Lagu Balonku Diributkan, Komika Jelaskan Secara Sains Balon Hijau Meletus

Dany Garjito | Rifan Aditya | Suara.com

Sabtu, 13 Juni 2020 | 16:09 WIB
Lagu Balonku Diributkan, Komika Jelaskan Secara Sains Balon Hijau Meletus
Ilustrasi balon

Suara.com - Lagu "Balonku" tengah diributkan warganet pasca video seorang pemuka agama viral di media sosial. Penceramah itu menuduh lagu "Balonku" mengajak anak-anak untuk benci Islam.

Tapi stand up komedian atau komika sekaligus dosen, Irvan Kartawiria punya pendapat sendiri. Ia berusaha menjelaskan sains pada lagu "Balonku".

Penjelasan itu disampaikan Irvan dalam unggahan di akun Twitter miliknya, @IrvanKarta, pada Jumat (12/6/2020).

"Balonku Ada Limaa," cuit Irvan yang melampirkan gambar penjelasan lirik lagu "Balonku".

Gambar itu dipercantik dengan ilustrasi lima balon yang masing-masing berwarna hijau, kuning, kelabu, merah muda dan biru. Kelima balon terikat pada sebuah cangkir.

Pria lulusan ITB ini menjelaskan warna-warna yang berbeda pada balon dikarenakan adanya perbedaan panjang gelombang.

"Spektrum warna dan panjang gelombang. Hijau: 495-570 nm. Kuning: 570-590 nm. Merah muda: 620-750 nm. Dan biru: 450-495 nm," tulis Irvan.

Gambar ilustrasi itu memperlihatkan balon hijau meletus. Menurut Irvan, balon dapat meletus karena tekanan udara rata-rata balon tiup sebesar 1 psi gauge atau sekitar 15 psi absolut.

"Kalau ada bocor kecil mendadak, tekanan di dalam balon berkurang dengan cepat dan merusak elastisitas 'kulit' balon: balon meletus," katanya.

Irvan juga menjelaskan penggalan lirik berikutnya. "Hatiku sangat kacau. Gangguan suasana hati ringan, diduga nilainya kurang dari 17 pada Hamilton anxiety rating scale (HAM-A)"

Komika sekaligus dosen Irvan Kartawiria menjelaskan sains pada lagu "Balonku" (Twitter @IrvanKarta)
Komika sekaligus dosen Irvan Kartawiria menjelaskan sains pada lagu "Balonku" (Twitter @IrvanKarta)

Kemudian bagian lirik "Balonku tinggal 4", menurutnya bisa dikaitkan dengan konsep pengurangan pada bilangan bulat.

Sementara "Kupegang erat-erat", kekuatan rata-rata genggaman anak-anak di bawah 20 kg, menurut Irvan.

Pada bagian pojok bawah, Irvan menambahkan kata-kata menarik, yaitu "Pusing? Sama."

Warganet pun mengomentari unggahan Irvan ini. Mereka justru meminta Irvan untuk menjelaskan lagu-lagu lainnya.

"Informatif sekali...Cukup menjelaskan tentang fenomena meletus balon hijau dan hatiku sangat kacau...Pe Er nya masih satu lagi tentang penjelasan naik ke Puncak gunung pak," komentar @andy_carik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lagu Balonku Dianggap Ajak Anak Benci Islam, Husein Jafar: Jangan Nuduh

Lagu Balonku Dianggap Ajak Anak Benci Islam, Husein Jafar: Jangan Nuduh

News | Sabtu, 13 Juni 2020 | 08:00 WIB

Viral Ceramah Cemara Pohon Natal, Fiersa Besari: Pohon Cemara Salah Apa?

Viral Ceramah Cemara Pohon Natal, Fiersa Besari: Pohon Cemara Salah Apa?

Jogja | Jum'at, 12 Juni 2020 | 15:04 WIB

Beredar Ceramah Ustaz Sebut Lagu 'Balonku' Ajarkan Anak Benci Islam

Beredar Ceramah Ustaz Sebut Lagu 'Balonku' Ajarkan Anak Benci Islam

News | Jum'at, 12 Juni 2020 | 10:49 WIB

Terkini

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

News | Kamis, 02 April 2026 | 23:02 WIB

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

News | Kamis, 02 April 2026 | 22:15 WIB

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:44 WIB

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:30 WIB

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:17 WIB

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:13 WIB

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:42 WIB

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:39 WIB

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:33 WIB

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:29 WIB