Logo Partai Diubah Jadi Lobster, Gerindra Curiga Ada yang Menggerakkan

Chandra Iswinarno, Ria Rizki Nirmala Sari

Selasa, 07 Juli 2020 | 19:47 WIB
Logo Partai Diubah Jadi Lobster, Gerindra Curiga Ada yang Menggerakkan
Logo Partai Gerindra diubah jadi kepala lobster. (Twitter/@Puspen_PKI)

Suara.com - Suntingan gambar kepala garuda dalam logo Partai Gerindra yang diubah menjadi kepala lobster ramai bersliweran di media sosial Twitter.

Merespons hal tersebut, Juru Bicara Partai Gerindra Kawendra Lukistian mengungkapkan kecurigaan, jika serangan yang dilayangkan kepada partainya digerakkan oleh kelompok tertentu. 

Kawendra menyadari, serangan itu terjadi sejak Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengizinkan keran ekspor benih lobster kembali dibuka. Serangan pun semakin deras ketika sejumlah perusahaan ekspor benih lobster yang diizinkan KKP ternyata banyak yang dimiliki oleh petinggi Gerindra mencuat di tengah publik. 

"Saya curiga ada yang menggerakan, dari pihak-pihak yang bisnisnya terganggu karena kebijakan Menteri KP yang berpihak pada nelayan," kata Kawendra saat dihubungi Suara.com, Selasa (7/7/2020). 

"Atau jangan-jangan pihak-pihak yang menyerang KKP-RI sudah mengajukan izin lobster juga tapi tidak memenuhi syarat perusahaannya ya?," tambahnya. 

Di sisi lain, Kawendra sempat mengomentari soal banyaknya perusahaan milik petinggi Gerindra yang diizinkan untuk ekspor lobster. Menurutnya perusahaan yang mendapatkan izin itu diperbolehkan bagi siapapun yang telah memenuhi syarat dan aturan. 

"Yang jelas, semakin banyak perusahaan yang terlibat untuk ekspor benih lobster tentu semakin terbuka luas lapangan kerja di Indonesia untuk anak bangsa," ujarnya. 

Terlibatnya sejumlah nama kader Partai Gerindra dalam pemilik saham perusahaan pengekspor benih lobster memancing reaksi publik. Buntutnya, warganet mengubah logo partai berlambang kepala garuda itu menjadi kepala lobster.

Gambar suntingan logo Partai Gerindra tersebut kemudian diunggah oleh akun Twitter @Puspen_PKI pada Selasa, (7/7/2020). 

baca juga

"Mengganti kepala garuda di logo gerindra menjadi kepala lobster :)" demikian keterangan akun tersebut.

Aksi penyuntingan logo ini dilakukan lantaran beredarnya kabar bahwa sejumlah kader di Partai Gerindra tercatat memiliki saham dan memiliki kedudukan penting di sejumlah perusahaan pengekspor benih lobster.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Logo Partainya Diubah Jadi Kepala Lobster, Gerindra: Haters Gonna Hate

Logo Partainya Diubah Jadi Kepala Lobster, Gerindra: Haters Gonna Hate

News | Selasa, 07 Juli 2020 | 15:11 WIB

Izin Ekspor Benih Lobster Mengalir ke Teman, Edhy Prabowo: Apakah Salah

Izin Ekspor Benih Lobster Mengalir ke Teman, Edhy Prabowo: Apakah Salah

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2020 | 14:27 WIB

Disindir soal Kadernya Jadi Eksportir Benih Lobster, Admin Gerindra Ngegas

Disindir soal Kadernya Jadi Eksportir Benih Lobster, Admin Gerindra Ngegas

News | Selasa, 07 Juli 2020 | 13:58 WIB

Terkini

Kalau Terdaftar Judol, Apa yang Harus Dilakukan?

Kalau Terdaftar Judol, Apa yang Harus Dilakukan?

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:15 WIB

Dijejali Jargon NKRI tapi Warga Perbatasan Melarat: Di Mana Keadilan Itu?

Dijejali Jargon NKRI tapi Warga Perbatasan Melarat: Di Mana Keadilan Itu?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:15 WIB

5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas

5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:12 WIB

Bosan dengan Olahan Sosis yang Itu-Itu Saja? Coba Kreasi Ini Buat Menu Makin Bervariasi

Bosan dengan Olahan Sosis yang Itu-Itu Saja? Coba Kreasi Ini Buat Menu Makin Bervariasi

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:09 WIB

Gibran Sayangkan Denny Indrayana Cabut Gugatan: Kami Sudah Siap Buka-bukaan

Gibran Sayangkan Denny Indrayana Cabut Gugatan: Kami Sudah Siap Buka-bukaan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:07 WIB

Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki

Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:06 WIB

3 Alternatif Pengganti Pembalut Sekali Pakai, Lebih Hemat Bebas PPN 11 Persen!

3 Alternatif Pengganti Pembalut Sekali Pakai, Lebih Hemat Bebas PPN 11 Persen!

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:02 WIB

Gratiskan Ongkos Transportasi Pencari Kerja di Jakarta Mulai 2027, Pramono: Ingat Masa Susah

Gratiskan Ongkos Transportasi Pencari Kerja di Jakarta Mulai 2027, Pramono: Ingat Masa Susah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:01 WIB

Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan

Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan

Sumut | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:00 WIB

Melawan Tekanan Jam Sosial: Hak Perempuan Menentukan Pernikahan dan Masa Depan

Melawan Tekanan Jam Sosial: Hak Perempuan Menentukan Pernikahan dan Masa Depan

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 15:00 WIB

×