Indonesia Terserah, Tenaga Medis Bersuara Menyusul Warga Tetap Berkerumun

Suwarjono

Minggu, 17 Mei 2020 | 22:09 WIB
Indonesia Terserah, Tenaga Medis Bersuara Menyusul  Warga Tetap Berkerumun
Indonesia terserah (BBC)

Salah satu kebijakan yang disorot Evi adalah terkait kebijakan larang mudik yang kontradiktif dengan pengecualian pergerakan masyarakat ke daerah lain.

"Ada larangan mudik, terus tiba-tiba bandara dibuka. Itu otomatis bertolak belakang. Ngapain bikin peraturan begitu, kalau akhirnya nggak bisa dijalankan dengan maksimal?" ujarnya.

Ia juga menyayangkan masih terlihatnya kerumuman di daerahnya.

"Kalau ada insentif bagi tenaga kesehatan yang dibicarakan di TV, kami sama sekali belum menerima dan nggak menuntut itu. Yang penting kami [memberi] pelayanan seperti biasa," kata Evi

"Tapi kami minta tolong masyarakat harus benar-benar sadar diri bagaimana harus menyikapi hal ini. Kalau nggak terpaksa keluar rumah, jangan keluar rumah."

Jumardi, perawat di sebuah fasilitas kesehatan di Samarinda, Kalimantan Timur, ikut mengunggah foto dirinya dengan APD dengan tagar #Indonesiaterserah di media sosialnya.

Jumardi, yang tak bersedia fotoya ditautkan ke laman BBC, mengatakan ia kecewa saat membaca berita bahwa pemerintah mengizinkan sekelompok orang kembali bekerja seperti biasa.

"Pemerintah ingin menghambat atau memutus pandemi Covid-19, tapi justru malah membuat kebijakan yang membebaskan orang umur 45 tahun ke bawah beraktivitas seperti biasanya," ujarnya.

Jumardi mengatakan khawatir hal itu akan meningkatkan jumlah kasus positif Covid-19.

baca juga

"Khawatirnya ketika penderita makin banyak, [kami] takut fasilitas kesehatan tidak cukup untuk menampung pasien Covid-19 dan tenaga kesehatan kewalahan dalam penanganannya."

"Kami pakai APD tapi tetap was-was," katanya.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Dokter Brian Sriprahastuti mengatakan pemerintah memahami beban dan tanggung jawab para tenaga kesehatan.

Pemerintah, katanya, juga terus berupaya melindungi para staf medis.

"... [Pemerintah] masih berusaha keras mengatasi kendala yang ada, termasuk meningkatkan kuantitas dan kualitas penanganan klinis kasus Covid-19 supaya case fatality rate (angka kematian) turun, serta [meningkatkan] perlindungan terhadap tenaga kesehatan," ujar Brian.

'Kesal, tapi tak akan mundur'

Pakar kesehatan masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Joko Mulyanto, mengatakan ungkapan para petugas medis di sosial media itu mencerminkan kekesalah karena sejumlah kebijakan pemerintah belakangan ini.

Joko, yang juga suami seorang tenaga kesehatan yang bertugas menangani pasien Covid-19, mencontohkan kebijakan pembagian bantuan sosial (bansos) di sejumlah tempat yang akhirnya menarik kerumunan.

Meskipun tujuannya baik, ia mengatakan pembuat kebijakan tidak memiliki pemahaman baik mengenai cara mencegah penularan Covid-19.

"Hal-hal ini membuat [tenaga medis] jadi kesal," ujarnya.

Meski begitu, Joko mengatakan yakin petugas kesehatan tak akan mundur dari tugasnya.

"Kalau teman-teman pasrah dan tidak melakukan apa-apa atau malah berbalik menjadi pasif, keadaannya malah akan lebih buruk," ujarnya.

Sebagai seorang pakar kesehatan masyarakat, Joko menambahkan ia akan tetap memberi rekomendasi kepada pemerintah.

"Ini ungkapan kekesalan, tapi kami nggak terus kemudian berhenti, nggak pengin melakukan apa-apa. Kami akan tetap kritis, tetap memberi rekomendasi."

'Frustrasi karena masyarakat tak peduli'

Psikolog sosial, Sunu Bagaskara, mengatakan tagar #Indonesiaterserah mencerminkan rasa frustrasi tenaga medis terhadap masyarakat yang tak kunjung peduli terhadap aturan pembatasan sosial.

