Data KPU Diretas, Mardani Minta Program e-KTP yang Sentralistis Ditinjau

Chandra Iswinarno, Novian Ardiansyah

Jum'at, 22 Mei 2020 | 13:21 WIB
Data KPU Diretas, Mardani Minta Program e-KTP yang Sentralistis Ditinjau
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, Rabu (4/12/2019). [Suara.com/Novian Ardiansyah]

Suara.com - Anggota Komisi II DPR Mardani Ali Sera menyatakan perlu peninjauan ulang program KTP elektronik atau e-KTP sebagai sentral data masyarakat.

Hal itu disampaikannya sebagai langkah antisipasi terjadinya kebocoran data sebagaimana yang dialami oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), lantaran identitas berupa nomor induk kependudukan (NIK), kartu keluarga (KK) dari daftar pemilih tetap (DPT) berhasil diretas.

"Kejadian ini dapat menjadi dasar untuk meninjau ulang program e-KTP kita yang sentralistis dan berpotensi mendatangkan bencana nasional," kata Mardani saat dihubungi pada Jumat (22/5/2020).

Ia menilai, peristiwa kebocoran data milik KPU harus dijadikan momentum untuk membuat sistem keamanan data yang basis utamanya berada di daerah.

"Dan back up-nya nasional. Bukan sebaliknya," ujar Mardani.

Sebelumnya, Ketua DPP PKS itu meminta agar dilakukan audit menyeluruh sistem keamanan menyusul kebocoran data milik KPU yang berhasil diretas. Mardani mengatakan, data merupakan suatu hal yang bernilai dan berharga. Sebab itu kerahasiaannya harus bisa terjamin.

Dengan bocornya jutaan data, justru menjadi tanda tanya tersendiri bagi sistem keamanan di lingkup pemerintahan.

"Pertama jika benar ini menyedihkan. Data itu mahal. Dan kredibilitas kita bisa dipertanyakan saat data kita bocor," kata Mardani saat dihubungi Suara.com, Jumat (22/5/2020).

Karena itu, Mardani memandang menjadi wajar apabila semua yang terkait dengan sistem keamanan serta tekonologi dan informasi harus diaudit ulang

baca juga

"Kedua, sistem keamanan data kita perlu diaudit ulang. Apapun yang berhubungan dengan IT harus selalu berpikir keamanan data," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

2,3 Juta Data Penduduk di KPU Diduga Bocor, Ini Kata Menkominfo

2,3 Juta Data Penduduk di KPU Diduga Bocor, Ini Kata Menkominfo

News | Jum'at, 22 Mei 2020 | 13:14 WIB

Jutaan Data Warga di KPU Diduga Bocor, PKS Minta Audit Sistem Keamanan

Jutaan Data Warga di KPU Diduga Bocor, PKS Minta Audit Sistem Keamanan

News | Jum'at, 22 Mei 2020 | 11:52 WIB

Data Pemilih KPU Dikabarkan Dibajak, Perlukah Mengganti Metodenya?

Data Pemilih KPU Dikabarkan Dibajak, Perlukah Mengganti Metodenya?

Tekno | Jum'at, 22 Mei 2020 | 12:15 WIB

Data KPU Diduga Bocor, Pengamat Sebut Bukti Kemanan Siber Indonesia Lemah

Data KPU Diduga Bocor, Pengamat Sebut Bukti Kemanan Siber Indonesia Lemah

Tekno | Jum'at, 22 Mei 2020 | 11:30 WIB

Jutaan Data KPU Bocor, Begini Kata Kaspersky

Jutaan Data KPU Bocor, Begini Kata Kaspersky

Tekno | Jum'at, 22 Mei 2020 | 11:12 WIB

KPU Cek Kondisi Server Usai Jutaan Data Warga Dibobol Hacker

KPU Cek Kondisi Server Usai Jutaan Data Warga Dibobol Hacker

News | Jum'at, 22 Mei 2020 | 09:22 WIB

2,3 Juta Data Pemilih Diduga Bocor, Begini Reaksi KPU

2,3 Juta Data Pemilih Diduga Bocor, Begini Reaksi KPU

News | Jum'at, 22 Mei 2020 | 09:17 WIB

Terkini

4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan

4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 10:17 WIB

Bagaimana Cara Menghilangkan YouTube Shorts dari Feed? Begini Langkah Mudahnya

Bagaimana Cara Menghilangkan YouTube Shorts dari Feed? Begini Langkah Mudahnya

Tekno | Kamis, 24 September 2026 | 10:16 WIB

Beda Hydrating dan Moisturizing pada Skincare, Sudah Tahu?

Beda Hydrating dan Moisturizing pada Skincare, Sudah Tahu?

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 10:16 WIB

6 Tahun Dipercaya, Sopir di Pringsewu Tega Kuras Uang Majikan Rp50 Juta demi Judi Online

6 Tahun Dipercaya, Sopir di Pringsewu Tega Kuras Uang Majikan Rp50 Juta demi Judi Online

Lampung | Kamis, 24 September 2026 | 10:14 WIB

26.386 Personel Gabungan Disiapkan Kawal 99 Kegiatan di Jakarta Hari Ini

26.386 Personel Gabungan Disiapkan Kawal 99 Kegiatan di Jakarta Hari Ini

News | Kamis, 24 September 2026 | 10:08 WIB

Kata-kata Jujur Oxford United Ikhlaskan Marselino Ferdinan ke Persija Jakarta

Kata-kata Jujur Oxford United Ikhlaskan Marselino Ferdinan ke Persija Jakarta

Bola | Kamis, 24 September 2026 | 10:07 WIB

Muzakki Resmi Dicopot Usai Mundur: Menag Tunjuk Prof Amien Suyitno Jadi Plt Rektor UINSA

Muzakki Resmi Dicopot Usai Mundur: Menag Tunjuk Prof Amien Suyitno Jadi Plt Rektor UINSA

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 10:06 WIB

Review Time To Hunt: Keinginan untuk Kabur yang Membawa Kita Pada Perburuan

Review Time To Hunt: Keinginan untuk Kabur yang Membawa Kita Pada Perburuan

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 10:00 WIB

Kembali ke Indonesia, Marselino Ferdinan Ungkap Target Besarnya Bersama Persija

Kembali ke Indonesia, Marselino Ferdinan Ungkap Target Besarnya Bersama Persija

Bola | Kamis, 24 September 2026 | 09:58 WIB

Kekerasan Seksual Santriwati di Lombok Tengah, DPR Wanti-wanti Polisi: Jangan Lindungi Pelaku

Kekerasan Seksual Santriwati di Lombok Tengah, DPR Wanti-wanti Polisi: Jangan Lindungi Pelaku

Bali | Kamis, 24 September 2026 | 09:50 WIB

×