Reaktif Corona, 73 ODP di Jayapura Dikarantina di Gedung BPSDM

Bangun Santoso | Suara.com

Rabu, 03 Juni 2020 | 04:45 WIB
Reaktif Corona, 73 ODP di Jayapura Dikarantina di Gedung BPSDM
Suasana ODP di Kota Jayapura yang sementara di karantina di BPSDM Kotaraja sedang berolahraga pagi (ANTARA/Musa Abubar)

Suara.com - Sebanyak 73 orang dalam pengawasan (ODP) terkait COVID-19 di Kota Jayapura, Provinsi Papua dikarantina di Balai Pendidikan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kotaraja, Abepura, karena reaktif setelah menjalani tes cepat kesehatan melalui rapid test

"Secara umum di BPSDM Kotaraja itu kami hanya menampung orang dalam pengawasan (ODP) yang kebetulan hasil rapid test-nya reaktif tanpa gejala," kata penanggung jawab dari Dinas Kesehatan untuk Posko BPSDM Kotaraja, Darwin Rumbiak di Jayapura, Selasa (2/6/2020) malam.

Darwin menjelaskan, jumlah keseluruhan ODP yang ditampung di BPSDM Kotaraja sebanyak 73 orang setelah menjalani rapid test corona hasilnya reaktif. Mereka dikarantina sambil menunggu hasil swab. Namun, pada Sabtu (30/5) dua orang sudah dipulangkan karena hasil swabnya negatif, selanjutnya satu orang positif COVID-19 setelah hasilnya swabnya ke luar sehingga dirujuk ke RSUD Abepura, kemudian pada Selasa (2/6) hari ini delapan orang dipulangkan karena hasil swabnya negatif.

"Jadi dari jumlah 70 orang yang ditampung, kalau delapan orang dipulangkan lagi berarti tinggal 62 orang yang masih dikarantina. Tetapi kami baru dapat kabar informasi bahwa kami akan didorong lagi dari kloter Hotel Sahid menuju BPSDM Kotaraja. Kami akan lakukan screening lagi lalu kami akan masukkan," ujarnya.

Penampungan di BPSDM Kotaraja, menurut dia, satu orang satu kamar kecuali ibu dan anak, itu bisa dalam satu kamar.

Sesuai dengan protap, kata Darwin, mereka ditampung selama tiga sampai enam hari hingga hasil swabnya ke luar. Kalau hasilnya swabnnya positif maka akan dirujuk ke rumah sakit.

Jika hasil swabnya negatif maka keluarga dari ODP akan diedukasi dan diantar sampai di rumah. Ketika sampai di rumah, akan disampaikan kepada keluarga bahwa yang bersangkutan setelah swab atau pemeriksaan kedua dinyatakan negatif.

Dia mengatakan, akan tetapi, menurut protap COVID-19, bahwa yang bersangkutan tetap melakukan isolasi mandiri selama tujuh sampai 14 hari ke depan, dan apabila kalau ada gejala maka segera datang dan melaporkan diri ke rumah sakit.

"Kalau tidak ada gejala berarti tetap berada di rumah saja dan melakukan protap yang dikeluarkan oleh COVID-19 yakni makan yang teratur, tidak melakukan komunikasi dengan orang di sekitar kecuali di dalam rumah," katanya.

"Kami akan keluarkan surat dari BPSDM Kotaraja yang menyatakan bahwa yang bersangkutan telah dilakukan rapid test dan swab dan dinyatakan negatif," ujarnya.

Lanjut dia, dengan demikian, RT/RW dimana yang bersangkutan berada atau ODP tinggal mereka harus mengetahui keberadaannya, sehingga memberikan motivasi kepada warga lainnya bahwa yang bersangkutan adalah ODP tetapi tidak bergejala dan tidak menujukan gejala positif terpapar COVID-19.

Dengan demikian, kata dia, kerja sama ini dapat terbangun, sehingga tidak distigma dan diterima oleh masyarakat lalu dimasyarakatkan.

"Bagi mereka yang positif kalau dengan gejala maka didorong ke rumah sakit, kalau tanpa gejala maka ada dua kemungkinan kalau kita lihat kondisi rumahnya baik, sehat dan tidak ada gejala maka bisa melakukan isolasi mandiri, maka kami akan mengedukasi masyarakat, edukasi RT/RW, edukasi bisa terkait lingkungan rumahnya bahwa yang bersangkutan akan melakukan isolasi mandiri di rumah," katanya.

Isolasi mandiri itu, kata dia, dengan protap tujuh sampai 14 hari, tidak melakukan kontak dengan orang lain dan menggunakan masker N-95. Apabila ada gejala maka segera melaporkan diri ke rumah sakit.

Tetapi, menurut dia, yang dilihat kondisinya bahwa tidak memungkinkan di rumah, pengawasannya juga tidak memungkinkan maka akan didorong ke rumah sakit yaitu rumah sakit dengan zona hijau yaitu RSUD Abepura.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Kelanjutan Kompetisi, PSSI Jalin Komunikasi dengan Pemerintah

Soal Kelanjutan Kompetisi, PSSI Jalin Komunikasi dengan Pemerintah

Bola | Rabu, 03 Juni 2020 | 02:07 WIB

Liga 1 2020 Dilanjutkan, Haruna: Silakan, Madura United Tidak Ikut!

Liga 1 2020 Dilanjutkan, Haruna: Silakan, Madura United Tidak Ikut!

Bola | Rabu, 03 Juni 2020 | 03:05 WIB

Jumlah Pasien COVID-19 dari Klaster Pasar Cileungsi Jadi 16 Orang

Jumlah Pasien COVID-19 dari Klaster Pasar Cileungsi Jadi 16 Orang

Jabar | Rabu, 03 Juni 2020 | 00:15 WIB

Pulang dari AS dan Tak Jujur Soal Kondisi Medis, Seorang Perempuan Ditahan

Pulang dari AS dan Tak Jujur Soal Kondisi Medis, Seorang Perempuan Ditahan

News | Selasa, 02 Juni 2020 | 23:10 WIB

Tak Ada Partai Diuntungkan Saat Corona, Elektabilitas PDI-P Menurun Drastis

Tak Ada Partai Diuntungkan Saat Corona, Elektabilitas PDI-P Menurun Drastis

News | Selasa, 02 Juni 2020 | 23:06 WIB

Tinjau RS Lapangan di Surabaya, Doni Monardo Juga Serahkan 20 Plasma Darah

Tinjau RS Lapangan di Surabaya, Doni Monardo Juga Serahkan 20 Plasma Darah

Jatim | Rabu, 03 Juni 2020 | 02:40 WIB

Alvin Lie: Apa Masuk Akal Persyaratan Penumpang Pesawat Terbang Saat Ini?

Alvin Lie: Apa Masuk Akal Persyaratan Penumpang Pesawat Terbang Saat Ini?

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2020 | 22:03 WIB

Terkini

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:34 WIB

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:22 WIB

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:52 WIB

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:37 WIB

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:31 WIB

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:25 WIB

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:16 WIB

Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia

Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:07 WIB

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:02 WIB

Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah

Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:57 WIB