2 Petani Tewas Ditembak, Fadli Zon: Murah Sekali Nyawa di Indonesia

Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Selasa, 07 Juli 2020 | 20:05 WIB
2 Petani Tewas Ditembak, Fadli Zon: Murah Sekali Nyawa di Indonesia
Anggota DPR RI Fadli Zon. (Suara.com/Stephanus Aranditio)

Suara.com - Anggota DPR RI Fadli Zon mengkritisi aksi penembakan terhadap dua petani di Poso, Sulawesi Tengah yang dilakukan oleh Satgas Tinombala. Menurut Fadli Zon, harga nyawa di Indonesia sangat murah.

Hal itu disampaikan oleh Fadli Zon melalui akun Twitter miliknya @fadlizon. Fadli merasa heran dengan peristiwa penembakan tersebut.

"Murah sekali nyawa di Republik Indonesia, petani kok ditembak," kata Fadli Zon seperti dikutip Suara.com, Selasa (7/7/2020).

Menurut Fadli Zon, petani merupakan tulang punggung ketahanan pangan. Tanpa petani, maka ketahanan pangan Indonesia akan terancam.

Fadli Zon juga menyindir mengenai Pancasila. Menurutnya tidak sesuai dengan kenyataan, sebab petani justru menjadi sasaran penembakan.

"Tanpa petani rakyat makan apa? Ironis, gembar-gembor Pancasila, petani ditembak mati," ungkap Fadli Zon.

Fadli Zon kritisi penembakan dua petani di Poso (Twitter/fadlizon)
Fadli Zon kritisi penembakan dua petani di Poso (Twitter/fadlizon)

Untuk diketahui, dua petani tewas ditembak oleh pasukan Satgas Tinombala. Kedua petani tersebut langsung ditembak mati lantaran menolak memberikan identitas kepada pasukan yang sedang bertugas menangkap teroris di Poso.

Insiden tersebut terjadi pada 2 Juni sore saat cuaca sedang hujan sehingga tak ada masyarakat yang pulang. Kedua petani itu memasuki area KM 09 Desa Kawende, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso tanpa melapor ke petugas yang berada di Pos Sekat.

Lokasi tersebut merupakan zona merah yang sering terjadi kontak senjata antara satgas dengan kelompok teroris.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Aawi Setiyono menegaskan, Satgas Tinombala telah melakukan prosedur standar dengan berteriak agar kedua petani itu tidak bergerak dan melarikan diri, namun imbauan itu tak diindahkan. Pasukan Satgas Tinombala langsung melakukan penembakan hingga keduanya tewas.

Danpas Pelopor dan Karo Provost Divpropam Polri langsung datang ke Poso pada 8-13 Juni untuk melakukan investigasi terhadaap 12 anggota Satgas Tinombala yang bertugas kala itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Video Skripsi Dibuang, Fadli Zon Buka Suara

Viral Video Skripsi Dibuang, Fadli Zon Buka Suara

News | Selasa, 07 Juli 2020 | 10:15 WIB

Fahri Hamzah Pamer Tambak Udang, Fadli Zon: Calon Konglomerat

Fahri Hamzah Pamer Tambak Udang, Fadli Zon: Calon Konglomerat

News | Senin, 06 Juli 2020 | 12:10 WIB

Kapal Asing Terekam Ambil Ikan di Natuna, Fadli Zon: Ini Pelecehan pada RI

Kapal Asing Terekam Ambil Ikan di Natuna, Fadli Zon: Ini Pelecehan pada RI

News | Jum'at, 03 Juli 2020 | 19:30 WIB

Terkini

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:49 WIB

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:47 WIB

Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah

Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:40 WIB

BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar

BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:24 WIB

LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi

LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:11 WIB

Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural

Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:06 WIB

JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai

JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:01 WIB

Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban

Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:01 WIB

Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal

Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:56 WIB

Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan

Modus 'Crispy Fruit', WNA China Pengedar Happy Water Diciduk di Apartemen Pademangan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB