Mendengar Cerita Guru saat Mengajar Murid di Masa Pandemi Corona

Agung Sandy Lesmana, Yosea Arga Pramudita

Selasa, 19 Mei 2020 | 07:05 WIB
Mendengar Cerita Guru saat Mengajar Murid di Masa Pandemi Corona
Ilustrasi belajar di rumah. [Antara Foto]

Suara.com - Dunia pendidikan Indonesia kekinian harus menekuni kenyataan baru selama pandemi Covid-19 masih berlangsung. Aktivitas belajar dan mengajar harus dilakukan secara virtual mengingat institusi pendidikan seperti SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi meliburkan aktivitas tersebut.

Seluruh siswa di Indonesia harus belajar di rumahnya masing-masing. Di sisi lain, para guru harus memutar otak agar kegiatan belajar dan mengajar berjalan secara efektif. Di kota besar misalnya, yang segala akses bisa ditempuh, para guru kerap kelimpungan memberikan materi. Apalagi yang berada di pelosok, rasanya sulit dibayangkan --apalagi dilakukan.

Kami berbincang dengan salah satu guru terkait fenomena tersebut. Banyak cerita yang dia rasakan, misalnya buruknya jaringan internet yang menyebabkan percakapan terputus, pengawasan orang tua yang minim, hingga tatap muka secara virtual --yang membikin tatap muka berubah menjadi tatap layar.

Sejatinya, pendidikan merupakan satu usaha untuk membebaskan manusia. Lebih luas lagi, mengutip pernyataan Paulo Freire, pendidikan adalah usaha untuk "memanusiakan manusia" alias melawan bentuk dehumanisasi.

Konsep Freire berpijak pada usaha penghargaan terhadap manusia. Pendidikan harus menempatkan pendidik dan peserta didik sebagai subyek --sebab dalam prosesnya, keduanya sejajar.

Dalam situasi seperti sekarang, ada hal yang hilang, yakni dialog secara langsung antara pendidik dan peserta didik. Dialog secara langsung kini berubah -- dari 'yang nyata' menjadi 'yang maya'. Artinya, baik pendidik dan peserta didik menjadi pihak yang terdampak. Terdampak dari sistem pendidikan yang tidak siap dengan kenyataan seperti ini --pandemi corona tak berkesudahan, tak bertepi.

GPN (26) --nama disamarkan-- seorang guru yang mengajar di sebuah SMA di kawasan Parung, Kabupaten Bogor bercerita, ada hal yang hilang dalam kesehariannya. Proses tatap muka dengan para murid sudah tidak berjalan selama hampir tiga bulan.

Kendala, sudah menjadi barang tentu bagi GPN yang merupakan guru mata pelajaran sejarah. Hal pertama yang dia rasakan adalah molornya jam belajar dan mengajar. Maklum, dia mengajar di salah satu sekolah swasta yang kebanyakan siswanya merupakan kelas menengah ke atas.

Kondisi semacam ini, kata dia, membuat para siswa sudah terbiasa dengan situasi rumah. Kegiatan belajar dan mengajar yang biasanya mulai pukul 08.00 WIB bisa molor hingga siang hari.

baca juga

"Kan anak SMA juga kedisiplinan waktunya kurang. Misal jam 8 pagi murid harus sudah siap belajar, sekarang molor karena mereka di rumah, sudah terbiasa dengan kondisi di rumah," ujar dia kepada Suara.com, Senin (18/5/2020).

GPN mengatakan, dalam kelas pelajaran sejarah, dia biasa membuka ruang dialog dengan para murid. Artinya, proses penyampaian mata pelajar sejarah harus disampaikan dengan cara bercerita -- memberi gambaran tentang sebuah peristiwa di masa lampau. Ada proses membayangkan. Ada sebuah proses menelisik masa lampau dengan memberi gambaran secara lisan.

"Otomatis banyak kendala. Apalagi saya guru sejarah. Materi sejarah harus disampaikan dengan bercerita, ada sesuatu yang harus digambarkan," sambungnya.

Menurut GPN, proses belajar dan mengajar secara virtual atau webdinar acapkali menemukan kendala. Baginya, pendidikan bukan hanya sekedar menyampaikan materi saja. Sebagai seorang guru, dia harus mengerti kondisi seluruh siswanya. Artinya, seorang guru memunyai beban moril, apakah materi yang disampaikan benar-benar tersampaikan pada siswa atau tidak.

"Kalau dari cara mengajar, kendalanya pasti ada. Karena guru tidak hanya menyampaikan materi saja. Kadang kita harus tahu kondisi masing-masing siswa. Nah kita tidak cek mereka," beber dia.

