Kajian IESR: Indonesia Punya Potensi 77,8 GW PLTS Terapung, Apa Tantangan Pengembangannya?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 17 Juli 2026 | 11:28 WIB
Kajian IESR: Indonesia Punya Potensi 77,8 GW PLTS Terapung, Apa Tantangan Pengembangannya?
PLTS terapung di Indonesia punya potensi yang mumpuni dari segi finansial yakni sebesar 77,8 gigawatt di 179 lokasi. (dok. Web/Kementerian ESDM)

Suara.com - Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk mempercepat pemanfaatan energi surya di Indonesia.

Sebuah kajian terbaru dari Institute for Essential Services Reform (IESR) memperkirakan Indonesia memiliki potensi pengembangan PLTS terapung hingga 77,8 gigawatt (GW) yang tersebar di 179 lokasi.

Temuan tersebut dipaparkan dalam studi The Technological and Economic Potential of Developing Floating Solar Power Plants in the Indonesian Archipelago yang diluncurkan pada hari kedua Indonesia Solar Summit (ISS) 2026 di Denpasar, Bali.

Chief Executive Officer (CEO) IESR, Fabby Tumiwa, mengatakan potensi tersebut terdiri atas 42,5 GW PLTS terapung di perairan darat (inland) yang tersebar di 143 lokasi dan 35,3 GW PLTS terapung di wilayah pesisir (nearshore) pada 36 lokasi.

Menurut IESR, perhitungan tersebut didasarkan pada analisis kelayakan ekonomi menggunakan indikator equity internal rate of return (EIRR) yang dibandingkan dengan weighted average cost of capital (WACC), serta mengacu pada asumsi harga listrik dalam Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022.

Fabby mengatakan pengembangan PLTS terapung dapat mendukung target pemerintah dalam mempercepat pemanfaatan energi surya, termasuk program pembangunan PLTS berkapasitas 100 GW.

"Jika dirancang dengan baik, PLTS terapung dapat menjadi bagian dari solusi untuk menyediakan listrik bersih bagi kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, sistem kelistrikan daerah, hingga menggantikan pembangkit berbahan bakar fosil yang memasuki masa pensiun," kata Fabby.

IESR merekomendasikan agar lokasi-lokasi yang dinilai berpotensi dikembangkan sebagai PLTS terapung dimasukkan ke dalam dokumen perencanaan energi nasional, tata ruang darat, maupun tata ruang laut.

Lembaga tersebut juga mendorong pemerintah menerapkan mekanisme lelang terbalik (reverse auction) dalam pengembangan PLTS terapung. Dalam skema ini, pemerintah terlebih dahulu menyiapkan kajian kelayakan sehingga pengembang dapat bersaing dari sisi harga, teknologi, dan kemampuan pelaksanaan proyek.

baca juga

Menurut IESR, pendekatan tersebut berpotensi menghasilkan tarif listrik yang lebih kompetitif sekaligus mempercepat pembangunan proyek yang telah siap dikembangkan.

Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Ketenagalistrikan dan Geologi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Sunandar, mengatakan percepatan energi surya tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur pembangkit.

Ia menilai aspek pemberdayaan masyarakat juga perlu menjadi bagian dari proses pengembangan.

"Selain pembangunan fisik, pemberdayaan masyarakat juga perlu menjadi perhatian. Keberhasilan pengembangan energi surya tidak hanya dilihat dari fasilitas yang dibangun, tetapi juga dari manfaat yang diterima masyarakat," ujar Sunandar.

Menurutnya, koordinasi antarpemangku kepentingan diperlukan agar rekomendasi kebijakan dan pelaksanaan proyek dapat berjalan lebih terarah sehingga target pengembangan energi surya dapat tercapai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IESR Ungkap Tiga Kunci Percepatan Investasi Energi Surya di Indonesia, Apa Saja?

IESR Ungkap Tiga Kunci Percepatan Investasi Energi Surya di Indonesia, Apa Saja?

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 20:30 WIB

Target PLTS 100 GW: Bisakah Bali, NTB, dan NTT Memimpin Transisi Energi Indonesia?

Target PLTS 100 GW: Bisakah Bali, NTB, dan NTT Memimpin Transisi Energi Indonesia?

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 15:10 WIB

Perubahan Iklim Ancam Sistem Kelistrikan Indonesia, Mengapa Reformasi Jaringan Mendesak?

Perubahan Iklim Ancam Sistem Kelistrikan Indonesia, Mengapa Reformasi Jaringan Mendesak?

News | Jum'at, 10 Juli 2026 | 15:35 WIB

Terkini

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Jakarta | Minggu, 01 November 2026 | 22:31 WIB

×