Ilmuwan China Bikin Obat Covid-19, Diklaim Bisa Setop Pandemi Tanpa Vaksin

Rendy Adrikni Sadikin, Hikmawan Muhamad Firdaus

Rabu, 20 Mei 2020 | 10:04 WIB
Ilmuwan China Bikin Obat Covid-19, Diklaim Bisa Setop Pandemi Tanpa Vaksin
Ilustrasi obat antivirus Covid-19. (Pixabay)

Suara.com - Saat ini negara-negara maju sedang dalam perlombaan menemukan penangkal dari virus corona yang sudah merenggung ratusan ribu jiwa. Salah satunya China sebagai negara yang menjadi tempat pertama kali muncul.

Sebuah obat sedang diuji oleh para ilmuwan di Universitas Peking yang bergengsi di China. Kabarnya obat tersebut tidak cuma bisa mempersingkat waktu pemulihan bagi mereka yang terinfeksi. Obat itu diklaim bisa menawarkan kekebalan jangka pendek dari virus, kata para peneliti.

Sunney Xie, direktur Pusat Inovasi Lanjutan Genomik Beijing, mengatakan kepada AFP bahwa obat tersebut telah berhasil pada tahap pengujian hewan.

"Ketika kami menyuntikkan antibodi penawar ke tikus yang terinfeksi, setelah lima hari viral load berkurang menjadi 2.500," kata Xie dikutip dari AFP. "Itu berarti obat potensial ini memiliki efek terapi."

Obat tersebut menggunakan antibodi penawar yang diisolasi tim Xie dari darah 60 pasien yang pulih. Antibodi tersebut diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh manusia untuk mencegah sel-sel terinfeksi virus.

Ilustrasi obat-obatan [shutterstock]
Ilustrasi obat-obatan [shutterstock]

Sebuah studi dari tim peneliti, yang diterbitkan pada hari Minggu di jurnal ilmiah Cell, menunjukkan bahwa penggunaan antibodi memberikan potensi "penyembuhan" untuk penyakit dan mempersingkat waktu pemulihan.

Xie mengatakan timnya telah bekerja "siang dan malam" mencari antibodi sesuai dengan keahlian timnya.

"Keahlian kami adalah genomik sel tunggal dari imunologi atau virologi. Ketika kami menyadari bahwa pendekatan genomik sel tunggal dapat efektif menemukan antibodi penawar, kami sangat senang."

Dia berharap bahwa obat itu akan siap untuk digunakan pada akhir tahun ini. Sekaligus sebagai obat untuk potensi wabah virus musim dingin.

baca juga

"Perencanaan untuk uji klinis sedang dilakukan," kata Xie. Ia menambahkan uji klinis akan dilakukan di Australia dan negara-negara lain karena kasus China berkurang sehingga tidak ada pasien yang bisa diuji coba menggunakan obat tersebut.

"Harapannya antibodi penawar ini dapat menjadi obat khusus yang akan menghentikan pandemi," katanya.

Seperti pernyataan pejabat kesehatan China, sudah memiliki lima vaksin coronavirus potensial pada tahap uji coba manusia. Tetapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa pengembangan vaksin bisa memakan waktu 12 hingga 18 bulan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Unik, Ada Masker Pac-Man yang Bisa Digunakan untuk Makan di Negara Ini

Unik, Ada Masker Pac-Man yang Bisa Digunakan untuk Makan di Negara Ini

Lifestyle | Rabu, 20 Mei 2020 | 08:42 WIB

Gejala Covid-19 Langka, Pria Ini Bikin Dokter Terasa Memecahkan Teka-teki!

Gejala Covid-19 Langka, Pria Ini Bikin Dokter Terasa Memecahkan Teka-teki!

Health | Rabu, 20 Mei 2020 | 08:10 WIB

WHO Akhirnya Setuju Adakan Investigasi Virus Corona

WHO Akhirnya Setuju Adakan Investigasi Virus Corona

News | Rabu, 20 Mei 2020 | 08:48 WIB

Terkini

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

Terungkap, Uang Ratusan Juta di Kanwil BPN Jatim Berasal dari Pemohon Layanan dan Setoran Kantah

Terungkap, Uang Ratusan Juta di Kanwil BPN Jatim Berasal dari Pemohon Layanan dan Setoran Kantah

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:11 WIB

×