Jual Hasil Tes Covid-19 Palsu, Pemilik RS Bangladesh Ditangkap

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Kamis, 16 Juli 2020 | 15:58 WIB
Jual Hasil Tes Covid-19 Palsu, Pemilik RS Bangladesh Ditangkap
Ilusrasi rapid tes virus corona. (Antara)

Suara.com - Seorang pemilik rumah sakit di Bangladesh ditangkap karena menjual hasil tes Covid-19 palsu. Menyadur Channel News Asia pada Kamis (16/07/2020), pria ini sempat buron 9 hari dan ditangkap di saat akan kabur ke India.

Mohammad Shahed, 43 tahun, menjual surat hasil tes Covid-19 palsu pada pasiennya di dua klinik yang ia kelola. Surat itu menyatakan hasil negatif dan aksinya membuat pemerintah kesulitan mengatasi pandemi virus corona.

"Dia ditangkap dari tepi sungai perbatasan saat berusaha melarikan diri ke India. Dia mengenakan burqa," kata juru bicara Batalyon Aksi Cepat Kolonel Ashique Billah.

"Rumah sakitnya melakukan 10.500 tes virus corona, dari yang 4.200 yang asli dan sisanya, 6.300 laporan pengujian, diberikan tanpa melakukan tes."

Ilustrasi rapid test virus Corona Covid-19. (Shutterstock)
Ilustrasi hasil tes virus Corona Covid-19. (Shutterstock)

Tak cuma itu, Shahed juga melanggar peraturan karena menarik biaya atas perawatan pasien corona, padahal pihaknya telah menyetujui perjanjian dengan pemerintah dan bersedia memberikan perawatan gratis.

Selain Shahed, dua orang lainnya juga dtangkap dengan tuduhan yang sama, yaitu menjual hasil tes Covid-19 palsu di laboratorium pusat kota, Dhaka.

Penipuan ini terungkap ketika pekerja migran yang pergi ke luar negeri dinyatakan positif corona padahal surat yang mereka bawa dari negara asal menyebut negatif.

Hal ini sangat menyudutkan Bangladesh karena pekerja migran adalah salah satu kunci perekonomian Bangladesh.

Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]
Ilustrasi penularan virus corona. [Shutterstock]

Pekan lalu Italia menangguhkan penerbangan dari Bangladesh menuju Roma karena beberapa penumpang yang tiba dari Dhaka dinyatakan positif corona.

baca juga

"Beberapa orang Bangladesh yang dites positif di Italia diduga membawa hasil tes Covid-19palsu dari Banglades. Pemerintah harus memastikan kualitas tes di laboratorium lokal demi pasar kerja di luar negeri," ungkap Shakirul Islam dari OKUP.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada Rumah Sakit Sengaja Bikin Pasien Positif Corona Demi Bantuan Rp 90 Juta

Ada Rumah Sakit Sengaja Bikin Pasien Positif Corona Demi Bantuan Rp 90 Juta

News | Kamis, 16 Juli 2020 | 13:30 WIB

28 Tenaga Medis di Sukoharjo Positif Corona, 3 Puskesmas Ditutup

28 Tenaga Medis di Sukoharjo Positif Corona, 3 Puskesmas Ditutup

Jawa Tengah | Kamis, 16 Juli 2020 | 11:02 WIB

160 Kura-Kura Terjerat Sampah Plastik di Bangladesh, Puluhan Mati

160 Kura-Kura Terjerat Sampah Plastik di Bangladesh, Puluhan Mati

News | Kamis, 16 Juli 2020 | 09:05 WIB

Terkini

3 Rekomendasi Masker dengan Kandungan Madu untuk Kulit Lembap dan Glowing

3 Rekomendasi Masker dengan Kandungan Madu untuk Kulit Lembap dan Glowing

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:32 WIB

Pengaruh Kolonial pada Kesastraan Sunda Abad 19 di Buku Semangat Baru

Pengaruh Kolonial pada Kesastraan Sunda Abad 19 di Buku Semangat Baru

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Perpres Terbit, Tarif Ojol Dikhawatirkan Naik

Perpres Terbit, Tarif Ojol Dikhawatirkan Naik

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:26 WIB

BGN Ingatkan Modus Penipuan Pembukaan Dapur SPPG, Pelaku Minta Uang untuk Percepatan Operasional

BGN Ingatkan Modus Penipuan Pembukaan Dapur SPPG, Pelaku Minta Uang untuk Percepatan Operasional

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:24 WIB

Kabut Asap Sumsel Ganggu Penerbangan, Jarak Pandang Bandara Palembang 500 Meter

Kabut Asap Sumsel Ganggu Penerbangan, Jarak Pandang Bandara Palembang 500 Meter

Sumsel | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:19 WIB

Review Film Crawlers: Aksi Matilda Lutz Melawan Invasi Ribuan Laba-Laba!

Review Film Crawlers: Aksi Matilda Lutz Melawan Invasi Ribuan Laba-Laba!

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Harga Jam Tangan Regan Harney, Jadi Hadiah Tim Bulu Tangkis Indonesia Usai Asian Games 2026

Harga Jam Tangan Regan Harney, Jadi Hadiah Tim Bulu Tangkis Indonesia Usai Asian Games 2026

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Ramai Fenomena Downgrade Lifestyle, Pakar Khawatir Jatah Asupan Protein Menurun

Ramai Fenomena Downgrade Lifestyle, Pakar Khawatir Jatah Asupan Protein Menurun

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Hasil Visum Mayat Terbungkus di Kos Jakbar Diungkap, Polisi Masih Telusuri Penyebab Kematian

Hasil Visum Mayat Terbungkus di Kos Jakbar Diungkap, Polisi Masih Telusuri Penyebab Kematian

News | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:01 WIB

Kecelakaan Maut di Aceh Selatan, Dua Remaja Tewas

Kecelakaan Maut di Aceh Selatan, Dua Remaja Tewas

Sumut | Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:01 WIB

×