Pedagang Tanah Abang Kucing-kucingan, Satpol: Alasan Klise Kebutuhan Perut

Chandra Iswinarno | Bagaskara Isdiansyah
Pedagang Tanah Abang Kucing-kucingan, Satpol: Alasan Klise Kebutuhan Perut
Satpol PP DKI Jakarta menutup paksa lapak PKL dan kios di Kawasan Pasar Tanah Abang pada Jumat (15/5/2020). [Suara.com/Bagaskara]

Berdasarkan pengamatan pihak Satpol PP DKI para pedagang yang masih nekat berjualan ini selalu berdalih dengan alasan kebutuhan makan sehari-hari.

Suara.com - Pedagang di Pasar Tanah Abang kucing-kucingan dengan Aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta. Mereka masih enggan menuruti aturan untuk menutup lapaknya selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin, yang meninjau langsung kondisi Pasar Tanah Abang pada Rabu (20/5/2020) sore, mengakui sejumlah pedagang masih nakal, kucing-kucingan dengan petugas.

Arifin menuturkan, berdasarkan pengamatan pihak Satpol PP DKI para pedagang yang masih nekat berjualan ini selalu berdalih dengan alasan kebutuhan makan sehari-hari.

"Kalau ditanya mereka kan biasanya klisenya karena kebutuhan perut, uang. Nggak punya uang lagi pak, dan sebagainya. Kita butuh hidup pak selalu gitu," kata Arifin ditemui di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2020).

Ia pun menegaskan, pihaknya tidak tinggal diam mendengar dalih para pedagang yang menyampaikan bahwa masih nekat berdagang di tengah pandemi karena alasan butuh makan.

"Tapi yang jadi masalah adalah Anda dapat uang tapi berisiko terhadap keselamatan kesehatan. Anda dapat uang hari ini, tapi besok diperiksa positif Covid, nggak ada nilainya uang itu," ungkapnya.

Lebih lanjut, Arifin meminta kepada seluruh pedagang sekaligus para pengunjung yang masih memadati Pasar Tanah Abang untuk memaklumi kondisi pandemi virus Corona. Ia menegaskan, pihaknya melakukan tindakan bukan ingin menjadi musuh.

"Jadi sesungguhnya Satpol PP ada di Tanah Abang untuk memberikan perlindungan kepada warganya suoaya tidak terrular, jadi harus dipahami, bukan kami musuh mereka. Kami melindungi mereaka, bayangkan berkerumun gak pakai masker, tidak ada jarak, itu sangat nerbahaya, jadi tolong sama sama punya tanggung jawab. Disiplin dan kesadaran itu menentukan apakah PSBB akan terus atau berhenti," katanya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS