bayi laki-laki saya," ujar Firooza.

Dia menuliskan pengalamannya di media sosial dan mendesak ibu-ibu lain untuk pergi ke rumah sakit untuk menyusui bayi-bayi yang sering menangis.

Dia mengatakan sejumlah perempuan tergerak dan menyusui bayi-bayi malang itu.

Sehari setelah serangan, Firooza sudah mengunjungi rumah sakit sebanyak dua hari, yaitu hari Rabu (13/05) dan Kamis (14/05).

Dia mengatakan mungkin hal ini bisa terjadi lantaran suaminya sepenuhnya memberikan dorongan dan dukungan.

'Kejahatan perang'

Tidak ada yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan hari Selasa (12/05), yang telah digambarkan oleh Human Rights Watch sebagai 'kejahatan perang'.

Pemerintah Kabul telah memerintahkan militer untuk mencari pelaku serangan.

Kabul menjadi saksi melimpahnya kekerasan selama empat dekade terakhir akibat perang dan konflik.

Namun pembunuhan pada pekan ini terhadap sejumlah bu dan bayi mereka yang baru lahir akan diingat sebagai salah satu insiden terburuk.

Firooza mengatakan dia merasa tertekan dengan siklus kekerasan yang tampaknya tidak pernah berakhir di kota asalnya.

"Alih-alih dipeluk oleh ibu mereka, bayi-bayi ini berada di rumah sakit, diberi makan oleh orang asing," dia berkata.

Sebagai seorang psikiater yang terlatih, Firooza ingin memainkan peran proaktif dalam masyarakat untuk menyembuhkan luka dan rasa sakit yang diderita banyak keluarga Afghanistan.

'Senang membesarkan anak'

Dia telah menghubungi sejumlah temannya untuk mengumpulkan uang guna membeli popok dan susu bubuk, ketika bayi-bayi itu tidak bisa disusui.

Dia mengatakan, bayi-bayi yang tidak terluka saat ini sudah dikeluarkan dari Rumah Sakit Anak Ataturk. Adapun yang terluka masih dirawat.

Namun demikian dia mengkhawatirkan bayi-bayi yang tidak memiliki keluarga.

"Prioritas saya adalah bayi-bayi yatim." kata Firooza.

"Saya akan senang untuk bertanggung jawab atas seorang bayi dan membesarkannya bersama putra saya."

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teroris di RSIA, Zainab Kehilangan Bayi yang Ia Nanti Selama 7 Tahun

Teroris di RSIA, Zainab Kehilangan Bayi yang Ia Nanti Selama 7 Tahun

News | Jum'at, 15 Mei 2020 | 15:38 WIB

Taliban Klaim Serangan di Afghanistan, 5 Orang Tewas

Taliban Klaim Serangan di Afghanistan, 5 Orang Tewas

News | Jum'at, 15 Mei 2020 | 09:00 WIB

Orang Tua Mati Tertembak, 20 Bayi Terlantar, Disusui Volunteer

Orang Tua Mati Tertembak, 20 Bayi Terlantar, Disusui Volunteer

News | Kamis, 14 Mei 2020 | 12:17 WIB

Terkini

IMM Minta Polemik Sapi Kurban Presiden Prabowo Disudahi: Tak Langgar Aturan dan Banyak Manfaatnya

IMM Minta Polemik Sapi Kurban Presiden Prabowo Disudahi: Tak Langgar Aturan dan Banyak Manfaatnya

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 00:18 WIB

Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur

Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:37 WIB

AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!

AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 21:51 WIB

Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah

Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 21:50 WIB

Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya

Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:57 WIB

Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul

Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:50 WIB

Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam

Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:36 WIB

Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!

Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:04 WIB

Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa

Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 19:56 WIB

PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra

PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 19:00 WIB