Afghanistan akan Bebaskan 900 Anggota Taliban

Bangun Santoso

Rabu, 27 Mei 2020 | 05:25 WIB
Afghanistan akan Bebaskan 900 Anggota Taliban
Ilustrasi Taliban. (Shutterstocks)

Suara.com - Pemerintah Afghanistan mendesak Taliban untuk memperpanjang gencatan senjata yang berlaku selama 3 hari atau berakhir pada Selasa (26/5) malam, kemudian mengumumkan rencana membebaskan 900 anggota kelompok pemberontak itu.

Pembebasan itu adalah bagian dari pertukaran tahanan berdasarkan kesepakatan yang dicapai oleh Taliban dan Amerika Serikat di Doha, pada bulan Februari, sebagai pendahulu bagi pembicaraan damai antara militan Islam dan delegasi inklusif Afghanistan yang bertujuan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama 2 dekade.

"Untuk penanganan masalah tahanan yang lebih baik, penting untuk memperpanjang gencatan senjata," kata juru bicara penasihat keamanan nasional Afghanistan Javid Faisal pada konferensi pers.

Perpanjangan gencatan senjata adalah kunci untuk menghindari pertumpahan darah lebih lanjut dan pemerintah Afghanistan siap untuk itu, kata Faisal menambahkan.

Taliban telah mengumumkan gencatan senjata selama 3 hari untuk liburan Idul Fitri yang mengakhiri bulan suci Ramadan, dalam sebuah langkah yang disambut baik oleh pemerintah Afghanistan dan AS.

Namun, Taliban belum mengatakan apakah mereka bersedia memperpanjang gencatan senjata setelah berakhir pada hari Selasa tengah malam (19.30 GMT).

Pada bulan lalu, kelompok itu menolak seruan pemerintah Afghanistan untuk melakukan gencatan senjata selama Ramadan.

Pertempuran antara pasukan Taliban dan Afghanistan telah meningkat sebelum gencatan senjata. Pemerintah mengatakan akan melanjutkan serangan terhadap kelompok militan setelah serangan mematikannya secara nasional bulan ini.

Pembebasan tahanan dimulai pada bulan April. Akan tetapi, berlangsung lambat dan diwarnai perselisihan antara Taliban dan pemerintah, yang akan membebaskan 5.000 tahanan di bawah pakta Doha, sementara Taliban membebaskan 1.000 pasukan keamanan Afghanistan.

baca juga

Sejauh ini, pemerintah telah membebaskan 1.000 tahanan, sedangkan Taliban membebaskan 105 orang, kata Faisal, juru bicara penasihat Hamdullah Mohib, kepada Reuters sebelum konferensi pers.

Sumber: Antara/Reuters

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Raya Idul Fitri, Taliban Umumkan Gencatan Senjata selama Tiga Hari

Hari Raya Idul Fitri, Taliban Umumkan Gencatan Senjata selama Tiga Hari

News | Minggu, 24 Mei 2020 | 16:16 WIB

Keren, Remaja Afghanistan Produksi Ventilator dari Onderdil Bekas

Keren, Remaja Afghanistan Produksi Ventilator dari Onderdil Bekas

News | Kamis, 21 Mei 2020 | 13:55 WIB

Masjid di Afghanistan Diserang, 7 Jemaah Tewas saat Buka Puasa

Masjid di Afghanistan Diserang, 7 Jemaah Tewas saat Buka Puasa

News | Rabu, 20 Mei 2020 | 13:12 WIB

Taliban Serang Ghazni, 7 Intelijen Afghanistan Tewas

Taliban Serang Ghazni, 7 Intelijen Afghanistan Tewas

News | Senin, 18 Mei 2020 | 19:21 WIB

Kisah Jurnalis Perang di Afghanistan: Tidak ada Berita yang Positif

Kisah Jurnalis Perang di Afghanistan: Tidak ada Berita yang Positif

News | Minggu, 17 Mei 2020 | 22:25 WIB

Kisah Ibu Melahirkan Saat Insiden Penyerangan Rumah Sakit Bersalin di Kabul

Kisah Ibu Melahirkan Saat Insiden Penyerangan Rumah Sakit Bersalin di Kabul

News | Sabtu, 16 Mei 2020 | 11:24 WIB

Kisah Firooza Omar, Perempuan Berhijab Menyusui Bayi-bayi Korban Perang

Kisah Firooza Omar, Perempuan Berhijab Menyusui Bayi-bayi Korban Perang

News | Jum'at, 15 Mei 2020 | 19:17 WIB

Terkini

DIY Masuk Periode Kekeringan Berkepanjangan, Tiga Kabupaten Dibayangi Kebakaran

DIY Masuk Periode Kekeringan Berkepanjangan, Tiga Kabupaten Dibayangi Kebakaran

Jogja | Rabu, 30 September 2026 | 17:10 WIB

Heboh Dugaan Pungli Rp250 Juta di Rutan Pondok Bambu, Ketua KPK Buka Suara

Heboh Dugaan Pungli Rp250 Juta di Rutan Pondok Bambu, Ketua KPK Buka Suara

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:09 WIB

Tak Ditemukan Alkohol dan Sianida dalam Jasad serta Tanah Makam Sutrimo

Tak Ditemukan Alkohol dan Sianida dalam Jasad serta Tanah Makam Sutrimo

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:03 WIB

5 Penyebab Kulkas Tidak Dingin dan Cara Mengatasinya, Jangan Langsung Panggil Teknisi!

5 Penyebab Kulkas Tidak Dingin dan Cara Mengatasinya, Jangan Langsung Panggil Teknisi!

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 17:03 WIB

Centang Biru Mati dan Slow Reply: Menjaga Batasan atau Ruang Manipulasi Chat?

Centang Biru Mati dan Slow Reply: Menjaga Batasan atau Ruang Manipulasi Chat?

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 17:00 WIB

Dear Kemenlu! Ada Nota Diplomatik dari Malaysia, Tolong Dibalas: Mau Dibantu Gak Atasi Karhutla?

Dear Kemenlu! Ada Nota Diplomatik dari Malaysia, Tolong Dibalas: Mau Dibantu Gak Atasi Karhutla?

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:00 WIB

Jokowi Disebut Mulai Beri Sinyal Pisah dengan Prabowo, Benarkah?

Jokowi Disebut Mulai Beri Sinyal Pisah dengan Prabowo, Benarkah?

Video | Rabu, 30 September 2026 | 17:00 WIB

Gema Bangsa Tolak Syarat Capres-Cawapres Didukung Minimal 2 Fraksi, Singgung Risiko Oligarki

Gema Bangsa Tolak Syarat Capres-Cawapres Didukung Minimal 2 Fraksi, Singgung Risiko Oligarki

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:57 WIB

Dirjen SDA Arnold Ritiauw: Yang Dimarahi Menteri PU Bukan Saya

Dirjen SDA Arnold Ritiauw: Yang Dimarahi Menteri PU Bukan Saya

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 16:57 WIB

Biaya Mahal Menguatkan Nilai Tukar Rupiah

Biaya Mahal Menguatkan Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 16:57 WIB

×