Riset: Pandemi Virus Corona Memperburuk 'Nyeri' Perempuan saat Menstruasi

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Kamis, 28 Mei 2020 | 19:53 WIB
Riset: Pandemi Virus Corona Memperburuk 'Nyeri' Perempuan saat Menstruasi
Ilustrasi menstruasi. (Shutterstock)

Suara.com - Pandemi virus corona ternyata tak hanya berimbas buruk pada kesehatan, namun juga berdampak pada proses perempuan menghadapi menstruasi. Berdasarkan riset Plan International, jutaan perempuan di berbagai negara kini kesulitan menjalani periode datang bulan.

Menyadur Channel News Asia, Plan International sebelumnya telah melakukan riset di 30 negara, dari Kenya hingga Australia. Hasilnya, permasalahan terkait menstruasi selama pandemi berkisar antara ketersediaan pembalut dan stigma yang semakin memburuk.

Sekitar 58 persen responden mengeluhkan soal kenaikan dan mahalnya harga produk pembalut. Sementara lainnya, menyebutkan kesulitan untuk mendapatkan akses air bersih selama menstruasi.

"Menstruasi tidak berhenti selama pandemi, tetapi mengelolanya dengan aman dan bermartabat menjadi lebih sulit," ujar Susanne Legena, kepala eksekutif Plan International Australia.

Sussane menambahkan, kelangkaan produk pembalut membuat banyak perempuan muda yang rentan di berbagai negara, tidak mengenakan pembalut selama menstruasi.

Ilustrasi pembalut (Shutterstock)
Ilustrasi pembalut (Shutterstock)

Perempuan-perempuan di negara miskin seperti Bangladehs dan Zimbabwe misalnya, mereka mengganti pembalut dengan serbet kain. Penggunaan ini dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko terinfeksi bakteri.

Riset juga menyebutkan para perempuan di negara seperti Australia dan Irlandia yang notabene jauh dari masalah kekurangan air, mengeluhkan naiknya harga dan kurangnya persediaan pembalut.

Sementara, sekitar seperempat dari total responden juga menyatakan khawatir tentang meningkatnya stigma buruk dan tindakan diskriminatif terkait menstruasi bagi perempuan yang berada di rumah selama lockdown.

Pasalnya, lockdown berakibat pada berkurangnya pendapatan. Alhasil, banyak keluarga yang memutuskan untuk memprioritaskan hal lain dibandingkan pembalut.

"Saya tidak memiliki penghasilan, lalu bagaimana saya bisa membeli pembalut dengah harga 5 dolar AS (Rp 73,662)," ujar seorang gadis asal Fiji kepada periset.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menstruation Health Day, Remaja di India Kampanyekan Menstruasi Bukan Najis

Menstruation Health Day, Remaja di India Kampanyekan Menstruasi Bukan Najis

Health | Kamis, 28 Mei 2020 | 16:11 WIB

Siklus Menstruasi Berubah Saat di Rumah Aja, Cari Tahu Penyebabnya!

Siklus Menstruasi Berubah Saat di Rumah Aja, Cari Tahu Penyebabnya!

Health | Kamis, 28 Mei 2020 | 09:00 WIB

Ganti Pembalut dengan Menstrual Cup Saat Menstruasi? Ini 6 Risikonya!

Ganti Pembalut dengan Menstrual Cup Saat Menstruasi? Ini 6 Risikonya!

Health | Kamis, 01 Agustus 2019 | 16:50 WIB

Terkini

Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri

Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 22:54 WIB

Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia

Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:56 WIB

Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan

Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:43 WIB

Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump

Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:29 WIB

Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online

Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:00 WIB

Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i

Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 19:44 WIB

DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI

DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 19:30 WIB

Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan

Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:40 WIB

Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku

Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:34 WIB

Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi

Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:27 WIB