Fraksi Nasdem DPR Akui Staf dan Petugas Kebersihan Reaktif Rapid Test Covid

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Senin, 29 Juni 2020 | 20:04 WIB
Fraksi Nasdem DPR Akui Staf dan Petugas Kebersihan Reaktif Rapid Test Covid
Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Pimpinan Fraksi Partai Nasdem Saan Mustofa mengkonfirmasi adanya 7 orang yang bertugas di fraksi reaktif, setelah dilakukan rapid test. Rapid test tersebut dilakukan secara berkala oleh Fraksi Nasdem.

Saan mengatakan rapid test dilakukan terhadap semua orang yang bertugas di ruang Fraksi Partai Nasdem di lantai 22 dan 23 Gedung Nusantara I, DPR RI.

"Nasdem memang secara berkala, dua minggu sekali melakukan rapid test sejak pembukaan sidang dan tadi pagi sampai siang kita melakukan rapid test terhadap 143 orang, TA Fraksi, TA anggota, fraksi, cleaning, OB, semua, dan ada 7 reaktif," kata Saan dikonfirmasi wartawan, Senin (29/6/2020).

Kekinian, 7 orang yang reaktif tersebut bakal ditindaklanjuti dengan melakukan swab test untuk memeriksa apakah benar positif Covid-19 atau tidak.

Saan kemudian turut menanggapi kabar yang menyebut ada 10 orang positif Covid-19. Terkait kabar tersebut, Saan mengaku tidak tahu menahu. Ia hanya menjelaskan seputar hasil rapid test Fraksi Nasdem.

"Saya enggak tahu kalau 10 itu. Kita Nasdem ada 7, malam ini kita lakukan swab langsung," ujar Saan.

Merespon adanya 7 orang reaktif hasil rapod test, Fraksi Nasdem telah membuat surat edaran yang meminta semua pihak yang bertugas di ruang Fraksi Nasdem untuk melakukan pekerjaan mereka dari rumah atau work from home (WFH) mulai dari 30 Juni hingga 6 Juli 2020.

Saan membenarkan adanya surat edaran Fraksi Nasdem uang ditujukan kepada TA fraksi, TA anggota, staf administrasi, staf sekretariat dan cleaning service yang berada dan bertugas di ruang Fraksi Nasdem di lantai 22 dan lantai 23 Gedung Nusantara I, DPR.

"Iya benar, karena kita ingin streril dulu ya," ujar Saan.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Alex Noerdin secara tiba-tiba mengungkapkan bahwa ada 10 orang yang positif Covid-19 di Gedung DPR. Pernyataan mendadak Alex itu disampaikan olehnya di sela-sela rapat dengar pendapat dengan PT Pertamina (Persero).

Alex berujar, dirinya baru mendapat kabar akan adanya 10 orang positif di salah satu lantai di Gedung DPR.

"Bapak ibu sekalian pengumuman penting patuhi protokol kesehatan. Baru didapat kabar lima menit yang lalu di lantai atas, saya nggak sebut lantai berapa, 10 orang ditemukan positif," kata Alex, Senin (29/6/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tambah 95 Pasien, Positif Corona di Jakarta Capai 11.080 Orang

Tambah 95 Pasien, Positif Corona di Jakarta Capai 11.080 Orang

News | Senin, 29 Juni 2020 | 19:42 WIB

Gegara Warga Jenuh di Rumah, Alun-alun Kulon Progo Dipadati Pengunjung

Gegara Warga Jenuh di Rumah, Alun-alun Kulon Progo Dipadati Pengunjung

Jogja | Senin, 29 Juni 2020 | 19:15 WIB

Pasien Virus Corona di ICU Berisiko Alami Masalah Jantung, Ini Temuannya!

Pasien Virus Corona di ICU Berisiko Alami Masalah Jantung, Ini Temuannya!

Health | Senin, 29 Juni 2020 | 19:30 WIB

Siap-siap, Wabah Campak Mengintai Usai Pandemi Covid-19

Siap-siap, Wabah Campak Mengintai Usai Pandemi Covid-19

Health | Senin, 29 Juni 2020 | 19:45 WIB

Lion Air Group Sediakan Layanan Rapid Test Penumpang Sebesar Rp 95 Ribu

Lion Air Group Sediakan Layanan Rapid Test Penumpang Sebesar Rp 95 Ribu

Bisnis | Senin, 29 Juni 2020 | 18:21 WIB

Terkini

BGN Diguncang Korupsi: Cukupkah Pergantian Pimpinan Selamatkan Program MBG?

BGN Diguncang Korupsi: Cukupkah Pergantian Pimpinan Selamatkan Program MBG?

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 08:55 WIB

Bulog Pastikan Beras Bantuan di Bangkalan Diganti Sebelum Disalurkan, Komitmen Jaga Kualitas Bantuan

Bulog Pastikan Beras Bantuan di Bangkalan Diganti Sebelum Disalurkan, Komitmen Jaga Kualitas Bantuan

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 07:27 WIB

Bulog Gelontorkan Beras SPHP & Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga Beras

Bulog Gelontorkan Beras SPHP & Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk Jaga Stabilitas Harga Beras

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 07:24 WIB

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:30 WIB

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:56 WIB

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 20:12 WIB

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:37 WIB

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:38 WIB

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:40 WIB

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.

News | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:18 WIB