"Dua bulan masyarakat banyak yang nggak mau mendengar arahan PSBB, nggak mau berempati ke tenaga medis yang sudah nyata-nyata banyak yang jadi korban."

"Penegakan hukum belum optimal. Pada intinya, ini memperlihatkan rasa frustrasi tenaga medis melihat hal yang yang nggak sesuai dengan apa yang mereka inginkan [agar masyarakat tinggal di rumah]."

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Dokter Brian Sriprahastuti meminta para tenaga medis tak menyerah dengan keadaan yang ada.

"Jangan menyerah karena negara dan bangsa membutuhkan dan menghormati tenaga medis di semua lini," katanya.

GEJALA dan PENANGANAN: Covid-19: Demam dan batuk kering terus menerus

TIPS TERLINDUNG DARI COVID-19: Dari cuci tangan sampai jaga jarak

PETA dan INFOGRAFIS: Gambaran pasien yang terinfeksi, meninggal dan sembuh di Indonesia dan dunia

VAKSIN: Seberapa cepat vaksin Covid-19 tersedia?

IKUTI LAPORAN KHUSUS TERKAIT VIRUS CORONA

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Pemerintah Tetapkan PT DSI Sebagai Perantara Tunggal Ekspor SDA Strategis, Berlaku 1 Januari 2027

Pemerintah Tetapkan PT DSI Sebagai Perantara Tunggal Ekspor SDA Strategis, Berlaku 1 Januari 2027

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 17:37 WIB

Keluarga Hartono Modal Rp 7 T, Ambisi Besar Mirwan Suwarso: Bawa Como 1907 Jadi Klub Elite Dunia

Keluarga Hartono Modal Rp 7 T, Ambisi Besar Mirwan Suwarso: Bawa Como 1907 Jadi Klub Elite Dunia

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 17:36 WIB

Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI

Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 17:36 WIB

Tak Cukup Pasal Penyadapan, Polri Didesak Dalami Dugaan Makar dalam Kasus Listyo Sigit Cs

Tak Cukup Pasal Penyadapan, Polri Didesak Dalami Dugaan Makar dalam Kasus Listyo Sigit Cs

News | Jum'at, 06 November 2026 | 17:36 WIB

Kota Jogja Vs Gunungkidul: Jarak Kualitas Hidup Ini Ternyata Masih Jauh!

Kota Jogja Vs Gunungkidul: Jarak Kualitas Hidup Ini Ternyata Masih Jauh!

Jogja | Jum'at, 06 November 2026 | 17:34 WIB

Bukan Cuma Produksi Listrik, Keselamatan Pembangkit Panas Bumi Jadi Prioritas

Bukan Cuma Produksi Listrik, Keselamatan Pembangkit Panas Bumi Jadi Prioritas

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 17:33 WIB

HP Gaming Baterai 7.500 mAh, POCO C95 Pro Bidik Gamer yang Suka Main Lama, Dibanderol Rp3 Jutaan

HP Gaming Baterai 7.500 mAh, POCO C95 Pro Bidik Gamer yang Suka Main Lama, Dibanderol Rp3 Jutaan

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 17:32 WIB

Naik Mobil Komando Aksi 611, Kata Baba Sentil Polisi: Lo Beranak dari Mana, Masa dari Jempol Jokowi?

Naik Mobil Komando Aksi 611, Kata Baba Sentil Polisi: Lo Beranak dari Mana, Masa dari Jempol Jokowi?

News | Jum'at, 06 November 2026 | 17:29 WIB

Sosok Arief Kurniawan Pengendali Korupsi Nikel Sultra Terlacak di Luar Negeri

Sosok Arief Kurniawan Pengendali Korupsi Nikel Sultra Terlacak di Luar Negeri

News | Jum'at, 06 November 2026 | 17:28 WIB

Dari Buku Induk hingga Foto Kacamata, Ini Bukti Akademik Kelulusan Jokowi yang Dibeberkan UGM

Dari Buku Induk hingga Foto Kacamata, Ini Bukti Akademik Kelulusan Jokowi yang Dibeberkan UGM

News | Jum'at, 06 November 2026 | 17:20 WIB

×