Ilmuwan: Lockdown Kurangi Polusi Tapi Berdampak Kecil pada Perubahan Iklim

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Rabu, 20 Mei 2020 | 14:22 WIB
Ilmuwan: Lockdown Kurangi Polusi Tapi Berdampak Kecil pada Perubahan Iklim
Ilustrasi: Perubahan iklim. (Shutterstock)

Suara.com - Salah satu cara yang banyak diambil oleh negara dalam mencegah penyebaran virus corona adalah lockdown atau pembatasan wilayah. Dengan kebijakan tersebut masyarakat menjadi sangat terbatas ruang geraknya.

Bukan hanya mencegah penularan Covid-19, beberapa study mengungkapnya bahwa lockdown mampu mengurangi polusi udara. Namun tidak dengan perubahan seperti kata ilmuan baru-baru ini.

Menurut para ilmuan, emisi karbon telah turun secara drastis sebagai dampak dari lockdown, tetapi sepertinya tidak akan cukup berpengaruh terhadap perubahan iklim.

Penelitian terbaru memperkirakan polusi pada puncak penutupan ekonomi global pada awal April adalah 17 juta ton per hari, lebih rendah dari rata-rata di 2019. Angka tersebut terakhir terjadi pada tahun 2006.

Tetapi Profesor Corinne Le Quéré, dari University of East Anglia, mengatakan kepada Sky News bahwa penurunan tersebut akan berdampak kecil pada perubahan iklim.

"Tidak ada yang berubah di sekitar kita. Kita masih memiliki boiler mobil, industri dan gas. Pembatsan ini bukan cara untuk mengatasi perubahan iklim. Kita membutuhkan upaya yang jauh lebih besar untuk menjauh dari energi fosil dan menggunakan lebih sedikit energi fosil di masa depan." jelasnya seperti dikutip dari Sky News.

Profesor Le Quéré mengatakan penurunan plusi udara seperti ini perlu diulang tahun ke tahun selama beberapa dekade untuk menjaga suhu global naik mendekati 1,5C, seperti yang disepakati oleh para pemimpin dunia di Paris pada 2015.

"Kita tidak bisa terus menerapkan lockdwon ke semua orang. Tetapi jika negara-negara dapat menyelaraskan pemulihan ekonomi mereka dengan ambisi iklim, itu bisa membuat perbedaan besar untuk memenuhi tujuan Perjanjian Paris." ujar Profesor Le Quéré.

Polusi udara beberapa kota di Eropa. [Dailymail/ESA]
Polusi udara beberapa kota di Eropa. [Dailymail/ESA]

Profesor Richard Betts, kepala penelitian dampak iklim di Met Officr, mengatakan pandemi tersebut hanya akan menjadi titik kecil dalam tren kenaikan jangka panjang gas rumah kaca.

"Kita masih menambahkan karbon dioksida ke atmosfer. Mungkin akan sedikit kurang dari yang seharusnya terjadi. Tapi setidaknya kita sudah mencapai rekor selama dua juta tahun terakhir." ujarnya.

Profesor Dave Reay, dari Pusat Inovasi Karbon Edinburgh, Universitas Edinburgh, juga menyatakan hal yang sama. Menurutnya perubahan iklim masih menjadi masalah serius meskipun pandemi telah hilang.

"Perubahan iklim belum berhenti, itu tetap menjadi ancaman terbesar bagi peradaban kita di abad ke-21 dan beberapa tahun ke depan akan menentukan masa depan iklim kita untuk generasi mendatang.

"Apakah 2020 akan menjadi penurunan emisi yang biadab dan singkat, sebelum lonjakan berbahan bakar fosil kembali ke bisnis seperti biasa dalam iklim darurat masih belum jelas.

"Yang jelas adalah bahwa, tanpa pemulihan hijau setelah Covid-19, pengorbanan selama pandemi ini hanya akan sia-sia" jelasnya.

Penelitian yang diterbitkan dalam Nature Climate Change, menunjukkan bahwa polusi dari transportasi darat, seperti asap dari kendaraan bermotor menyumbang 43% dari total penurunan polusi. Sedangkan 43% lainnya disebabkan oleh penurunan aktivitas industri dan pembangkit listrik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mulai 1 Juni, Singapura Akan Cabut Lockdown Secara Bertahap

Mulai 1 Juni, Singapura Akan Cabut Lockdown Secara Bertahap

Health | Rabu, 20 Mei 2020 | 12:41 WIB

Spanyol akan Perpanjang Lockdown Meski Kematian Akibat Covid-19 Menurun

Spanyol akan Perpanjang Lockdown Meski Kematian Akibat Covid-19 Menurun

News | Rabu, 20 Mei 2020 | 11:49 WIB

Unicef: Lockdown Sembarangan Dapat Meningkatkan Risiko Kematian Anak

Unicef: Lockdown Sembarangan Dapat Meningkatkan Risiko Kematian Anak

Health | Rabu, 20 Mei 2020 | 09:37 WIB

Terkini

Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial

Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial

News | Sabtu, 11 April 2026 | 22:57 WIB

Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?

Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?

News | Sabtu, 11 April 2026 | 22:47 WIB

Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader

Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader

News | Sabtu, 11 April 2026 | 20:18 WIB

Panas Diendus KPK, Pengamat Tantang Polri Ungkap Produksi Rokok Ilegal

Panas Diendus KPK, Pengamat Tantang Polri Ungkap Produksi Rokok Ilegal

News | Sabtu, 11 April 2026 | 19:15 WIB

Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta

Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta

News | Sabtu, 11 April 2026 | 18:23 WIB

Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene

Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene

News | Sabtu, 11 April 2026 | 18:00 WIB

Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta

Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta

News | Sabtu, 11 April 2026 | 17:48 WIB

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit

Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit

News | Sabtu, 11 April 2026 | 17:25 WIB

Fakta Baru OTT di Tulungagung: Adik Bupati Juga Ikut Diamankan KPK

Fakta Baru OTT di Tulungagung: Adik Bupati Juga Ikut Diamankan KPK

News | Sabtu, 11 April 2026 | 17:00 WIB

Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion

Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion

News | Sabtu, 11 April 2026 | 16:34 WIB