Anies Dianggap Dagang Isu Agama Buat Tameng, PKS: Itu Variasi Wisata Religi

Chandra Iswinarno, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 10 Juli 2020 | 20:15 WIB
Anies Dianggap Dagang Isu Agama Buat Tameng, PKS: Itu Variasi Wisata Religi
Aktiviras proyek reklamasi Ancol di Jakarta, Sabtu (4/7/2020). [ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga]

Suara.com - Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta menganggap Gubernur Anies Baswedan tidak sedang memanfaatkan isu agama demi muluskan rencana reklamasi kawasan Taman Impian Jaya Ancol. Pembangunan Museum Rasulullah dan Masjid Apung, menurut PKS adalah upaya menambah variasi wisata religi di Ancol.

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Mohamad Arifin menilai, dua bangunan bernuansa religi tersebut, justru akan mendatangkan banyak wisatawan mancanegara.

"Saya melihatnya tidak berlindung di balik isu agama, ini dalam rangka meningkatkan wisatawan saja," ujar Arifin saat dihubungi pada Jumat (10/7/2020).

Ia menganggap, proyek itu tak berhubungan dengan memuluskan reklamasi. Menurutnya, saat ini, Ancol perlu dikembangkan lebih baik lagi demi mendorong pariwisata ibu kota.

"Makanya di-setting ada wisata religi di Ancol. Jadi nggak ada hubungannya dengan reklamasi," jelasnya.

Kehadiran dua wisata baru tersebut, lanjut Arifin, akan menambah variasi rekreasi di Ancol. Dengan demikian, kawasan wisata di utara Jakarta tersebut akan menjadi taman rekreasi yang lengkap ke depannya.

"Jadi memberikan variasi wisata masyarakat lah. Kan wisata macam-macam ada wisata kuliner, ada dalam bentuk berbagai macam permainan, wisata pantai dan wisata religi," katanya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diminta tidak mencari siasat agar reklamasi kawasan Taman Impian Jaya Ancol berjalan mulus. Salah satunya, menjual isu agama yang paling bisa diterima masyarakat saat ini.

Sekjen Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) Susan Herawati mengatakan, isu agama itu diolah Anies dengan menggemborkan rencana pembangunan museum Rasulullah dan masjid apung. Tindakan ini, kata Susan, seperti menjadikan reklamasi sebagai barang politik.

Menurutnya reklamasi tetap saja mendatangkan kerugian bagi masyarakat pesisir, khususnya kaum nelayan. Tidak ada bedanya meski membangun fasilitas keagamaan di atasnya.

"Termasuk dengan mengiming-imingkan ada Masjid Apung, Museum Rasulullah yang namanya reklamasi tetap reklamasi," ujar Susan saat dihubungi Suara.com, Kamis (9/7/2020).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bela Reklamasi Ancol, PKS Sebut Reklamasi versi Ahok Merugikan Nelayan

Bela Reklamasi Ancol, PKS Sebut Reklamasi versi Ahok Merugikan Nelayan

News | Jum'at, 10 Juli 2020 | 20:03 WIB

Anies Diminta Jangan Dagang Isu Agama untuk Muluskan Reklamasi Ancol

Anies Diminta Jangan Dagang Isu Agama untuk Muluskan Reklamasi Ancol

News | Kamis, 09 Juli 2020 | 21:11 WIB

Demokrat DKI Minta Reklamasi Ancol Tak Jadi Lahan untuk Bangun Properti

Demokrat DKI Minta Reklamasi Ancol Tak Jadi Lahan untuk Bangun Properti

News | Kamis, 09 Juli 2020 | 19:32 WIB

Terkini

Jokowi Siap Safari Politik, Partai Besar Wajib Waspada Basis Suara Digoyang Demi PSI

Jokowi Siap Safari Politik, Partai Besar Wajib Waspada Basis Suara Digoyang Demi PSI

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:04 WIB

Masih Diselidiki, Polisi Sebut Video Viral Prostitusi Anak Bukan di Lokasari

Masih Diselidiki, Polisi Sebut Video Viral Prostitusi Anak Bukan di Lokasari

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:56 WIB

Mayjen Purn TB Hasanuddin: Berantas Begal Itu Bukan Tugas TNI Tapi Polisi

Mayjen Purn TB Hasanuddin: Berantas Begal Itu Bukan Tugas TNI Tapi Polisi

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:55 WIB

Misteri Tas Hitam di Pinang Ranti: Isinya Bikin Ibu-ibu Gemetar, Siapa Pemiliknya?

Misteri Tas Hitam di Pinang Ranti: Isinya Bikin Ibu-ibu Gemetar, Siapa Pemiliknya?

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:44 WIB

Cara Turis Indonesia Dapat Fasilitas Bebas Visa Korea Selatan, Berlaku Sampai Desember 2026

Cara Turis Indonesia Dapat Fasilitas Bebas Visa Korea Selatan, Berlaku Sampai Desember 2026

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:42 WIB

Studi: Laju Dekarbonisasi Bangunan Global Belum Sejalan dengan Target Iklim, Apa Dampaknya?

Studi: Laju Dekarbonisasi Bangunan Global Belum Sejalan dengan Target Iklim, Apa Dampaknya?

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:35 WIB

Pengelolaan Air Berkelanjutan Dinilai Mendesak di Tengah Tekanan Industri dan Iklim

Pengelolaan Air Berkelanjutan Dinilai Mendesak di Tengah Tekanan Industri dan Iklim

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:19 WIB

Perjanjian Ibrahim Cara Trump Paksa Negara Arab 'Bermesraan' dengan Israel

Perjanjian Ibrahim Cara Trump Paksa Negara Arab 'Bermesraan' dengan Israel

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:14 WIB

Miris! Korban Luka Berat di Otak, Pelaku Anak di Singkawang Malah Pamer Respons Tanpa Empati

Miris! Korban Luka Berat di Otak, Pelaku Anak di Singkawang Malah Pamer Respons Tanpa Empati

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:13 WIB

Bukan karena Disembelih, 2 Kerbau Kurban di Kudus Tumbang Didor Polisi

Bukan karena Disembelih, 2 Kerbau Kurban di Kudus Tumbang Didor Polisi

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:13 WIB