Hendak Cari Kerja, 30 Migran di Libya Diculik dan Dibunuh

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Sabtu, 30 Mei 2020 | 15:09 WIB
Hendak Cari Kerja, 30 Migran di Libya Diculik dan Dibunuh
Bendera Libya. [Pixabay]

Suara.com - Kementerian Luar Negeri Bangladesh melaporkan sejumlah 30 migran yang tengah melakukan perjalanan untuk mencari pekerjaan di Libya dibunuh oleh kelompok bersenjata pada Rabu (27/5), setelah sebelumnya diculik dan disiksa.

Menyadur Al Jazeera, kelompok bersenjata yang bermarkas di Mizda disebutkan menculik sekelompok migran yang tengah melintasi padang pasir di Benghazi pada 15 hari yang lalu.

Para migran kemudian disandera di sebuah gudang dan mengalami penyiksaan. Pihak kementerian mengatakan penculikan dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan uang tebusan.

"Mereka menyiksa (migran) secara tidak manusiawi untuk tebusan. Hingga kahirnya, para tawanan dapat membunuh salah seorang penculik. Akibatnya, penculik pun menembaki para tawanan dengan membabi buta," kata keterangan Kementerian Luar Negeri Bangladesh, Jumat (29/5).

Dari segerombolan migran yang diculik, 11 diantaranya berhasil selamat dan kini tengah dirawat di salah satu rumah sakit di Mizda.

Sementara dari 30 korban meninggal, 29 diantaranya merupakan warga Bangladesh, sedangkan enam sisnya merupakan warga Afrika.

Menteri Dalam Negeri Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya Fathi Bashagha mengatakan pihak berwenang kini tengah berupaya menemukan pelaku penculikan.

Pihak Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) Libya menyebut insiden yang terjadi di gudang penyelundupan tersebut memanfaatkan situasi kyang tengah sulit.

"Kelompok-kelompok kriminal ini mengambil keuntungan dari ketidakstabilan dan situasi keamanan untuk memangsa orang-orang putus asa," kata kepala IOM Libya, Federico Soda.

Sebagian besar migran datang ke Libya untuk mendapatkan penghasilan. Banyak dari mereka yang melarikan diri dari kemiskinan, perang, kerja paksa, mutilasi alat kelamin wanita, hingga pemerintah yang korup di kampung halaman, namun harus mengalami nasib tak jelas dan terlantar di tengah konflik Libya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Protes Kematian George Floyd, Gedung Putih 'Disegel' Warga AS

Protes Kematian George Floyd, Gedung Putih 'Disegel' Warga AS

News | Sabtu, 30 Mei 2020 | 10:10 WIB

Ngaku Dapat Wahyu, Imam Sansari Penggal Kepala Jemaah Demi Akhiri Corona

Ngaku Dapat Wahyu, Imam Sansari Penggal Kepala Jemaah Demi Akhiri Corona

News | Jum'at, 29 Mei 2020 | 13:50 WIB

Derita Pekerja Migran, Bocah Ajak Main Ibunya yang Telah Meninggal

Derita Pekerja Migran, Bocah Ajak Main Ibunya yang Telah Meninggal

News | Kamis, 28 Mei 2020 | 16:17 WIB

Terkini

Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil

Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 23:05 WIB

Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas

Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 22:10 WIB

Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera

Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:53 WIB

MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI

MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:42 WIB

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 21:15 WIB

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:31 WIB

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:30 WIB

Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat

Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:25 WIB

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:19 WIB

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi

News | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:16 WIB