Dampak Pandemi Covid-19, Jumlah Donatur Pada Lembaga Zakat Berkurang

Jum'at, 05 Juni 2020 | 18:53 WIB
Dampak Pandemi Covid-19, Jumlah Donatur Pada Lembaga Zakat Berkurang
Ilustrasi zakat (shutterstock)

Suara.com - Direktur Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Arifin Purwakanta mengemukakan jumlah donatur di lembaga tersebut selama Pandemi Covid-19, terutama saat Ramadan 1441 Hijriah menurun.

Pernyataan tersebut disampaikan Arifin dalam diskusi Performa Zakat Online selama Ramadan 1441 H melalui akun youtube BNPB, Jumat (5/6/2020).

"Jadi, Ramadan ini dengan adanya dampak Pandemi Covid-19, saya kira banyak usaha-usaha yang beralih dan bahkan tutup. Sehingga jumlah donatur hari ini berkurang," ujar Arifin.

Kemudian, kata Arifin, adanya pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) juga berdampak pada bertambahnya jumlah kemiskinan. 

"Jadi dengan adanya PSBB kita melihat jumlah kemiskinan memang bertambah. Dan jumlah orang yang tadinya dapat ber derma memang jumlahnya menurun. Dan ini menjadi signifikan dan kemudian Baznas dan gerakan-gerakan zakat lainnya mencoba membuat adaptasi-adaptasi," katanya.

Lebih lanjut, Arifin menuturkan, menurunnya donatur sama dengan meningkatnya jumlah orang yang harus dibantu karena terdampak pandemi yakni sekitar 15 sampai 20 persen.

"Saya kira turunnya (jumlah) donatur sama dengan meningkatnya orang yang perlu dibantu. Jadi sekitar 15 sampai 20 persen donatur kita memang berubah menjadi orang-orang yang memang perlu dibantu," kata Arifin.

Senada dengan Baznas, Direktur Pengembangan Zakat Dompet Dhuafa Bambang Suherman mengemukakan hal yang sama terjadi di lembaganya. Namun kata Bambang, angka donasi bertambah sebesar 12 persen.

"Di Dompet Dhuafa kalau apple to apple dengan Ramadan tahun lalu, hari ini Dompet Dhuafa, mengalami penurunaan donatur sebesar 8,7 persen. Tapi yang menarik, angka transaksinya tumbuh 12 persen," ujarnya.

Baca Juga: Selama Ramadan, Dana Zakat dan Infak Dompet Dhuafa Alami Kenaikan

Bambang mengemukakan, meningkatnya donasi Dompet Dhuafa, karena masyarakat secara emosional terlibat langsung terhadap permasalahan pandemi Covid-19.

"Kenapa donasi bertambah, karena secara pragmatis terlibat langsung emosional terhadap permasalahan pandemi ini," ucap dia.

Kata Bambang, mereka yang berdonasi karena melihat langsung orang yang disekitarnya seperti keluarga dekat, tetangga yang terdampak Covid-19. Sehingga angka donasi bertambah.

"Mereka mengalami problemnya, tetangga mengalami keluarga terdekat ngalamin, maka yang punya kelebihan langsung ketemu substansinya. Kenapa mereka harus berbagi, karena secara pragmatis terlihat sekitarnya, maka itu menyebabkan donasi bertambah," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI