WHO: Keserakahan Manusia Jadi Biang Kerok Munculnya Pandemi

Reza Gunadha, Arief Apriadi

Kamis, 18 Juni 2020 | 14:44 WIB
WHO: Keserakahan Manusia Jadi Biang Kerok Munculnya Pandemi
Logo Organisasi Kesehatan Dunia, WHO. [AFP]

Suara.com - Pandemi yang terjadi di dunia, termasuk virus Corona, disebut WHO, PBB, dan WWF Internasional sebagai hasil dari kerusakan alam yang disebabkan umat manusia. Sayangnya, dalam beberapa dekade terakhir, manusia menafikan kenyataan pahit itu.

Menyadur The Guardian, para pemimpin dari ketiga lembaga sepakat bahwa keserakahan manusia merupakan bang kerok alias penyebab utama dari kemunculan pandemi yang menyebabkan krisis kesehatan diberbagai belahan dunia.

Perdagangan satwa liar ilegal dan tidak berkelanjutan, serta kehancuran hutan dan tempat-tempat liar lainnya dinilai jadi pendorong yang kuat kenapa banyak penyakit hewan yang kini melompat ke manusia.

WHO, PBB, dan WWF menyerukan pemulihan hijau dan sehat setelah umat manusia dihantam pandemi Covid-19.

Reformasi pertanian harus dilakukan, ,menurut kepala konvensi PBB Elizabeth Maruma Mrema, direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk lingkungan dan kesehatan Maria Neira, dan kepala WWF Internasional Marco Lambertini.

Ilustrasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). (Shutterstock)
Ilustrasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). (Shutterstock)

“Kami telah melihat banyak penyakit muncul selama bertahun-tahun, seperti Zika, Aids, Sars, dan Ebola dan semuanya berasal dari populasi hewan dalam kondisi tekanan lingkungan yang parah,” kata kata ketiganya dalam laporan The Guardian, Kamis (18/6/2020).

“Wabah ini adalah manifestasi dari hubungan kita yang sangat tidak seimbang dengan alam."

“Mereka semua mengilustrasikan bahwa perilaku destruktif kita sendiri terhadap alam membahayakan kesehatan kita sendiri - kenyataan nyata yang secara kolektif kita abaikan selama beberapa dekade."

WWF melaporkan pendorong utama penyakit zoonosis--yang ditularkan hewan ke manusia--adalah kerusakan alam, intensifikasi pertanian dan produksi ternak, serta perdagangan dan konsumsi satwa liar yang berisiko tinggi.

baca juga

Mereka mendesak semua pemerintah untuk memperkenalkan dan menegakkan hukum untuk menghilangkan perusakan alam dari rantai pasokan barang dan pada masyarakat untuk membuat diet mereka lebih berkelanjutan.

“Kita tidak boleh terlibat dalam meningkatkan risiko pandemi berikutnya," kata Tanya Steele, kepala WWF Britania Raya.

"Kita membutuhkan undang-undang dan kesepakatan dagang yang kuat yang menghentikan kita mengimpor makanan yang merupakan hasil dari deforestasi yang merajalela atau yang produksinya mengabaikan standar kesejahteraan dan lingkungan yang buruk di negara-negara produsen."

"Pemerintah memiliki peluang emas untuk mewujudkan perubahan transformatif dan memimpin dunia," tandasnya.

Wabah virus Corona sendiri digadang-gadang berasal dari pasar Wuhan, China, yang memperdagangkan hewan liar mulai dari ular, anjing, hingga kelelawar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah Pemerintah Terapkan Herd Immunity Berbalut New Normal?

Benarkah Pemerintah Terapkan Herd Immunity Berbalut New Normal?

News | Rabu, 17 Juni 2020 | 21:45 WIB

Melarikan Diri dari Wabah Corona, Wanita Ini Berjalan Ratusan Kilometer

Melarikan Diri dari Wabah Corona, Wanita Ini Berjalan Ratusan Kilometer

Health | Rabu, 17 Juni 2020 | 18:29 WIB

Tak Punya Penghasilan karena Pandemi Corona, Sopir Bajaj Bunuh Diri

Tak Punya Penghasilan karena Pandemi Corona, Sopir Bajaj Bunuh Diri

News | Rabu, 17 Juni 2020 | 18:21 WIB

Buntut Kasus Covid-19 Melonjak, Beijing Batalkan Sejumlah Penerbangan

Buntut Kasus Covid-19 Melonjak, Beijing Batalkan Sejumlah Penerbangan

News | Rabu, 17 Juni 2020 | 18:20 WIB

Terkini

Pelatih Garudayaksa FC Bongkar Kunci Comeback Dramatis atas Arema FC

Pelatih Garudayaksa FC Bongkar Kunci Comeback Dramatis atas Arema FC

Bola | Minggu, 18 Oktober 2026 | 00:22 WIB

Persita Tekuk Persija 3-2, Bentrok Suporter dan Spanduk Kritik Karhutla Jadi Sorotan

Persita Tekuk Persija 3-2, Bentrok Suporter dan Spanduk Kritik Karhutla Jadi Sorotan

Bola | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Ucapan Manis Istri-istri Gubernur di Kalimantan untuk HUT Presiden Prabowo, Netizen: Api Woy Api

Ucapan Manis Istri-istri Gubernur di Kalimantan untuk HUT Presiden Prabowo, Netizen: Api Woy Api

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Proyek Gedung RW Coatesville Dipertanyakan: Desain Berubah, Anggaran Membengkak

Proyek Gedung RW Coatesville Dipertanyakan: Desain Berubah, Anggaran Membengkak

Bogor | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:55 WIB

IGAR Berencana Tinggalkan Pasar Modal RI

IGAR Berencana Tinggalkan Pasar Modal RI

Bisnis | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Hutan Terbakar, Lahan Ditanami Sawit? Anggota DPR Desak Penegakan Hukum Tanpa Ampun

Hutan Terbakar, Lahan Ditanami Sawit? Anggota DPR Desak Penegakan Hukum Tanpa Ampun

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kode Diskon Hotel Khusus untuk Nasabah BRI, Berlaku Sepanjang Tahun 2026

Kode Diskon Hotel Khusus untuk Nasabah BRI, Berlaku Sepanjang Tahun 2026

Bri | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Kode Promo Diskon Tiket Pesawat untuk Nasabah BRI, Berlaku Hingga November

Kode Promo Diskon Tiket Pesawat untuk Nasabah BRI, Berlaku Hingga November

Bri | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:47 WIB

Cetak Laba Rp31,2 Triliun, BRI Sabet Gelar Excellent Profitable State-Owned Bank 2026

Cetak Laba Rp31,2 Triliun, BRI Sabet Gelar Excellent Profitable State-Owned Bank 2026

Bri | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:35 WIB

IRT di Sukabumi Ditemukan Tewas, Motor Hilang, Pesan Terakhir Jadi Teka-teki

IRT di Sukabumi Ditemukan Tewas, Motor Hilang, Pesan Terakhir Jadi Teka-teki

Jabar | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:33 WIB

×