Israel Mau Caplok Tepi Barat, Palestina: Kobarkan Gelombang Ketiga Intifada

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Senin, 06 Juli 2020 | 14:57 WIB
Israel Mau Caplok Tepi Barat, Palestina: Kobarkan Gelombang Ketiga Intifada
Karikatur mengenai intifada. [Cartoon Movement]

Suara.com - Palestina memperingatkan kepada Israel jika rencananya untuk mencaplok Tepi Barat, akan menimbulkan gelombang ketiga gerakan intifada, yang didukung oleh negara-negara barat.

Menyadur I24 News, Senin (6/7/2020), Nabil Shaath, penasihat utama Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas, memperingatkan bahwa akan terjadi intifada ketiga, jika pemerintah Israel melanjutkan rencananya untuk mecatata Tepi Barat ke daftar daerahnya.

Intifada adalah gerakan perlawanan jalanan yang dilakukan oleh massa rakyat Palestina dari berbagai golongan: keagamaan, nasionalis, dan komunis.

Dalam intifada, biasanya massa rakyat melakukan demonstrasi disertai pelemparan batu kepada tentara Israel agar penjajah tersebut pergi.

Disebut intifada ketiga, karena gerakan itu sudah dua kali dilakukan. Intifada pertama terjadi tahun 1987 dan baru berakhir tahun 1993, dengan ditandatanganinya Persetujuan Oslo dan pembentukan Otoritas Nasional Palestina.

Intifada kedua atau disebut Intifadah Al Aqsa, adalah konflik berdarah Israel - Palestina yang dimulai pada 29 September 2000, ketika Perdana Menteri Israel Ariel Sharon dan rombongan sekitar 1.000 pihak bersenjata memasuki lingkungan Masjid Al Aqsa.

Intifadah ini berakhir pada 8 Februari 2005 setelah kedua pihak setuju berdamai.

Penembak jitu Israel menembak seorang pemuda Palestina, Aid Abu Amr yang fotonya telah diakui sebagai simbol perjuangan pembebasan negeri terjajah tersebut. [Anadolu Agency/Mustafa Hassona]
Penembak jitu Israel menembak seorang pemuda Palestina, Aid Abu Amr yang fotonya telah diakui sebagai simbol perjuangan pembebasan negeri terjajah tersebut. [Anadolu Agency/Mustafa Hassona]

Shaath mengatakan pada kantor berita France 24, faksi-faksi Palestina dari Fatah dan Hamas akan menyetujui pemberontakan rakyat kalau proyek kontroversial tersebut benar-benar terjadi.

"Ketika segalanya menyulut dan berubah menjadi intifada, kita akan melihat pasukan dari Gaza dan Tepi Barat bersatu," kata Shaath.

baca juga

Penasihat Palestina tersebut juga mengatakan bahwa dia memperkirakan potensi pemberontakan akan didanai oleh negara-negara Arab.

Ia juga menyebutkan bahwa Arab Saudi mengirim bantuan miliaran dolar pada awal terjadinya intifada kedua tahun 2000.

Bulan lalu, pejabat keamanan Israel memulai diskusi untuk mempersiapkan berbagai skenario jika terjadi kekerasan atau protes terorganisisasi.

Mahmoud Abbas, pemimpin Partai Fatah, dan gerakan teroris Hamas menyatakan menentang aneksasi Tepi Barat saat konferensi virtual yang diadakan pada hari Kamis. Mereka juga berkomitmen untuk "bersatu" melawan inisiatif Israel tersebut.

"Kami akan memberlakukan semua mekanisme untuk memastikan persatuan nasional terhadap proyek Israel," kata sekretaris jenderal Fatah Jibril Rajoub.

Dikutip dari Russian Today, dua faksi yang saling bersaing di Palestina yaitu Hamas yang memerintah Jalur Gaza, dan Fatah, yang bertanggung jawab atas Tepi Barat berjanji melakukan kampanye bersama melawan rencana aneksasi Israel.

Mahmoud Abbas juga telah menarik diri dari perjanjian keamanan dengan Israel atas perampasan tanah yang akan datang, menghilangkan hambatan hukum yang menghalangi mereka yang mau mengambil bagian dalam kekerasan anti-Israel.

Intifadah merupakan salah satu gerakan perlawanan untuk merebut kembali tanah Palestina pra-Israel, aksi tersebut dilandasi rasa tertindas dan kehilangan yang dirasakan oleh para penduduk Palestina sejak peristiwa pengusiran paksa oleh tentara Yahudi.

Peristiwa intifada Palestina pertama terjadi pada tahun 1987 dan berakhir pada 1993 dengan ditandatanganinya Persetujuan Oslo dan pembentukan Otoritas Nasional Palestina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menkes Palestina Sebut Pandemi Covid-19 di Hebron Tak Terkendali

Menkes Palestina Sebut Pandemi Covid-19 di Hebron Tak Terkendali

News | Senin, 06 Juli 2020 | 05:33 WIB

Tolak Bayar Pajak ke Israel, Gaji Ribuan Pegawai Palestina Dipangkas

Tolak Bayar Pajak ke Israel, Gaji Ribuan Pegawai Palestina Dipangkas

News | Kamis, 02 Juli 2020 | 21:41 WIB

Kecam Aneksasi Israel, Boris Johnson: Jangan Caplok Wilayah Tepi Barat

Kecam Aneksasi Israel, Boris Johnson: Jangan Caplok Wilayah Tepi Barat

News | Rabu, 01 Juli 2020 | 21:21 WIB

Terkini

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:33 WIB

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:31 WIB

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:02 WIB

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:51 WIB

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:42 WIB

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:31 WIB

Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM

Respons Tuntutan Mahasiswa, Sufmi Dasco Telepon Kepala BGN dan Menteri ESDM

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:10 WIB

Pimpinan DPR Naik Mobil Komando Temui Massa, Janji Bebaskan 16 Mahasiswa Trisakti dan Bereskan BBM

Pimpinan DPR Naik Mobil Komando Temui Massa, Janji Bebaskan 16 Mahasiswa Trisakti dan Bereskan BBM

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:01 WIB