Meski Punya Catatan Kriminal, Gadis 'Slenderman' Dinyatakan Lulus SMP

Bangun Santoso, Stephanus Aranditio

Selasa, 19 Mei 2020 | 10:43 WIB
Meski Punya Catatan Kriminal, Gadis 'Slenderman' Dinyatakan Lulus SMP
Foto gadis pembunuh Sawah Besar di Instagram. (dok pribadi)

Suara.com - NF gadis 15 tahun pembunuh bocah berusia 5 tahun berinisial AP di Sawah Besar, Jakarta Pusat dinyatakan lulus dari Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kini ia tengah mengurus ijazahnya dibantu petugas Balai Rehabilitasi Anak Handayani, Bambu Apus, Jakarta Timur.

Dirjen Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat mengungkapkan bahwa NF sebenarnya memiliki catatan yang baik di sekolah sehingga pihak sekolah berkenan meluluskan meski punya catatan kriminal.

Di balik catatan kriminalnya, pihak sekolah juga mempertimbangkan NF sebagai korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh 2 paman dan pacarnya hingga kini hamil 3,5 bulan.

"Dia sama sekolahnya sudah dinyatakan lulus, alhamdulillah. Jadi kepala sekolah melihat semesteran 1-5 itu cukup baik dan semester 6-nya yang harusnya dia ikut ujian tapi bisa memperhatikan portofolio selama semester 6, maka dinyatakan lulus, tinggal mengirimkan foto untuk ijazah saja," kata Harry kepada Suara.com, Selasa (19/5/2020).

Harry menyebut NF memiliki niat yang kuat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jadi pilihannya.

"Dia sudah punya keinginan ingin meneruskan sekolah ke SMK, kita akan bantu kalau memang ada putusan hakim tetap tinggal di Handayani, ya kita bantu untuk sekolahkan di SMK terdekat, gak masalah," ucapnya.

Diketahui NF menjadi perhatian setelah membunuh bocah 5 tahun, APA, di kediamannya di Sawah Besar, Jakarta Pusat, pukul 16.00 WIB, Kamis, 5 Maret 2020. Dia menyerahkan diri kepada polisi, Jumat, 6 Maret 2020. NF dijerat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dari hasil penggeledahan polisi di rumah tersangka, selain menemukan mayat korban di dalam lemari pakaian, polisi juga mendapati sejumlah gambar kartun yang digambar oleh pelaku. Beberapa tokoh yang digambar dari Slenderman hingga gambar-gambar dan tulisan yang menggambarkan penyiksaan.

Berdasarkan perkembangan dalam rehabilitasi baru terungkap bahwa NF telah mengalami pelecehan dan kekerasan seksual oleh dua paman (S, R) dan pacarnya (F) yang mengakibatkan kini NF hamil dengan usia kandungan 3,5 bulan.

baca juga

Ketiganya telah menjadi tersangka di Polres Sawah Besar, dan NF akan segera menghadapi empat berkas kasus di pengadilan anak, tiga berkas dirinya sebagai saksi dan korban, satu berkas dirinya sebagai tersangka pembunuhan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita Ulang Tahun ABG 'Slenderman': Bisa Menangis dan Melukis Lagi

Cerita Ulang Tahun ABG 'Slenderman': Bisa Menangis dan Melukis Lagi

News | Selasa, 19 Mei 2020 | 10:31 WIB

Sebelum Bunuh Bocah, ABG 'Slenderman' Diperkosa 3 Orang Selama 7 Bulan

Sebelum Bunuh Bocah, ABG 'Slenderman' Diperkosa 3 Orang Selama 7 Bulan

News | Selasa, 19 Mei 2020 | 07:32 WIB

Belajar dari Kasus NF, KPAI: Orang Tua Wajib Dampingi Anak saat Pubertas

Belajar dari Kasus NF, KPAI: Orang Tua Wajib Dampingi Anak saat Pubertas

News | Senin, 18 Mei 2020 | 14:42 WIB

Terpopuler: Mengenal Masokis, Virus Corona Menyebar Cepat di Restoran

Terpopuler: Mengenal Masokis, Virus Corona Menyebar Cepat di Restoran

Health | Senin, 18 Mei 2020 | 08:06 WIB

Beredar Isi Chat Diduga NF Dapat Perlakuan Masokis, Dicekik, Ditetesi Lilin

Beredar Isi Chat Diduga NF Dapat Perlakuan Masokis, Dicekik, Ditetesi Lilin

News | Senin, 18 Mei 2020 | 03:05 WIB

Ngobrol Tanpa Masker Tularkan Corona, NF Slenderman Diduga Korban Masokis

Ngobrol Tanpa Masker Tularkan Corona, NF Slenderman Diduga Korban Masokis

Health | Minggu, 17 Mei 2020 | 22:35 WIB

Beredar Isi Percakapan Diduga NF Dapat Perlakuan Masokis dari Kekasih

Beredar Isi Percakapan Diduga NF Dapat Perlakuan Masokis dari Kekasih

News | Minggu, 17 Mei 2020 | 13:39 WIB

Terkini

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 22:45 WIB

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:50 WIB

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:25 WIB

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:25 WIB

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:23 WIB

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:55 WIB

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:50 WIB

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:39 WIB

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:32 WIB

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:24 WIB

×