Ma'ruf: Memaksakan Salat Ied di Masjid Saat Pandemi Tak Sesuai Ajaran Agama

Dwi Bowo Raharjo, Ria Rizki Nirmala Sari

Jum'at, 22 Mei 2020 | 19:02 WIB
Ma'ruf: Memaksakan Salat Ied di Masjid Saat Pandemi Tak Sesuai Ajaran Agama
Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kanan) didampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo berjalan usai menyampaikan keterangan kepada wartawan tentang penanganan virus Corona COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Senin (23/3). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra]

Suara.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin ikut menyampaikan kepada seluruh umat muslim di tanah air untuk menjalankan salat Ied Idul Fitri di rumah masing-masing. Menurutnya apabila salat Idul Fitri dipaksakan digelar di masjid atau lapangan secara berjamaah justru menjadi tidak sesuai dengan anjuran agama Islam di tengah pandemi virus corona covid-19.

Ma'ruf mengatakan saat ini kondisinya sedang ada pandemi virus Corona. Karena itulah masyarakat diminta untuk tidak menimbulkan kerumunan massa untuk mencegah penularan virus.

Dalam agama Islam pun disebutkannya diajarkan bagaimana umat muslim bisa mengurangi kemaslahatan atau memperkecil kerusakan. Kalau adanya kondisi bahaya, maka umat muslim pun dianjurkan untuk menyesuaikan diri.

"Andai kata kita memaksakan untuk melaksanakan di masjid atau di lapangan kemudian terjadi penularan-penularan itu berarti enggak sesuai dengan prinsip ajaran agama, yang seharusnya memperkecil bahaya," kata Ma'ruf dalam rekaman video yang disiarkan melalui YouTube BNPB, Sabtu (22/5/2020).

Ia pun sempat menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat Indonesia karena pemerintah belum bisa menghilangkan bahaya Covid-19 di tanah air. Menurutnya bukan perkara mudah untuk mengusir virus yang menyerang manusia melalui jalur pernapasan tersebut.

"Kami pemerintah mohon maaf karena memang bahaya belum hilang, bahaya Corona ini belum hilang," ujarnya.

Ma'ruf beralasan pemeritah sulit menghilangkan Covid-19 karena jumlah penduduknya yang lebih besar ketimbang negara-negara ASEAN lainnya.

Selain itu, Ma'ruf juga menuturkan faktor sulitnya Covid-19 bisa segera hilang karena masyarakatnya yang masih belum bisa disiplin untuk menerapkan protokol kesehatan.

"Di samping itu masyarakat juga ada yang kurang disiplin, kurang mematuhi protokol kesehatan, menjaga jarak, menggunakan masker, tidak ada keramaian-keramaian yang banyak orang," pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daerah Tebet Penuh Sesak Jelang Lebaran, Satpol PP dan Polisi Gelar Patroli

Daerah Tebet Penuh Sesak Jelang Lebaran, Satpol PP dan Polisi Gelar Patroli

Video | Jum'at, 22 Mei 2020 | 18:47 WIB

Minta Semua Warga Lebaran di Rumah, Anies: Jakarta Masih Episenter Covid-19

Minta Semua Warga Lebaran di Rumah, Anies: Jakarta Masih Episenter Covid-19

News | Jum'at, 22 Mei 2020 | 18:45 WIB

Dirumahkan, PRT: Mungkin Majikan Berpikir Saya Menularkan Virus Corona

Dirumahkan, PRT: Mungkin Majikan Berpikir Saya Menularkan Virus Corona

News | Jum'at, 22 Mei 2020 | 18:35 WIB

Tak Patuh Karantina, Kaum Muda Brasil Tertinggi Meninggal karena Covid-19

Tak Patuh Karantina, Kaum Muda Brasil Tertinggi Meninggal karena Covid-19

Health | Jum'at, 22 Mei 2020 | 18:28 WIB

Warga yang Masih Nekat Berkeruman di Kawasan Tebet Bakal Dikenai Sanksi

Warga yang Masih Nekat Berkeruman di Kawasan Tebet Bakal Dikenai Sanksi

News | Jum'at, 22 Mei 2020 | 18:19 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×