Pelonggaran Lockdown Dianggap Bahaya, Ini Pembelaan Menlu Inggris

Rendy Adrikni Sadikin, Rima Suliastini

Senin, 01 Juni 2020 | 15:05 WIB
Pelonggaran Lockdown Dianggap Bahaya, Ini Pembelaan Menlu Inggris
Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab dalam konferensi pers terkait update virus corona Covid-19, Senin (13/4/2020). [AFP/10 Downing Street/Andrew Parsons]

Suara.com - Pemerintah Inggris sedikit kewalahan dalam meyakinkan warganya tentang kebijakan pelonggaran lockdown. Menyadur Sky News pada Senin (1/6/2020), Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab menegaskan bahwa keputusan ini aman dan Inggris tak bisa terkunci selamanya.

Meski begitu, Raab berkata pelonggaran ini bisa ditinjau ulang jika terjadi lonjakan kasus virus corona.

Hal ini diungkapkan Dominic Raab setelah penasihat sains sekaligus direktur Wellcome Trust, Jerey Farrar mengatakan kengeriannya terhadap pelonggaran lockdown karena virus corona masih menyebar hingga kini.

Secara terpisah, profesor kesehatan masyarakat global di Universitas Edinburgh Devi Sridhar juga mengatakan kepada Sky News bahwa peningkatan kasus virus corona "tidak dapat dihindari" ketika lockdown dilonggarkan.

Nicola Sturgeon juga memperingatkan tentang risiko signifikan dan penyakit jadi tidak terkendali jika pelonggaran tetap dilakukan. Itulah sebabnya Skotlandia sangat berhati-hati dalam pelonggaran pembatasan.

Ilustrasi Bendera Inggris (Pixabay)
Ilustrasi Bendera Inggris (Pixabay)

Terkait hal itu, Dominic Raab berkata bahwa ini adalah langkah yang sangat tepat karena pihaknya sudah mempertimbangkan kemampuannya memantau virus saat ini.

"Kami yakin bahwa ini adalah langkah yang paling tepat untuk dilakukan pada saat ini. Kami mengambil langkah-langkah itu dengan sangat hati-hati, berdasarkan pada sains juga berdasarkan kemampuan kami sekarang untuk memantau virus," ungkap Raab.

Suasana Inggris diterpa pandemi virus corona. [Tolga AKMEN / AFP]
Suasana Inggris diterpa pandemi virus corona. [Tolga AKMEN / AFP]

"Kita bisa tenang, kita bisa melindungi kehidupan, juga mata pencaharian. Mendapatkan kehidupan kembali ke sesuatu yang menyerupai normal, tetapi kita harus memantau dengan sangat hati-hati."

"Jika ada peningkatan dalam jumlah kasus, jika kita berhenti membuat kemajuan yang saya jelaskan, kita harus mengambil tindakan lebih lanjut lagi dan menargetkan virus di mana pun virus itu muncul."

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aksi Solidaritas untuk George Floyd Menjalar hingga ke Inggris

Aksi Solidaritas untuk George Floyd Menjalar hingga ke Inggris

Video | Senin, 01 Juni 2020 | 11:00 WIB

Aksi untuk George Floyd, Ribuan Demonstran Padati Kedubes AS di London

Aksi untuk George Floyd, Ribuan Demonstran Padati Kedubes AS di London

News | Senin, 01 Juni 2020 | 07:13 WIB

Mulai Senin, Inggris Bolehkan Kelompok Rentan Covid-19 Keluar Rumah

Mulai Senin, Inggris Bolehkan Kelompok Rentan Covid-19 Keluar Rumah

Health | Minggu, 31 Mei 2020 | 14:45 WIB

Terkini

Buru Bupati dan Sekda Kuansing, KPK Telusuri Dugaan Kebocoran Informasi

Buru Bupati dan Sekda Kuansing, KPK Telusuri Dugaan Kebocoran Informasi

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:35 WIB

Dittipideksus Bareskrim Sita 18,1 Ton Sianida Ilegal, Dua Tersangka Ditetapkan

Dittipideksus Bareskrim Sita 18,1 Ton Sianida Ilegal, Dua Tersangka Ditetapkan

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:25 WIB

Kasus Eltras Jadi Evaluasi, Polda NTT Sisir Seluruh Tempat Hiburan Malam

Kasus Eltras Jadi Evaluasi, Polda NTT Sisir Seluruh Tempat Hiburan Malam

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 20:01 WIB

Menghilang Usai OTT, KPK Buru Bupati dan Sekda Kuansing

Menghilang Usai OTT, KPK Buru Bupati dan Sekda Kuansing

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:43 WIB

Menekraf Teuku Riefky Harsya Dukung Jatim Media Summit 2026: Bangun Ekosistem Bersama

Menekraf Teuku Riefky Harsya Dukung Jatim Media Summit 2026: Bangun Ekosistem Bersama

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:34 WIB

Mobil Jadi Instrumen Suap, KPK Sita Kendaraan Roda Empat dalam OTT di Kuansing

Mobil Jadi Instrumen Suap, KPK Sita Kendaraan Roda Empat dalam OTT di Kuansing

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:32 WIB

Jokowi Tiba di Jakarta, Bakal Hadiri HUT Bhayangkara Besok

Jokowi Tiba di Jakarta, Bakal Hadiri HUT Bhayangkara Besok

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:25 WIB

Balita Tewas di Lubang Galian Manggarai, DPRD DKI Minta Seluruh Proyek Pemprov Diaudit

Balita Tewas di Lubang Galian Manggarai, DPRD DKI Minta Seluruh Proyek Pemprov Diaudit

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:23 WIB

'Surat Imbauan Ada, Area Sudah Steril', Kata Lurah Soal Galian Maut Manggarai

'Surat Imbauan Ada, Area Sudah Steril', Kata Lurah Soal Galian Maut Manggarai

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:20 WIB

Menlu Sugiono Terima Menlu Maxim, Bahas Pesiapan Kunjungan Presiden Republik Belarus ke Indonesia

Menlu Sugiono Terima Menlu Maxim, Bahas Pesiapan Kunjungan Presiden Republik Belarus ke Indonesia

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 19:09 WIB

×