Kendala lainnya adalah masalah jaringan internet. Proses belajar dan mengajar secara virtual sering kali terputus akibat jaringan internet yang buruk. Situasi semacam itu kerap membikin GPN kesulitan dalam menyampaikan materi. Dia harus memutar otak untuk mengatasi hal tersebut. Dia kerap memberikan bahan ajar dalam bentuk video, rekaman suara, dan power point. Terkadang, dia kerap memberikan video-video dokumenter sejarah kepada para siswanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kini Kasus Virus Corona di Palembang  Paling Banyak se-Sumsel

Kini Kasus Virus Corona di Palembang Paling Banyak se-Sumsel

News | Senin, 18 Mei 2020 | 23:19 WIB

PSBB Palembang Rencana 20 Mei, Jam Operasional Dunia Usaha Cuma 5 Jam

PSBB Palembang Rencana 20 Mei, Jam Operasional Dunia Usaha Cuma 5 Jam

News | Senin, 18 Mei 2020 | 23:14 WIB

Belum Ada Keputusan Soal Subsidi Klub di RUPS Luar Biasa PT LIB

Belum Ada Keputusan Soal Subsidi Klub di RUPS Luar Biasa PT LIB

Bola | Senin, 18 Mei 2020 | 23:10 WIB

Roda Ekonomi Diputar, Hongaria dan Slovenia Sepakat Buka Perbatasan 1 Juni

Roda Ekonomi Diputar, Hongaria dan Slovenia Sepakat Buka Perbatasan 1 Juni

News | Senin, 18 Mei 2020 | 22:53 WIB

Longgarkan Lockdown, Negara di Asia Mulai Terlihat Normal

Longgarkan Lockdown, Negara di Asia Mulai Terlihat Normal

News | Selasa, 19 Mei 2020 | 00:05 WIB

Wabah Corona, Warga Kediri Jangan Silaturahmi ke Rumah Tetangga

Wabah Corona, Warga Kediri Jangan Silaturahmi ke Rumah Tetangga

Jatim | Senin, 18 Mei 2020 | 22:40 WIB

AS dan China Dukung Evaluasi Independen WHO Soal Penanganan COVID-19

AS dan China Dukung Evaluasi Independen WHO Soal Penanganan COVID-19

News | Senin, 18 Mei 2020 | 22:31 WIB

Sampai 18 Mei, 5.996 Orang di Jakarta Terinfeksi Virus Corona

Sampai 18 Mei, 5.996 Orang di Jakarta Terinfeksi Virus Corona

News | Senin, 18 Mei 2020 | 22:15 WIB

Najwa Shihab Unggah Foto Peti Mati Bayi, Netizen: Insya Allah Surga

Najwa Shihab Unggah Foto Peti Mati Bayi, Netizen: Insya Allah Surga

Jogja | Senin, 18 Mei 2020 | 22:04 WIB

Indonesia Dukung Rencana WHO Evaluasi Penanganan Pandemi COVID-19

Indonesia Dukung Rencana WHO Evaluasi Penanganan Pandemi COVID-19

News | Senin, 18 Mei 2020 | 21:52 WIB

Terkini

'Alasannya Mengada-ada!' Sudaryono Batalkan Proyek LED Rp535 M BGN Era Dadan Cs

'Alasannya Mengada-ada!' Sudaryono Batalkan Proyek LED Rp535 M BGN Era Dadan Cs

News | Kamis, 03 September 2026 | 22:02 WIB

Ketidakpastian Global Masih Tinggi, Gubernur BI Baru Pastikan Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi

Ketidakpastian Global Masih Tinggi, Gubernur BI Baru Pastikan Fokus Jaga Stabilitas Ekonomi

Video | Kamis, 03 September 2026 | 21:55 WIB

Link Live Streaming Timnas Indonesia U-20 vs Laos Malam Ini: Garuda Muda Unggul 2-0 Babak I

Link Live Streaming Timnas Indonesia U-20 vs Laos Malam Ini: Garuda Muda Unggul 2-0 Babak I

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 21:53 WIB

Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Janji Beri Modal Usaha untuk Warga

Resmikan Jembatan Bailey di Tapteng, Bobby Nasution Janji Beri Modal Usaha untuk Warga

News | Kamis, 03 September 2026 | 21:52 WIB

Febrie Bungkam Usai Dicecar Tim 9 Kejagung 50 Pertanyaan!

Febrie Bungkam Usai Dicecar Tim 9 Kejagung 50 Pertanyaan!

News | Kamis, 03 September 2026 | 21:50 WIB

PJOK Demutualisasi Bursa Akan Perbolehkan Danantara Kuasai Lebih dari 5 Persen Saham BEI

PJOK Demutualisasi Bursa Akan Perbolehkan Danantara Kuasai Lebih dari 5 Persen Saham BEI

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 21:47 WIB

Karhutla Sumsel Belum Usai, Ini 4 Harapan Publik untuk Herman Deru di Tengah Kabut Asap

Karhutla Sumsel Belum Usai, Ini 4 Harapan Publik untuk Herman Deru di Tengah Kabut Asap

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 21:45 WIB

Anggota DPR Tantang Kepala BGN Taruhan: Keracunan MBG Pasti Terulang Kalau Tata Kelola Buruk!

Anggota DPR Tantang Kepala BGN Taruhan: Keracunan MBG Pasti Terulang Kalau Tata Kelola Buruk!

News | Kamis, 03 September 2026 | 21:37 WIB

Bansos Diputus Gara-gara Judol, Gubernur Ahmad Luthfi Turun Tangan Datangi Rumah Nenek Darmi

Bansos Diputus Gara-gara Judol, Gubernur Ahmad Luthfi Turun Tangan Datangi Rumah Nenek Darmi

Jawa Tengah | Kamis, 03 September 2026 | 21:37 WIB

Lima Perusahaan Kena Sanksi Karhutla Kalbar, Izin Dibekukan dan Wajib Pulihkan Lingkungan

Lima Perusahaan Kena Sanksi Karhutla Kalbar, Izin Dibekukan dan Wajib Pulihkan Lingkungan

Kalbar | Kamis, 03 September 2026 | 21:37 WIB

×