RUU HIP Dinilai Ngetes Umat, Politikus PKS: Reaksi Ustaz Abdul Somad Wajar

Dany Garjito, Husna Rahmayunita

Rabu, 17 Juni 2020 | 11:41 WIB
RUU HIP Dinilai Ngetes Umat, Politikus PKS: Reaksi Ustaz Abdul Somad Wajar

Suara.com - Politikus PKS Aboe Bakar Al Habsyi angkat bicara mengenai Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila tau RUU HIP yang belakangan menuai polemik. Aboe Bakar menilai RUU tersebut serupa dengan kuda troya.

Pasalnya ia menyoroti sejarah RI ketika ada pihak yang berkeinginan untuk mengganti Pancasila sebagai dasar ideologi negara. Pihak itu tak lain adalah Partai Komunis Indonesia (PKI).

Pendapat tersebut disampaikan Aboe Bakar ketika menjadi narasumber acara ILC TV One bertajuk "RUU HIP: Benarkah Melumpuhkan Pancasila", Selasa (17/6/2020) malam.

"RUU HIP ini seperti kuda troya. Siapa di Indonesia ini yang terbukti mau mengganti Pancasila. Sejarah mencatat Pancasila mau diganti komunisme oleh PKI," ujarnya seperti dikutip Suara.com dari kanal YouTube Indonesia Lawyers Club.

Abu Bakar lantas menyayangkan sikap pihak yang mengusulkan RUU HIP tanpa menilik Tap MPRS XXV 1966 tentang Pembubaran dan Pelarangan PKI.

Padahal, kata Abu Bakar, Tap MPRS XXV 1966 tentang Pembubaran dan Pelarangan PKI merupakan tonggak sejarah untuk mengamankan Pancasila sehingga perlu dijadikan acuan dalam menggambil keputusan.

Dalam pedoman tersebut memuat tiga poin penting yakni: komunisme bertentangan dengan Pancasila, komunisme berbaju PKI yang beberapa kali berusaha merobohkan pemerintahan dan komunisme perlu ditindak.

Menurutnya isu yang menyeret komunisme ini begitu mudah memicu sensitivitas di kalangan masyarakat. Oleh sebabnya, ia tak heran melihat reaksi publik yang mendesak pencabutan RUU HIP.

"Jadi kalau reaksi begitu cepat dan semua lembaga keumatan tidak ada yang diam satupun dalam waktu beberapa hari saja berarti ada yang serius di bangsa ini," terang Aboe Bakar.

baca juga

Bahkan, Aboe Bakar juga menganggap wajar pendapat para ulama yang mengklaim bahwa keberadaan RUU HIP bertujuan untuk menguji umat Islam.

"Kalau ada ulama-ulama yang mengatakan ini mau ngetes umat kelihatannya. Jadi harus menunjukkan taring seperti Abdul Somad ngomong kayak gitu. Jadi manusiawi, wajar," terang Aboe Bakar.

Meski begitu, ia mengapresiasi langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan juga aparat TNI yang mengambil langkah tegas untuk melawan kelompok berpaham komunisme.

"Menurut saya, ini ada luka sejarah yang dalam di bangsa ini. Jangan lupakan sejarah, pengalaman pahit kita dalam mempertahankan Pancasila sudah menjadi sumber penting dalam RUU HIP," kata Aboe Bakar.

Lebih lanjut, Aboe Bakar merasa lega Presiden Jokowi telah menujukkan sikap yang bijaksana untuk tidak melanjutkan pembahasan mengenai RUU HIP.

"Alhamdulillah Pak Jokowi sangat wise, baru kita mau tampil hari ini udah ditunda. Artinya pemimpin kita tahu bahwa rakyat ini kaget, kok secepat itu hamba-hamba ini mau bikin sesuatu," kata Aboe Bakar memungkasi.

Sebelumnya, Pemerintah memutuskan untuk tidak membahas Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila atau RUU HIP yang menjadi inisiatif DPR RI. Pemerintah juga memutuskan untuk tidak mengirimkan surat presiden (surpres) ke DPR RI. Surpres merupakan tanda persetujuan pembahasan RUU HIP di DPR.

"Tidak mengirimkan surat presiden untuk pembahasan itu," kata Menko Polhukam Mahfud MD di kantornya, Selasa.

Sementara mengenai tanggapan UAS soal RUU HIP bisa disimak di sini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pembahasan RUU HIP Ditunda, Ngabalin: Pemerintah Fokus Tangani Covid-19

Pembahasan RUU HIP Ditunda, Ngabalin: Pemerintah Fokus Tangani Covid-19

News | Rabu, 17 Juni 2020 | 10:02 WIB

Tunda Pembahasan RUU HIP, KSP: Terjadi Perdebatan Luar Biasa

Tunda Pembahasan RUU HIP, KSP: Terjadi Perdebatan Luar Biasa

News | Rabu, 17 Juni 2020 | 09:57 WIB

Pemerintah Enggan Bahas RUU HIP, PBNU: Berpotensi Menentang Ideologi

Pemerintah Enggan Bahas RUU HIP, PBNU: Berpotensi Menentang Ideologi

News | Rabu, 17 Juni 2020 | 05:30 WIB

Terkini

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

Masduki Sebut Ada Upaya Sistematis Alihkan Isu Evaluasi Pemerintah Lewat Framing Anarkisme

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:06 WIB

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Cara Pakai Moisturizer Retinol Hanasui untuk Pudarkan Flek Hitam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

Sempat Syok! Siswa Sekolah Rakyat Korban Penganiayaan Kadet Unhan di Jember Mulai Bersekolah Lagi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:04 WIB

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Ironi Lulusan SMK: Disiapkan untuk Kerja, Tapi Jadi Beban Pengangguran

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:54 WIB

Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak

Di depan Pengusaha, Suahasil Akui Pemerintah Perketat Restitusi Pajak

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Denny Indrayana Sindir Gibran Siap Buka Bukti Ijazah: Harusnya Tunjukkan di MK!

Denny Indrayana Sindir Gibran Siap Buka Bukti Ijazah: Harusnya Tunjukkan di MK!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Ruang Publik Bebas Rokok Adalah Hak Kita Semua

Ruang Publik Bebas Rokok Adalah Hak Kita Semua

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 18:50 WIB

×