Buntut Kasus Covid-19 Melonjak, Beijing Batalkan Sejumlah Penerbangan

Reza Gunadha | Fitri Asta Pramesti | Suara.com

Rabu, 17 Juni 2020 | 18:20 WIB
Buntut Kasus Covid-19 Melonjak, Beijing Batalkan Sejumlah Penerbangan
Ilustrasi pesawat mendarat (Pixabay/dirkvermeylen)

Suara.com - Pemerintah Beijing memutuskan untuk membatalkan sejumlah jadwal penerbangan usai terus melonjaknya kasus Covid-19 di klaster pusat grosir Xinfandi.

Menyadur Channel News Asia, data dari departemen kesehatan mencatat adanya 31 infeksi baru per Selasa (16/6), menjadikan jumlah infeksi baru mencapai 137 kasus.

Menurut media yang dikelola pemerintahan China People's Daily, menyebutkan sekitar 1.255 penerbangan masuk dan keluar dibatalkan pada Rabu (17/6).

Data penerbangan Variflight menunjukkan sekitar 60 persen dari penerbangan terjadwal dengan tujuan atau berasal dari Bandara Internasional Ibukota Beijing telah atau kemungkinan dibatalkan pada Rabu (17/6) sore.

Senada, penerbangan di bandara utama di kota lain, Daxing, juga dibatalkan. Sekitar 70 persen penerbangan masuk dan keluar dibatalkan atau masih dalam tahap kemungkinan.

Sebagian besar penerbangan yang terdampak akan klaster baru yang muncul sejak Kamis (11/6) lalu di Beijing ini adalah penerbangan domestik.

Selain pesawat, beberapa alat transformasi publik di Beijing juga mengalami pembatalan jadwal, seperti kereta api, bus, dan taksi. Langkah ini dilakukan guna mencegah warga bepergian demi menekan sebaran virus corona.

Kegiatan belajar mengajar di China kembali dibuka, Senin (27/4/2020). [AFP]
Kegiatan belajar mengajar di China kembali dibuka, Senin (27/4/2020). [AFP]

Media pemerintah melaporkan pihak kereta apai memberikan pengembalian uang penuh pada semua tiket masuk dan keluar dari Beijing. Sementara layanan taksi dan beberapa rute bus jarak jauh mulai ditutup sejak Selasa (16/6).

Pembatasan di lini transportasi ini menyusul sejumlah larangan yang telah dilakukan di Beijing, khususnya sekitar kawasan pusat grosir Xinfandi, yakni larangan bepergian dan penutupan sejumlah komplek dan sekolah.

Satu area dekat pasar dinyatakan sebagai tempat berisiko tinggi, di mana warganya telah di karantina dan dilarang bepergian.

Sedangkan sekitar 27 komplek lainnya ditetapkan sebagai area berisiko sedang, warga yang masuk harus melalui pemeriksaan suhu dan melakukan registrasi.

Taman kanak-kanak, sekolah dasar dan sekolah menengah di seluruh Beijing dilaporkan telah ditutup. Begitu pula dengan beberapa restoran, bar, dan klub malam.

Sebelumnya, Beijing pada Kamis (11/6) lalu, melaporkan memiliki satu kasus transmisi lokal setelah 55 hari melaporkan bebas virus corona baru.

Kasus yang ketika ditelusuri berasal dari pasar grosir produk pertanian Xinfandi tersebut menginfeksi seorang pria berusia 52 tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

China Tunda Peluncuran Satelit Navigasi Global, Ini Alasannya

China Tunda Peluncuran Satelit Navigasi Global, Ini Alasannya

Tekno | Rabu, 17 Juni 2020 | 15:35 WIB

Duh! Beijing Kembali Laporkan 100 Kasus Positif Virus Corona

Duh! Beijing Kembali Laporkan 100 Kasus Positif Virus Corona

Health | Rabu, 17 Juni 2020 | 06:50 WIB

WHO Meminta Wabah Covid-19 di Beijing Ditangani secara Sistematis

WHO Meminta Wabah Covid-19 di Beijing Ditangani secara Sistematis

Health | Selasa, 16 Juni 2020 | 14:43 WIB

Terkini

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi

News | Kamis, 02 April 2026 | 23:02 WIB

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan di Wilayah Terdampak Bencana

News | Kamis, 02 April 2026 | 22:15 WIB

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

Respons Gempa Sulut: Mensos Pastikan Beri Santunan Ahli Waris dan Kirim Bantuan Sesuai Kebutuhan

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:44 WIB

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

Gegana Turun Tangan! Gereja di Jakarta hingga Bekasi Disisir dan Dijaga Ketat Jelang Ibadah Paskah

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:30 WIB

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

Kesimpulan DPR Kasus Amsal Sitepu: Desak Eksaminasi dan Evaluasi Kejari Karo

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:17 WIB

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

Tegas! 1.256 SPPG di Timur Indonesia Disetop Sementara BGN Akibat Abaikan SLHS dan Tak Punya IPAL

News | Kamis, 02 April 2026 | 21:13 WIB

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

KPK Akan Maraton Periksa Agen Perjalanan Haji dan Umrah Pekan Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:42 WIB

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Dunia, Tapi....

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:39 WIB

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

Kasus Kuota Haji, KPK Perpanjang Masa Penahanan Gus Alex Hingga 40 Hari ke Depan

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:33 WIB

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

2 Siswa SMP Terkena Peluru Nyasar, Marinir Ungkap Alasan Tolak Tuntutan Rp3,3 Miliar

News | Kamis, 02 April 2026 | 20:29 WIB