Gugus Tugas Berlakukan Karantina Wilayah di Secapa TNI AD Bandung

Chandra Iswinarno, Stephanus Aranditio

Jum'at, 10 Juli 2020 | 16:49 WIB
Gugus Tugas Berlakukan Karantina Wilayah di Secapa TNI AD Bandung
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. (Youtube BNPB Indonesia)

Suara.com - Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengungkapkan kondisi terkini di Sekolah Calon Perwira Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Secapa TNI AD) Bandung, Jawa Barat yang menjadi klaster baru pandemi Virus Corona atau Covid-19.

Yuri mengatakan, 1.262 orang yang positif tanpa gelaja di dalam klaster Secapa TNI AD serta 17 orang dirawat di Rumah Sakit (RS) Dustira, Cimahi mulai membaik.

"Dari 1.262 kasus konfirmasi positif dan 17 yang dirawat di Rumah Sakit Dustira saat ini kondisi yang dirawat sudah membaik, sudah tidak ada lagi yang demam panas, kemudian keluhan batuk juga minimal," kata Yurianto dalam konferensi pers di Kantor BNPB pada Jumat (10/7/2020).

Sementara, Gugus Tugas memberlakukan karantina wilayah terhadap 1.262 orang yang berada di kawasan Secapa TNI AD Bandung tersebut, orang dilarang keluar-masuk.

"Secara ketat kompleks ini kita karantina sehingga tidak diizinkan ada yang keluar masuk baik yang dari dalam maupun yang dari luar. Ini yang kita yakini bahwa kendali terhadap kemungkinan sebaran dari klaster ini sudah bisa kita laksanakan dengan sebaik-baiknya," tegasnya.

Dia meminta masyarakat khususnya yang tinggal di sekitar kawasan Secapa Bandung untuk tidak panik dan selalu mengikuti protokol kesehatan yang sudah digaungkan pemerintah.

"Kita harapkan masyarakat tidak panik karena ini sudah tertangani sesuai dengan protokol standar internasional yang ditentukan oleh WHO dengan pemantauan yang sangat ketat yang dilakukan oleh dinas kesehetan Provinsi Jawa Barat dan Pemkot Bandung serta kesehatan Kodam III Siliwangi," pungkasnya.

Di sisi lain, upaya tracing kepada warga sekitar untuk menyisir kemungkinan penyebaran Covid-19 di kalangan warga sekitar Secapa TNI AD Bandung mengalami sedikit hambatan.

Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan banyak warga di kawasan Hegarmanah, Kecamatan Cidadap yang menolak rapid test.

baca juga

"Warga yang bersedia dirapid test baru 28 orang, yang lainnya menolak. Mungkin karena mereka parno, takut atau apa," ujar Sumarna seperti diberitakan Ayobandung.com-jaringan Suara.com, Kamis (9/7/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

99 Anggota TNI di Pusdikpom AD Cimahi Positif Corona

99 Anggota TNI di Pusdikpom AD Cimahi Positif Corona

Jabar | Jum'at, 10 Juli 2020 | 15:14 WIB

Pemkot Bandung Klaim Penambahan Kasus Secapa AD Tak Pengaruhi Status Zona

Pemkot Bandung Klaim Penambahan Kasus Secapa AD Tak Pengaruhi Status Zona

Jabar | Jum'at, 10 Juli 2020 | 14:21 WIB

Warga Sekitar Secapa AD Tolak Test Covid, Pemkot Minta Bantuan Kang Emil

Warga Sekitar Secapa AD Tolak Test Covid, Pemkot Minta Bantuan Kang Emil

Jabar | Kamis, 09 Juli 2020 | 17:51 WIB

Terkini

Bahas Ketegangan Geopolitik dan Karhutla, Dasco: Persatuan Jangan Cuma Berhenti di Semboyan

Bahas Ketegangan Geopolitik dan Karhutla, Dasco: Persatuan Jangan Cuma Berhenti di Semboyan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:39 WIB

Remaja Hanyut di Sungai Langkat Ditemukan Meninggal Dunia

Remaja Hanyut di Sungai Langkat Ditemukan Meninggal Dunia

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:39 WIB

Bukan Menolak, 64 Persen Perokok Aktif Justru Setuju Harga Rokok Naik!

Bukan Menolak, 64 Persen Perokok Aktif Justru Setuju Harga Rokok Naik!

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:35 WIB

Refleksi 100 Tahun Sumpah Pemuda, GSI Kumpulkan Ratusan Anak Muda Lintas Organisasi di Kota Solo

Refleksi 100 Tahun Sumpah Pemuda, GSI Kumpulkan Ratusan Anak Muda Lintas Organisasi di Kota Solo

Surakarta | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:34 WIB

AUTO Raup Laba Bersih Rp1,80 Triliun, Tumbuh 14,7 Persen

AUTO Raup Laba Bersih Rp1,80 Triliun, Tumbuh 14,7 Persen

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:33 WIB

Literasi Digital Indonesia: Jago Scroll, Gampang Terkecoh

Literasi Digital Indonesia: Jago Scroll, Gampang Terkecoh

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Danantara Incar Saham BEI, Nilai Penawaran Masih Misterius!

Danantara Incar Saham BEI, Nilai Penawaran Masih Misterius!

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Buntut Polemik Ijazah Gibran, Syarat Ijazah Capres-Cawapres Diusulkan Dihapus di RUU Pemilu

Buntut Polemik Ijazah Gibran, Syarat Ijazah Capres-Cawapres Diusulkan Dihapus di RUU Pemilu

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:29 WIB

Konflik PPP Memanas, Mardiono Depak Waketum Agus Suparmanto dan Taj Yasin

Konflik PPP Memanas, Mardiono Depak Waketum Agus Suparmanto dan Taj Yasin

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:28 WIB

Menkeu Suahasil Klaim Kontribusi APBN ke PDB RI Cuma 15%

Menkeu Suahasil Klaim Kontribusi APBN ke PDB RI Cuma 15%

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:27 WIB

×