Demi Dapatkan Sumbangan, Ibu di Thailand Sengaja Racuni Anaknya

Reza Gunadha, Fitri Asta Pramesti

Senin, 25 Mei 2020 | 20:54 WIB
Demi Dapatkan Sumbangan, Ibu di Thailand Sengaja Racuni Anaknya
Ilustrasi racun [Shutterstock/pzAxe]

Suara.com - Seorang ibu asal Thailand ditangkap atas dugaan meracuni anaknya yang berusia dua tahun untuk mendapatkan sumbangan secara online.

Menyadur Nation Thailand, Sabtu (23/5/2020), wanita ini sengaja membuat anaknya sakit sehingga bisa mendapatkan uang dengan kedok penggalangan dana untuk biaya pengobatan melalui media sosial. 

Direktur jenderal Departemen Anak dan Remaja, Kementerian Pembangunan Sosial dan Keamanan Manusia Thailand Supatcha Sutthiphol menyebutkan pihak berwenang telah menangkap tersangka di rumahnya yang terletak di distrik Don Muang, Bangkok, pada Senin (18/5) lalu.

Supatcha menjelaskan mulanya wanita berusia 29 tahun itu menyebut putranya muntah-muntah lantaran memiliki alergi terhadap makanan laut. Namun hasil pemeriksaan menyebutkan sang anak tidak memiliki alergi.

"Dokter tidak menemukan alergi, tapi mendeteksi jejak bahan kimia korosif di mulut, perut, dan usus si bocah," kata Supatcha.

Kecurigaan berlanjut ketika pihak rumah sakit menemukan fakta bahwa perempuan tersebut sebelumnya pernah memeriksakan anak perempuan berusia 4 tahun, dengan gejala sakit yang sama dengan di anak laki-laki.

Pihak berwenang kemudian mencoba mencari informasi melalui akta lahir si anak perempuan, dan ditemukan fakta bahwa wanita tersebut bukanlah ibu kandung dari anak perempuan yang kini telah meninggal tersebut.

Sementara di akta kelahiran si anak laki-laki, hanya tercantum nama wanita sebagai ibu, tidak ada nama ayah.

"Mereka meminta wanita itu untuk melakukan tes DNA tetapi ia menolak, jadi polisi menahannya hingga ada kejelasan hubungan antara dia dan anak laki-laki," sambungnya.

baca juga

Penyelidikan lebih lanjut menyebutkan pelaku ternyata telah mengganti nama sebanyak empat kali dan mengunggah permintaan donasi untuk pengobatan anaknya yang sakit melalui media sosial.

"Kondisi anak laki-laki itu kini telah stabil. Ia akan berada dibawah pengawasan departemen selama enam bulan," tandas Supatcha.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bikin Haru, Nenek Cari HP dengan Uang Pas-pasan untuk Cucunya Belajar

Bikin Haru, Nenek Cari HP dengan Uang Pas-pasan untuk Cucunya Belajar

News | Sabtu, 23 Mei 2020 | 15:52 WIB

Thailand Akan Perpanjang Masa Darurat Corona Hingga Akhir Juni

Thailand Akan Perpanjang Masa Darurat Corona Hingga Akhir Juni

News | Jum'at, 22 Mei 2020 | 15:37 WIB

Pandemi, Pabrik di Thailand Siapkan 1,9 Miliar Kondom, Ini Alasannya

Pandemi, Pabrik di Thailand Siapkan 1,9 Miliar Kondom, Ini Alasannya

Lifestyle | Jum'at, 22 Mei 2020 | 08:57 WIB

Terkini

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Raih Gelar di Olimpiade Catur 2026, Laysa Latifah Dapat Bonus Rp50 Juta dari Percasi Jakarta

Sport | Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:43 WIB

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×