Beredar Video Pesepeda Masuk PIK 2 Pakai Paspor, Ini Respon Walkot Jakut

Chandra Iswinarno, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 15 Juli 2020 | 23:06 WIB
Beredar Video Pesepeda Masuk PIK 2 Pakai Paspor, Ini Respon Walkot Jakut
Peta kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) dan sekitarnya, Jakarta Utara. [Google Maps]

Suara.com - Satu video beredar di media sosial (medsos) yang menggambarkan beberapa pengendara sepeda tak bisa masuk ke kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2. Dalam video itu, mereka mengaku diminta paspor agar bisa masuk wilayah di kawasan Utara Jakarta tersebut.

Terlihat dalam video, seorang pria menjelaskan tidak diizinkan masuk bersama rekannya karena sudah lewat pukul 09.00 WIB. Mereka harus meminta izin pada bagian marketing PIK 2 untuk bisa masuk.

Pria itu lantas menyesalkan aturan ini, karena menganggap dirinya sebagai rakyat malah tidak diperbolehkan masuk kawasan itu. Terlebih lagi yang boleh masuk hanyalah kendaraan roda empat saja.

"Bahwa kalau mau masuk tempat ini di atas jam 09.00 WIB harus pakai paspor, harus minta izin kepada pemilik di kantor marketing," ujar pria itu dalam videonya yang dikutip Suara.com, Rabu (15/7/2020).

"Jadi kalau kita ke Pantai Indah Kapuk itu seperti turis di negeri sendiri. Parah, parah," tambahnya.

Warganet mengunggah video seorang pria yang harus menunjukkan paspor untuk masuk ke Pantai Indah Kapuk
Salah satu warganet yang mengunggah video seorang pria yang mengaku harus menunjukkan paspor untuk masuk ke Pantai Indah Kapuk. [Twitter/captured]

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Jakarta Utara (Walkot Jakut) Sigit Wijatmoko menjelaskan, pengelola PIK 2 tengah melakukan pengaturan jadwal kendaraan masuk karena sedang ada pengerjaan proyek. Berbagai kendaraan berat, seperti truk akan lalu lalang di atas jam itu dan pesepeda dilarang melintas demi keselamatan.

"Info security ada pengaturan untuk giat olahraga atau bersepeda di kawasan tersebut dalam rangka aspek keselamatan mengingat di lokasi masih banyak alat berat beroperasi dan mobilisasi truk besar," jelasnya.

Ia menyebut, tepat di dekat pos keamanan lokasi pesepeda dihentikan itu, ada pemberitahuan jadwal kendaraan. Sigit menduga pesepeda tidak melihatnya.

Karena terlanjur kesal, pesepeda itu akhirnya diduga mengeluarkan sindiran bahwa untuk bisa masuk PIK 2 harus menggunakan passport.

baca juga

"Yang bersangkutan tidak jelaskan waktu ada di lokasi, padahal di belakang jelas ada spanduk yg mengatur penggunaan jalur untuk bersepeda," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masuk Pantai Indah Kapuk 2 Pakai Paspor dan 4 Berita Viral Lainnya

Masuk Pantai Indah Kapuk 2 Pakai Paspor dan 4 Berita Viral Lainnya

News | Rabu, 15 Juli 2020 | 15:47 WIB

Hoax, Masuk Pantai Indah Kapuk Harus Pakai Paspor

Hoax, Masuk Pantai Indah Kapuk Harus Pakai Paspor

Jogja | Rabu, 15 Juli 2020 | 11:52 WIB

Djoko Tjandra Bisa Buat Paspor, Imigrasi Sebut Tak Ada Data DPO di Sistem

Djoko Tjandra Bisa Buat Paspor, Imigrasi Sebut Tak Ada Data DPO di Sistem

News | Senin, 13 Juli 2020 | 16:35 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×